MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 140


__ADS_3

Serigala itu semakin menyeringai ke arahnya tetapi sama sekali tidak membuatnya gentar. Qinli malah santai ketika menanggapi ucapan dari Tuan Yen barusan.


"Kelihatannya kau harus menghemat tenagamu baru bisa," ucap Qinli dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari serigala di depannya ini.


Kaki serigala itu di cakar-cakarkan pada pasir di bawahnya, hingga membuat badai tornado yang begitu banyak muncul di samping serigala tersebut.


...GROAR...


Qinli menyeringai, "Menyerang lagi juga akan tetap sama!"


Qinli melompat ke angkasa sambil mengayunkan Pedang Zhanlu ke arah serigala itu. Sementara lelaki bertopeng yang angkuh tadi ketakutan saat melihat serangan badai tornado yang begitu banyak.


"Celaka!"


Dengan segenap kekuatan yang ia miliki ia mencoba bertahan dari serangan badai tersebut. Di saat lelaki bertopeng itu sedang berkonsentrasi pada badai tersebut, dari arah belakang Tuan Ye menyerangnya dengan pedang miliknya.


...SWOOSH...


"Sial!" ucap lelaki bertopeng sambil menoleh ke arah Tuan Ye.


"Hanya petarung level master juga berani menyerang petarung alam setengah dewa!" gertak lelaki bertopeng itu pada Tuan Ye.


Salah satu tangannya ia gunakan untuk menghalau serangan dari Tuan Ye tadi hingga membuat tubuh Tuan Ye terhempas ke belakang. Rupanya lelaki bertopeng itu adalah petarung level alam setengah dewa. Pantas saja ia berani datang ke tempat tersebut untuk mencari Teratai Api Putih.

__ADS_1


"Arghh!"


Tanpa ia sadari Qinli juga menyerang lelaki bertopeng itu dari arah belakang. Ia sudah bersiap untuk mengarahkan Pedang Zhanlu ke arahnya, karena posisi Qinli masih melayang di udara saat ini.


"Bagaimana kalau petarung alam setengah dewa?" ucapnya sambil mengarahkan Pedang Zhanlu tepat di atas kepala lelaki bertopeng putih itu.


"Gawat!"


Lelaki bertopeng putih itu mengerahkan tenaga dalamnya untuk menghalau serangan Qinli. Belum sempat ia mengeluarkan tenaga dalamnya, tubuh lelaki bertopeng itu sudah terbelah menjadi dua.


...SWOOSH...


...BAM...


"Darahnya nyata, tapi aura boneka kayu ini bukan orang tadi ...." batin Qinli.


Saat Qinli masih memandangi boneka kayu tersebut dari arah belakang serigala itu menyeringai ke arahnya siap untuk menerkam Qinli.


"Qin-li, hati-hati!" teriak Tuan Ye memperingatkan Qinli akan bahaya di belakangnya.


...SYUH...


Mulut serigala itu bersiap untuk menelan Qinli, tetapi tidak membuat gentar Qinli. Dengan ekor matanya ia melirik pada serigala tersebut.

__ADS_1


"Serigala kecil, sekarang kau bukan lagi tandinganku," ucap Qinli sambil tersenyum.


Tenaga dalam Qinli yang sebelumnya hanya berwujud seekor naga ungu kecil kini telah berubah menjadi seekor naga besar dengan cahaya kuning keemasan. Kini serigala itu tampak sangat kecil dibandingkan dengan naga milik Qinli.


Dalam sekali serangan Naga itu berhasil melukai serigala itu.


"Aauu!" pekik serigala itu saat terhempas dan terpelanting.


Dalam sekejap mata, serigala itu musnah dan kini hanya tertinggal bunga Teratai Api Putih diatas gurun pasir itu.


Qinli mendekati bunga Teratai Api Putih itu dan memetiknya. Sementara itu Tuan Ye bahagia karena melihat Qinli berhasil mendapatkan bunga itu.


"Tidak disangka Raja Serigala Putih ini adalah khayalan yang dimunculkan oleh Teratai Api Putih," ucap Qinli sambil memegang bunga tersebut.


"Akhirnya berhasil mendapatkannya juga," ucap Tuan Ye bahagia.


Tiba-tiba bunga Teratai Api Putih yang dipegang Qinli kembali bergoyang. Suasana gurun kembali mencekam seketika.


"Apa masih ada binatang spiritual lagi?" ucap mereka secara bersamaan.


...🌹Bersambung🌹...


Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, komen, share dan rate bintang lima. Jika berkenan boleh kasih VOTE/GIFT ya, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2