MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 146


__ADS_3

Kekuatan tenaga dalam Qinli melesat jauh menembus langit. Membuat orang-orang di sekelilingnya terkejut dengan pencapaian Qinli yang sudah menembus level alam dewa. Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat menoleh ketika aura tenaga dalam Qinli mulai memancar ke langit.


"Ini ....!" ucap Kakek Qin Badao terkejut.


"Tidak disangka bocah ini cepat sekali sudah mencapai alam dewa!" ucap Tetua Keempat.


Sementara itu di kamar tidur Qin Zhan, pemuda itu tampak masih terbaring lemah akibat pertarungan beberapa hari yang lalu dengan Qinli. Qin Xiaotian tampak setia mendampingi putranya di samping tempat tidur.


"Ayah, kau harus membalaskan dendam untukku!" pinta Qin Zhan.


Qin Xiaotian menoleh ke arah pintu dimana aura tenaga dalam yang begitu kuat tadi muncul.


"Energi ini! Jangan-jangan Tetua Keempat sudah mencapai alam dewa!" ucap Qin Xiaotian ketakutan.


Begitu pula dengan reaksi Qin Zhan yang terkejut akibat ucapan ayahnya tersebut.


"Apa!"


"Si ****** tua itu tidak memihak kita. Kalau dia mencapai alam dewa, akan tidak menguntungkan bagi kita!"


Qin Xiaotian mencoba menghibur putranya yang khawatir.


"Jangan khawatir, kepala keluarga Huang juga akan ke relix kuno, dengan adanya bantuan dia, si ****** tua itu tidak akan bisa apa-apa sekalipun dia mencapai alam dewa."


🍂Di kamar Qinli.


Saat ini Qingyin yang tubuhnya sedang dikuasai oleh dewi itu memandang ke arah Qinli yang terus memancarkan tenaga dalamnya. Tentu saja Qinli masih belum memakai busana, sementara Qingyin hanya menutupi tubuhnya dengan selembar kain.


"Berhenti melepaskan energi spiritualmu! Apa kau ingin mati kehabisan energi spritual?" tegur dewi itu pada Qinli.


Qinli membuka mata, masih dalam keadaan posisi meditasi ia menoleh ke arah dewi itu.


"Iya, iya. Yang Anda katakan benar!"


Sementara itu mata dewi malah melihat hal yang tidak-tidak dari bagian tubuh Qinli yang sedang berdiri tegak. Tentu saja Qinli junior terlihat menggoda kala itu, meski Qinli belum menyadarinya akibat berkonsentrasi penuh pada peningkatan kultivasinya.


"Kau!" ucap dewi itu sambil menunjuk ke arah Qinli.


"Apa?" tanya Qinli tidak mengerti.


Sedangkan dewi itu merah merona saat melihatnya. Bukannya memberi tahu pada Qinli ia malah melempar bantal pada wajah Qinli.


"Mesum!"


.


.


🍂Beberapa hari kemudian


"Di sinilah tempat relix kuno!" ucap kakek Qin Badao menunjukkan tempat itu pada Qinli.


Saat ini ke-empat orang itu sudah sampai di tempat relix kuno. Qinli, Qingyin, Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat sudah berdiri di depan gerbang pintu masuk relix kuno.


Sebuah bangunan dengan pintu gerbang yang berisi ukiran naga merah di kedua sisinya. Berdiri tegak di hadapan ke-empat orang tersebut.


Sang Dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin merasa sangat senang, saat ia telah sampai di rumahnya sendiri yaitu tempat relix kuno. Dengan mengunakan tenaga dalamnya ia membuka gerbang pintu relix kuno. Kunci yang ia pakai sebagai liontin kini bersatu dengan kekuatan tenaga dalam milik dewi tersebut.

__ADS_1


Qingyin menempelkan telapak tangannya pada pintu gerbang relix kuno. Dan mengerahkan tenaga dalamnya untuk membuka pintu gerbang.


...PAK ......


...WUNG ......


Tenaga dalamnya mengalir sempurna hingga beberapa saat kemudian pintu gerbang relix kuno tersebut terbuka lebar.


...KRAK ... KRAK ... KRAK ... KRAK .......


"Selesai!"


"Ayo masuk!" ajak sang dewi.


Saat masuk kondisi tempat itu masih sama seperti saat terakhir kali ditinggalkan kedua orang tua Qinli. Masih berantakan dan banyak puing-puing pilar yang berserakan. Sama seperti sisa-sisa pertempuran.


"Tempat ini seperti medan perang kuno yang sudah terlantar," ucap Qinli.


Keempat orang itu terus berjalan masuk.


"Ini hanyalah penampilan luar dari relix kuno," ucap Qingyin.


"Lantas di mana relix kuno yang sebenarnya?"


"Ikut denganku!"


Qingyin menunjuk ke arah sebuah batu prasasti yang bertuliskan tulisan China.


"Buka!"


Awalnya Qinli dan yang lainnya curiga tetapi Qingyin menunjukkan kekuatannya.


"Iya!"


Qingyin memegang lengan Qinli agar mereka semua bisa masuk ke dalam prasasti.


...SWISH!...


Akhirnya ke empat orang itu sudah masuk


"Wah indah sekali!"


Saat masuk jiwa Qingyin kembali, ia pun ikut mengagumi keindahan yang tersaji di sana.


"Tempat relix kuno ini ternyata tidak seseram yang dibayangkan."


Ternyata di dalam relix kuno sangat indah, banyak tanaman obat yang tumbuh subur di sana.


Qinli memegang salah satu tanaman obat, "Semua tanaman dan pohon di sini mengandung energi spiritual yang sangat tinggi."


Begitu pula dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat. Sebagian besar mereka memegang dan mengagumi tanaman herbal yang berada di sana. Seperti Kakek Qin Badao yang memegang tanaman jamur besar berwarna cokelat tua.


"Di sini adalah tempat paling sempurna untuk meracik obat dan berkultivasi," ucap Kakek Badao.


Sementara Tetua Keempat memegang bunga kuning di sana. Karena mendengar ucapan dari Kakek Badao, Qinli jadi berpikiran sesuatu.


"Benar juga! Coba aku racik beberapa obat di sini, mungkin bisa bermanfaat untuk ke depannya."

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


Di luar prasasti tepatnya di dalam relix kuno bagian luar, ada beberapa para petarung dan prajurit di sana. Mereka dipimpin lelaki bertopeng kuning yang beberapa hari telah menyerang Qinli saat menyelamatkan Kakek Qin Badao.


Orang yang menunjukkan tentang keberadaan relix kuno tersebut adalah Qin Xiaotian.


"Di sinilah tempatnya!"


Lelaki bertopeng tersebut bersiap untuk memasuki relix tersebut dengan kekuatannya.


"Setelah menunggu selama bertahun-tahun, akhirnya aku akan masuk!" ucapnya sambil mengarahkan tangannya ke depan.


Sedangkan dua orang di belakangnya memberinya selamat.


"Selamat Kepala Keluarga."


"Selamat Kepala Keluarga."


Lelaki bertopeng tersebut kemudian menyuruh seluruh pengikutnya untuk mencari keberadaan Qinli.


"Kalian pergilah cari Qinli, aku masih ada urusan yang harus aku kerjakan!"


"Baik!" ucap mereka patuh.


Setelah semuanya pergi, lelaki bertopeng tersebut mulai menggunakan kekuatannya untuk mencoba masuk ke dalam prasasti. Tetapi tiba-tiba ia menghentikan aksinya.


"Ini ...."


TAP ... SSHH ....


Ia menarik kembali kekuatannya.


"Aku tidak menduga hal ini ...."


Tiba-tiba prasasti itu memancarkan aura hijau, hingga membuat lelaki bertopeng tersebut terpaksa menghilang dari sana.


"Cepat sekali mereka keluar!"


Beruntung saat Qinli dan yang lainnya keluar dari dalam prasasti lelaki bertopeng itu sudah menghilang. Benar saja Qinli dan yang lainnya akan pergi mencari kera raksasa.


Qinli menoleh, "Kita sudah menghabiskan banyak waktu di dalam sana, ayo kita segera pergi mencari kera raksasa api."


"Iya," ucap Qingyin senang.


Dari balik dinding lelaki bertopeng tersebut mengumpat.


"Kelihatannya mereka mendapatkan sesuatu! Sial!"


Sementara itu Qinli yang lainnya sudah berjalan pergi menjauh.


...WUSH...


Setelah memastikan Qinli pergi, lelaki bertopeng tersebut mendatangi kembali prasasti tadi.


"Lebih baik aku masuk dulu dan memeriksa," ucapnya.


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2