MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 220


__ADS_3

Qinli baru menyadari jika kekuatan ketiga prajurit tersebut jika digabungkan setara dengan kekuatannya.


"Gabungan kekuatan dari ketiga orang ini setara dengan kekuatanku sekarang," gumam Qinli.


Salah seorang dari prajurit itu mencoba menggertak Qinli, "Selain petarung alam hidup alam dan mati ke atas, jangan harap bisa keluar dari formasi ini ...."


”Kecuali kau bisa mengecilkan tubuhmu dan keluar dari celah jaring!"


"Ha ha ha ...."


"Bocah, kali ini kau akan mati!"


"Begitu, ya?" ucap sini sambil membakar 3 jarum akupun pemiliknya dan bersiap untuk menyerang ketiga prajurit tersebut.


"A ... apa yang kau lakukan?" ucap salah satu prajurit dengan mata terbelalak.


Qinli hanya mengulas senyumnya sedikit sambil menoleh ke arah salah satu prajurit itu.


"Coba tebak!"


Rupanya Qinli sudah mempersiapkan tiga jarum akupuntur yang sudah dibakar tadi dan siap untuk diarahkan ke arah salah satu prajurit tadi.


...SYUH...


Awalnya peluru itu hampir mengenai tangan kanan salah satu prajurit. Hingga pada akhirnya arah laju ketiga jarum akupuntur tersebut berbalik dan menyerang dari arah belakang hingga membuat ia panik. Kedua matanya sampai membola karena hal tersebut.


"Senjata rahasia macam apa ini? Bisa berbelok pula!" ucapnya ketakutan.


Beberapa saat kemudian ketiga jarum itu justru menancap sempurna ke arah pantat prajurit itu hingga membuatnya mengaduh dan menjerit.


...JLEB...


"Aduh!"


Serangan Qinli yang beruntun itu nyatanya mampu membuat ketiga orang prajurit itu menyerah dan akhirnya memberitahukan tentang pengetahuan mereka mengenai sebuah mata air suci. Ketiga prajurit tersebut saat ini justru duduk menunduk ke arah Qinli.


"Mata air spritual hidup dan mati?" tanya Qinli penasaran.

__ADS_1


"Benar, hanya dengan meminum satu teguk air itu, prajurit Puncak Alam Reinkarnasi dalam sekejap akan mencapai alam hidup dan mati tanpa adanya syarat apapun!"


"Mata air hidup dan mati ini juga tidak jauh dari sini," seru prajurit yang lainnya.


"Tunjukkan jalannya!" perintah Qinli pada mereka.


"Ba-baik!" ucapnya sambil tergagap.


"Gawat, lagi-lagi menjerumuskan ku dalam masalah," ucapnya di dalam hati.


Meski hari mereka merutuki ucapannya sendiri, tetapi mereka tetap harus mengantarkan Qinli. Saat di tengah perjalanan, rupanya mereka melihat sebuah pertarungan di atas bukit.


"Ada yang sedang bertarung di depan ... apa mungkin sudah sampai tempatnya?"


Rupanya di atas bukit ada pertarungan naga dan beberapa prajurit. Naga berwarna kuning emas itu rupanya menyemburkan api ke arah prajurit di sana hingga membuat api berkobar dan melukai tubuh mereka.


[Beraninya kalian menganggu tidurku! Cari mati!" gertak sang naga yang sedang marah]


Salah seorang prajurit berdiri di puncak bukit masih mengamati temannya yang sedang berusaha melawan naga tersebut.


"Demi sebuah tanaman spiritual pun berani menyinggung binatang spiritual di sini ... kelihatannya hari ini akan ada sebuah bencana besar!"


Rupanya sang naga semakin marah pada mereka, dengan terus menyemburkan api naganya ia benar-benar ingin menghabisi semua orang di sana.


[Kalian pikir orang-orang seperti kalian yang dari daratan tingkat enam mampu melawanku? Sebelumnya aku tidak membunuh kalian karena aku ingin bermain-main dengan kalian ....]


Namun, saat sang naga mulai terlihat marah, rupanya para prajurit membuat sebuah kubah perlindungan untuk melindungi diri mereka dan setelah itu mereka hendak menyerang naga itu secara bersamaan.


[Hmph! Kalian tidak pantas menyentuh tanaman spritual misteri dengan tangan kotor kalian!]


Naga itu tampak terlihat sangat marah dan tidak ada yang mampu menghentikan amarahnya.


...BOOM...


Ledakan yang berhasil diarahkan sang naga mampu menghempaskan tubuh para prajurit tersebut. Sementara itu Qinli justru bersembunyi di belakang sebuah bongkahan batu besar untuk menyelamatkan dirinya.


"Tanaman spritual misterius? Itu tanaman spiritual tingkat sembilan! Aku tidak menyangka bisa mendapatkan keberuntungan ini dalam mencari mata air spritual hidup dan mati," gumam Qinli.

__ADS_1


Qinli teringat dan menoleh ke arah ketiga prajurit yang berada di belakangnya itu seraya berpamitan agar bisa mendapat tumbuhan spiritual yang sedang dijaga sang naga emas.


"Kalian bertiga tunggu aku di sini, kalau ada yang berani kabur, tanggung sendiri akibatnya ...."


Sontak saja ketiga prajurit itu membungkuk dan menangkupkan kedua tangannya ke arah Qinli.


"Tenang saja, Tuan!" ucap ketiganya bersamaan sambil mengulas senyum bercampur ketakutan.


Meskipun mereka terlihat menurut tetapi di dalam hatinya mereka merutuki sikap Qinli yang lebih terkesan menyerahkan nyawanya sendiri kepada sang naga.


"Hmph! Dia benar-benar nekat! Kelihatannya sebentar lagi kami akan bebas."


Tanpa perlu bersembunyi sekali lagi, Qinli langsung menggerakkan tubuhnya dan melesat mendekati sang naga dengan kecepatan penuh. Tentu saja tindakan Qinli berhasil membuat orang-orang di sana terkejut dan merutuki sikap gegabahnya.


"Siapa pria itu? Berani sekali dia menghadapi naga emas itu sendirian?"


Sang naga emas lali membuka mulutnya lebar-lebar untuk mengeluarkan semburan api miliknya.


"Oh, datang satu lagi manusia yang tidak takut mati!" gertak sang naga emas.


Bagaikan seorang burung Phoenix yang menukik tajam dari langit, Qinli langsung menyerang bagian punggung naga hingga membuat seluruh tulang punggung miliknya seolah retak dalam waktu yang bersamaan.


...KRAAK!...


Sangat cepat hanya sepersekian detik berikutnya sang naga emas kesakitan karena merasakan tulang punggungnya patah semua.


...BUGH!...


Akibat serangan Qinli naga itu jatuh terhempas ke atas tanah.


"Argh! Sakit, Sakit ...." keluh sang naga dengan badan terguling di atas tanah.


.


.


Hai-hai, buat pecinta novel genre pria jangan lupa mampir ke sini ya.

__ADS_1


Terima kasih all.



__ADS_2