MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 203


__ADS_3

Tuan Wei mendadak ketakutan karena melihat Qinli yang menoleh ke arahnya.


"A ... apa yang mau kau lakukan?" tanya Tuan Wei ketakutan.


"Ku peringatkan padamu! Jangan sembarangan! Yang kau bunuh adalah avatar kakak sepupuku itu adalah kekuatannya terakhir kali dia masuk ke alam rahasia!" teriak Tuan Wei.


"Ternyata makhluk aneh ini berubah menjadi prajurit yang masuk ke alam rahasia terakhir kali, tidak heran ...." gumam Qinli.


Tuan Wei kemudian mengira jika Qinli ketakutan dengan ucapannya barusan.


"Selain itu, kakak sepupuku adalah prajurit terkuat dalam perjalanan terakhir kami ke alam rahasia!"


"Cepat serahkan barang-barang yang kau punya dan aku akan meminta kakak sepupuku untuk mengampuni nyawamu! Kalau tidak ...."


"Kalau tidak apa?"


"Ka-kalau tidak, kau akan ...." ucap Tuan Wei ketakutan.


Sementara itu Qinli justru tersenyum ke arah Tuan Wei dan ketika Tuan Wei melihat lencana yang menempel di tubuh Qinli, kedua matanya terbelalak lebar.


"Se ... sembilan puluh sembilan?" ucapnya tidak percaya.


Mulut Tuan Wei bahkan sampai menganga lebar karena melihat hal tersebut. Dengan penuh percaya diri, Qinli tersenyum ke arah Tuan Wei.


"Sepertinya aku tidak sempat menyerahkan barang-barangku padamu!"


Benar saja sesaat kemudian tulusin list sudah melesat jauh ke angkasa, membelah langit sampai Tuan Wei tidak bisa melihatnya kembali.


"Monster berwajah hijau itu ternyata sudah naik ke level sembilan puluh sembilan? Tungku Bintang Tujuh pasti akan didapatkannya!"


"Monster berwajah hijau itu bisa mengalahkan avatar kakak sepupuku ... kelihatannya kalau ingin melawannya, aku harus bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya!"


Saat kemudian Qinli sudah sampai di daratan level sembilan puluh sembilan.


"Sebentar saja sudah mencapai tingkat sembilan puluh sembilan tidak tahu apakah aku melewati tingkat Tungku Bintang Tujuh atau tidak ...." gumam Qinli sambil melihat sebuah gunung berapi dari ketinggian.


Tidak lama kemudian Qinli menyadari ada sesuatu yang sedang mengawasi dirinya. Ia pun mencoba melirik dengan ekor matanya.


"Ada sesuatu yang sedang mengawasiku ...."


Daripada memikirkan hal itu Qinli terus melesat menjauhi tempat tersebut. Ia melewati sebuah gunung berapi itu untuk sampai di sebuah pulau.


"Sepertinya ada sesuatu di tengah pulau itu ...."


Tidak berapa lama, Qinli mendarat di daratan itu. Ia melihat sosok patung yang sangat ia kenali. Patung itu berwarna biru dengan cahaya yang mengelilinginya. Qinli berjalan mendekat ke arahnya.


"Patung ini ... sepertinya pernah melihat di suatu tempat."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian patung tersebut justru retak saat Qinli mengamatinya dengan jelas. Dari bola mata patung wanita itu mengeluarkan cahaya merah. Tentu saja Qinli terkejut lalu mundur beberapa langkah ketika patung itu mulai menyerang dengan kakinya.


"Apakah dia Bos di tingkat ini?"


Bukan hanya sekali namun beberapa kali patung itu terlihat menyerang tubuh Qinli. Gerakan tubuhnya sangat cepat sehingga Qinli harus mengimbangi kekuatan dari patung tersebut.


"Cepat sekali gerakannya!"


Beruntung sendiri lalu menggunakan Pedang Zanlu miliknya. Namun, lagi-lagi patung tersebut menghindari serangan dari Qinli dengan menggunakan kakinya. Hingga terdengar suara benturan yang sangat nyaring di angkasa.


...KLANG...


Patung wanita tersebut melompat tinggi ke atas bukit es untuk menghindari serangan Qinli.


"Dia tidak terluka sama sekali! Padahal aku sudah menggunakan 80% kekuatanku ...."


"Kalau begitu, rasakan jurusku ini!"


Qinli menggunakan Pedang Zanlu tersebut dan menggunakannya dengan penuh kekuatannya.


"Ketiga, kekuatan teratai ...."


Qinli tampak menggunakan jurus andalannya bunga teratai. Namun, ternyata jurus yang ia gunakan itu sama sekali tidak melukai patung wanita tersebut. Justru yang terjadi adalah sebuah ledakan yang luar biasa hingga membuat gunung berapi tersebut memuntahkan laharnya.


"Serangan ini masih belum bisa melukainya ...."


"Dia punya kekuatan pertahanan yang sangat kuat ... tapi untung saja kekuatan serangannya tidak sehebat itu."


"Lagi?" tanya Qinli sambil melihat patung yang melesat dari bukit es.


Anehnya saat patung wanita tersebut hendak menendang kepala sinly ia justru terpental dan jatuh ke dalam kubah lava yang mendidih. Bukannya ma-ti, patung perempuan tersebut masih bisa bangkit dari kubah lava itu.


"Masih belum mati menyebalkan sekali," gumam Qinli.


Saat melihat bola naga miliknya sebuah ide muncul seketika di benak Qinli.


"Oh, iya! Tidak tahu apakah bola ini bisa meneleportasinya ke tempat lain ... biar aku coba!" ucap Qinli sambil memegang bola naga miliknya.


Qinli langsung bukan matanya dan mengkonsentrasikan pikirannya agar dapat menggunakan bola naga tersebut dengan baik. Tujuan utamanya adalah menteleportasi patung wanita tersebut agar hilang dari hadapan Qinli.


Qinli melemparkan bola naga tersebut ke arah patung wanita itu. "Pergilah!"


Bola naga tersebut tepat mengenai kening patung wanita itu dan kemudian terdapat putaran angin yang membawa patung tersebut berteleportasi.


"Berhasil!" teriak Qinli.


Ternyata disaat yang bersamaan, para prajurit yang lainnya sedang berdiskusi untuk melawan Qinli.

__ADS_1


"Prajurit yang dipekerjakan oleh Keluarga Han itu sepertinya sudah mendapatkan Tungku Bintang Tujuh. Selain itu, kekuatannya luar biasa hebat. Dia bisa mengalahkan Avatar Wei Tian."


"Jadi, aku mengumpulkan kalian ke sini untuk ...."


Pada saat yang sama, ternyata patung wanita tersebut terlempar di meja di hadapan Tuan Wei yang sedang berdiskusi. Dia di teleportasikan Qinli sampai di sana.


"A ... apa ini ...." teriak mereka semua ketakutan.


...BRAK...


Patung wanita itu berhasil merusak kediaman Keluarga Wei. Bahkan beberapa prajurit terluka karena itu.


"Wanita es ini pasti diutus oleh monster berwajah hijau breng**k itu!" umpat Tuan Wei marah.


Qinli yang berada di tengah pulau bersin ketika ada yang membicarakan namanya. Qinli melihat jika plakatnya menunjukkan ke sebuah tempat.


"Dia ... memberiku arahan padaku untuk masuk ke gubuk itu?"


Ternyata di dalam gubuk tersebut ada seorang wanita cantik yang duduk di atas sebuah tungku air hangat.


"Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya ada orang yang kemari juga ...." ucapnya dengan tersenyum.


Qinli melihat pantulan dirinya di atas air. Perasaannya mengatakan ada hal yang tidak beres.


"Ada yang aneh ...."


Qinli mengambil sebuah batu lalu melemparkannya ke arah gubuk, tetapi ternyata ada sebuah dinding pelindung yang membuat batu dari Qinli mental dan jatuh ke dalam air tersebut hingga membuat air beriak.


Sementara itu Qinli justru terpental dan jatuh ke dalam air. Sebelumnya tubuh Qinli terasa kebas dan tidak dapat bergerak.


"Aku tidak dapat bergerak!"


Qinli benar-benar merasakan tubuhnya bereaksi terhadap sesuatu. Sayang, semua pakaian yang dikenakan olehnya tiba-tiba terlepas sendiri hingga meninggalkan pakaian dalamnya saja.


"A ... apaan ini ...."


Qinli merasa aneh ketika pakaiannya tinggal seperti itu. Tubuh Qinli terdapat beberapa luka sabetan yang terlihat di sekujur tubuhnya. Saat ini tubuh Qinli masih terlilit oleh kekuatan misterius dan tubuhnya tidak bisa melawan kekuatan tersebut.


"Tidak bisa lepas! Kekuatan dalam danau ini terlalu kuat!"


Semakin lama, kekuatannya semakin melemah, bahkan tulang-tulang di tubuh Qinli seolah retak karena besarnya kekuatan tersebut.


"Gawat!"


...KRAK...


...KRAK ...

__ADS_1


...KRAK...


"Gawat, kalau ingin pulih, sepertinya susah ...."


__ADS_2