
"Orang-orang ini termasuk ke dalam organisasi ekstrim dan tidak terikat oleh organisasi, maksud dari Kader He adalah selanjutnya hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri."
"Qingtang, Keluarga Zhuge sudah aku selidiki semua. Aku merasa sedikit familiar dengan gambar yang ada di baju orang ini ...."
Tiba-tiba ia teringat dengan lelaki berkaca mata yang ia temui kapan hari.
"Apakah ada hubungannya dengan orang ini?"
Qinli lalu mengeluarkan sebuah kartu nama yang sempat diberikan oleh lelaki berkaca mata yang ada di Pulau Selatan itu.
"Qin Weilang" tepat sekali di kartu nama itu pun ada logo yang sama dengan logo yang ia lihat pada prajurit yang menyerang kedua orang tuanya itu.
"Oh iya, Keluarga Zhuge sudah datang ke Shangjing. Selain itu, mereka akan mengadakan rapat umum dalam tiga hari ini, katanya ingin berdiskusi mengenai metode kultivasi dengan Prajurit Yanxia," ucap Nona Xu.
"Ternyata Yu Quanxing sedikit berguna juga," ucap Qinli.
Di saat Qinli masih memperhatikan tablet itu, Nona Xia kembali berbicara.
"Oh iya, kakak ipar menyuruhku memberikan kunci rumah baru kalian padamu."
"Ternyata Qingyin sudah mengurus semuanya dan sudah menetap di rumah baru"
"Aku antar kau pulang dulu, kakak ipar sudah lama menunggumu."
"Ya, terima kasih banyak."
"Oh iya, bagaimana kabar Tuan Muda Xu?"
"Dia baru saja mengambil alih Keluarga Xu, dan sedang ada urusan di luar kota. Jika tidak, dia mungkin akan bersikeras untuk ikut menjemputmu."
...⚜⚜⚜...
...Kediaman Qinli...
Di dalam rumah, Qingyin terlihat sibuk dengan merias wajahnya. Ia tak sabar menunggu kedatangan Qinli. Saat ini ia sedang memakai eyeliner.
"Sudah lama begini, kenapa masih belum sampai rumah?"
__ADS_1
"Jangan-jangan dia sudah tahu?" batinnya.
Tiba-tiba pintu rumah terbuka. Qingyin pun segera berlari untuk menyambutnya.
"Sudah pulang?" ucapnya bahagia.
Mengetahui Qinli sudah pulang ia pun berlari untuk menyambutnya, bahkan peralatan make-upnya ia buang ke sembarang arah. Melihat Qinli di depannya, Qingyin palsu langsung memeluk Qinli dengan erat. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang Qinli yang masih berbalut jaket.
"Suamiku, akhirnya kau kembali juga! Aku sangat merindukanmu!"
Qingyin palsu itu langsung memeluk erat tubuh Qinli dan bermanja kepadanya.
"Kau pergi terlalu lama, aku kira kau kabur bersama wanita lain?"
"Mana mungkin?" ucap Qinli sedikit aneh pada tingkah istrinya.
"Kenapa aku merasa Qingyin seperti berubah menjadi orang lain, dulunya dia tidak seantusias ini," gumam Qinli.
"Apakah karena kita lama berpisah?"
Dengan sedikit memaksa, Qingyin palsu mengajak Qinli menuju kamar. Tentu saja Qinli bertanya-tanya mau diajak kemana dia.
"Hm ... suamiku, aku sudah membereskan tempat tidur kita!"
Sambil menyentuh bibirnya, Qingyin menoleh ke arah Qinli.
"Duh tidak perlu aku katakan, 'kan? Apa yang akan kita lakukan nanti."
Qinli bersikap santai untuk semua perlakuan Qingyin yang terlalu aneh ini.
"Aku sangat memahami istriku, tapi sesuai perhitungan hari, bukanlah beberapa hari ini kau akan datang bulan? Bagaiamana kalau aku periksa kondisi kesehatanmu dulu?"
Dengan sikap tubuh yang lain dari kebiasaan Qingyin, Qinli tetap memperhatikan tingkah istrinya itu. Tetapi Qingyin malah menjilat jari telunjuknya itu dengan manja.
"Suamiku nakal sekali! Namun aku suka!" ucap Qingyin.
"Ulurkan tangan kananmu, biar aku periksa."
__ADS_1
"Suamiku, bagaimana kondisiku? Seharusnya tidak akan berpengaruh pada rencana kita, 'kan?"
Qinli tampak memejamkan matanya karena ingin berkonsentrasi pada pemeriksaan Qingyin kali ini.
"Emm ... hmm? Coba aku periksa lagi!"
"Suamiku, sebenarnya sudah kau periksa atau belum?"
Qinli terkejut dengan kondisi Qingyin yang berbeda.
"Tidak ada energi spiritual orang itu di dalam tubuhmu!"
"Kau bukan Qingyin, kau siapa!" teriak Qinli sambil menampik kasar tangan Qingyin palsu yang tadi ia periksa.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Qingyin yang asli sudah kembali sembari membawa belanjaan miliknya.
"Suamiku, kau sudah kemba ...." Qingyin asli terkejut karena ada seorang wanita berpakaian seksi yang sama persis dengan wajahnya sedang berdiri di depan suaminya.
"Siapa kau!" hardik Qingyin asli pada Qingyin palsu.
Qinli pun kebingungan karena ada dua Qingyin di depannya. Tapi ia mencoba menjelaskannya pada istrinya.
"Qingyin, dengarkan penjelasanku ...."
"Suamiku, kau tidak perlu menjelaskannya, aku percaya padamu! Kali ini, biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini!"
Qingyin menurunkan barang belanjaannya lalu mulai menghadapi wanita yang menyerupai dirinya itu.
"Benar-benar lelucon, meski kau mengubah wajahmu seperti wajahku, suamiku juga tetap tidak akan menyukaimu."
"Kau tidak pantas mendapatkan cintanya, dulu komandan mendapatkan hinaan dari keluargamu, tapi apa kau pernah membelanya? Dia hanya menyukai penampilanmu saja!" gertak Qinli palsu.
"Komandan! Dia Zhou Xuanyi!" batin Qinli sambil meliriknya.
"Dulu memang aku yang salah, tapi aku akan lebih mencintainya dan menebus kesalahanku di masa depan. Namun, ini adalah masalah antara suami istri, kau tidak berhak ikut campur!"
Bukannya mereda atau meminta maaf, Qingyin palsu malah semakin menggertak Qingyin.
__ADS_1
"Mencintainya? Apa kau mengerti apa itu cinta?"
"Demi komandan, operasi plastik tidak ada apa-apanya bagiku, aku bahkan rela mati untuknya!"