MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 73


__ADS_3

Happy reading all๐Ÿ˜Ž


.


.


Qinli mendekati Dr. Yu lalu menghalangi Qin Badao yang mau menyerang Dr. Yu.


"Apa, kau tahu kabar mengenai orang tuaku?" tanya Qinli penasaran.


Dr. Yu tampak membuang nafas, lalu ia pun mengatakan sesuatu pada Qinli.


"Aih, aku menyembunyikan barang peninggalan berharga mereka selama bertahun-tahun, dan sekarang waktunya aku menyerahkannya padamu."


Dr. Yu menyerahkan sebuah pil berwarna ungu pada Qinli.


"Apa ini?" ucap Qinli penasaran.


"Hahaha, tentu saja ini khusus diberikan untukmu!" ucapnya sambil tertawa.


Lalu pil itu dilemparkan pada Qinli dan Qin Badao hingga membentuk gumpalan asap tebal yang menutupi keberadaan Dr. Yu. Bukannya memberikan kebenaran pada Qinli, Dr. Yu rupanya malah sengaja mempermainkan Qinli dan Qin Badao.


"Gawat!"


Kepulan asap tebal itu seketika memenuhi seluruh ruangan itu. Membuat siapa saja yang berada di sana terkena efek dari asap beracun itu.


"Asap ini ada racunnya!" batin Qinli.


Kini ia kesusahan bernafas akibat asap itu. Sementara Dr. Yu tertawa bahagia.


"Rasakan pil asap racun ini!" teriaknya.


PUFT ... PUFT ... PUFT ....


Dr. Yu semakin gila, kini ia melemparkan beberapa pil ke sembarang arah, hingga gumpalan asap itu menyebar hampir memenuhi seluruh rongga di dalam ruangan itu. Padahal sebelumnya di sana ada beberapa tentara yang telah melindungi Dr. Yu sedang terbaring lemah. Tetapi Dr. Yu malah sengaja melukai mereka secara bersama-sama.


"Dokter ... kenapa bahkan orang-orangmu sendiri ...." ucap Kapten Tan Weihe yang baru siuman.


Kini mereka sama-sama berada dalam kepulan asap beracun yang dilemparkan oleh Dr. Yu.


"Salahkan si muka cacat itu! Dia mengatakan semua masalah sepele itu! Jadi, satu pun dari kalian juga tidak boleh hidup!" ucap Dr. Yu dengan penuh amarah.


"Karena sudah berjanji akan memberi kalian pil Ningshen, maka aku akan menjadikan kalian sebagai percobaanku sekarang!"


"Tunggu setelah aku berhasil menyempurnakan pil Ningshen, aku akan membunuh kalian semua!"


"Ka ... kau benar-benar bukan manusia!" ucap Kapten Tan Weihe.


"Hahaha ...."


Dr. Yu kini tertawa bahagia. Seolah-olah ia telah menang dan dibutakan oleh ambisi. Pada saat itu memang Qin Badao sudah pingsan akibat asap itu, sedangkan Qinli entah ada dimana.


Tapi spekulasi Dr. Yu yang menyangka jika semua orang di tempat itu pingsan salah. Qin Badao tidak pingsan melainkan hanya pura-pura.


"Waktu itu, aku sudah merasa bahwa kau ini sama sekali tidak cocok membuat pil, kau hanya cocok membuat racun!"

__ADS_1


"Tidak! Aku seorang Alkemis! Bukan seorang pembuat racun!" ucap Dr. Yu tidak terima.


"Ketika pemurnian pil gagal, aku meningkatkan dosisnya dan menggantinya ke obat keras."


"Alhasil pil tersebut malah menjadi racun!" ucapnya menyesal.


"Kenapa aku harus gagal? Kenapa kedua orang tuamu itu setiap kali bisa berhasil membuat pil? Aku tidak rela! Aku tidak rela!!" ucapnya sambil menginjak kepala Qinli hingga terantuk ke lantai.


Hingga ia pun berkhayal tinggi.


"Namun, tidak apa-apa! Toh, aku masih hidup, sedangkan mereka sudah membusuk menjadi lumpur! Hanya aku seorang Alkemis yang paling dihargai oleh organisasi!" ucapnya bangga.


"Bagus kalau mereka mati! Mereka mati dengan baik!"


Di saat Dr. Yu terus mengoceh, tangan dan tubuh Qinli mulai bergerak.


"Apa katamu!" ucap Qinli bangkit.


Sementara Qin Badao melihat Qinli dari tempatnya.


"Kekuatan spiritual dalam tubuh bocah ini meledak dengan cepat dan telah menembus tekanan gas racun!" batin Qin Badao.


SRASH!!


Kekuatan dalam Qinli memancar ke seluruh ruangan itu. Lalu sesaat kemudian Qinli menghilang. Dr. Yu tampak ketakutan hingga menepi sampai pintu keluar.


"Di mana dia?"


"Ini mustahil, bagaimana bisa dia sama sekali tidak apa-apa ...." ucap Kapten Tan Weihe sembari terlentang.


"Manusia sampah sepertimu sama sekali tak pantas disamakan dengan orang tuaku!" ucapnya sambil mengarahkan sebuah pukulan untuk Dr. Yu.


"Tunggu! Tunggu!" ucap Dr. Yu ketakutan.


BAM


Pukulan itu tepat mengenai kening Dr. Yu hingga tubuhnya menghantam lantai dengan sangat kuat. Pukulan itu Qinli kerahkan sekuat tenaganya. Ia benar-benar sudah bosan dengan kelakuan Dr. Yu yang terus saja membohonginya.


"A-apakah ini kekuatan dari master setengah langkah?" ucap Kapten Tan Weihe terkejut.


Setelah kepulan asap itu menghilang, Qinli membantu beberapa prajurit untuk bangkit.


"Kalian baik-baik saja, 'kan?" tanya Qinli sambil memapah Kapten Tan Weihe.


"Iya, racun ini seharusnya tidak sulit untuk dikeluarkan, hanya saja aku tak menyangka kita hampir dibunuh oleh orang yang kita lindungi," ucap Kapten Tan Weihe.


Kini Qinli memapah Kapten Tan Weihe untuk keluar dari gedung tua tersebut. Sedangkan Chenlin dan Chumiao memapah Caoge. Di saat itu juga Qinli kehilangan Kakek Qin Badao. Padahal saat itu ia belum pergi hanya saja, ia masih ada satu misi lagi yang harus ia selesaikan. Oleh karena itu Qin Badao memilih untuk bersembunyi.


"Kakek Badao menghilang lagi, dia selalu begitu, datang dan pergi tanpa jejak ...." batin Qinli sambil mengamati ruangan itu.


"Misi kita selesai, mari kita pulang dan melapor pada atasan."


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Beberapa saat kemudian ...

__ADS_1


"Tidak disangka Yuqian berani mencelakai teman seperjuangannya, kita telah salah menilai orang."


"Namun, kita mendapatkan seseorang level master setengah langkah, ini benar-benar hal baik di luar dugaan!" ucap Kader He bangga terhadap pencapaian Qinli.


Kini ia bahkan memegang bahu Qinli dan berhadapan dengannya.


"Aku ingin lihat sampai kapan kau akan terus mengarang untuk mengelabuiku, karena kau ingin bermain denganku, maka aku akan menemanimu bermain," batin Qinli sambil memandangi orang di depannya ini.


Lalu Qinli menanyakan sesuatu hal yang berkaitan dengan penyampaiannya kali ini.


"Setelah master setengah langkah adalah master dunia, bukankah itu artinya aku akan mencapai level terakhir dari bela diri ini?"


"Itulah yang diketahui prajurit biasa, tapi sebenarnya tidak seperti itu!" ucap Kader He.


"Master dunia juga dibagi menjadi tahap awal, tengah dan akhir!"


"Jika kekuataan spiritual dalam dantian bisa berkumpul, maka akan mencapai alam setengah dewa, lalu alam dewa!"


"Katanya kalau bisa menerobos di atas level alam dewa, yang dinamakan level dewa leluhur!"


"Kau akan mencapai keabadian, dan bisa menerobos dimensi!"


"Dan sampai sekarang, ada empat master yang mempunyai kekuatan paling tinggi di Militer Yanxia!"


"Ternyata begitu ...." ucap Qinli kemudian.


"Kau seorang anak yatim piatu dari kecil, lalu menjadi menantu laki-laki yang tinggal di rumah orang tua istri dan selalu dipandang rendah oleh orang-orang, bisa punya pencapaian seperti hari ini benar-benar patut diacungi jempol."


"Oh iya ,sebelumnya Anda berjanji padaku, berkata kalau aku menyelesaikan misi, maka Anda akan memberi tahuku informasi mengenai orang tuaku."


"Baiklah aku akan memberi tahumu. Sebenarnya orang tuamu waktu itu menghilang, mereka diculik oleh musuh dan untungnya kami menyelamatkan mereka waktu itu," ucap Kader He sembari duduk di kursi kebesarannya.


"Seorang prajurit master setengah langkah kami mengorbankan diri untuk ini. Orang tuamu merasa punya tanggung jawab kepada Militer Yanxia, jadinya mereka menetap di Lembaga Penelitian melakukan penelitian siang dan malam."


"Dikarenakan identitas khusus mereka sebagai anggota internal tingkat tinggi, jadinya aku terus merahasiakannya, bahkan dirimu pun tidak aku beritahu."


"Sudah kuduga! Mereka pasti belum meninggal!" ucap Qinli bahagia.


"Aih, lima tahun lalu setelah akhir dari pembuatan pil. Orang tuamu mengalami pembunuhan sekutu antara fraksi wilayah barat domestik dan pasukan asing."


"Apa!" ucap Qinli tak percaya.


Seolah harapannya kali ini dipatahkan begitu saja oleh orang di depannya ini.


"Mereka sekarang ini dimakamkan di pemakaman pinggiran Kota Shangjing."


Diatas nisan tersebut tertulis "Makam Wenshu dan Qin Yuanbo."


Wenshu adalah nama Ibu Qinli, sedangkan Qin Yuanbo adalah nama Ayah Qinli.


Saat ini Qinli sedang berada di depan makam kedua orang tuanya diantarkan oleh Kader He. Mereka berdiri di depan makam itu untuk beberapa waktu.


.


.

__ADS_1


...๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน...


__ADS_2