MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 173


__ADS_3

"Kalau dihitung-hitung, seharusnya Xing'Er akan segera keluar dari Alam Rahasia," ucap Gu Tian.


Lalu seorang kakek tua berkepala plontos berjenggot putih ikut berkomentar.


"Ketika Tetua Kedelapan dan Tetua Ketujuh dan yang lainnya kembali ... pada saat itu, tidak ada lagi yang namanya Keluarga Qiao," ucapnya bangga.


Semua orang di dalam ruangan tersebut tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha ...."


Mereka sangat senang melihat kehancuran Keluarga Qiao. Di saat semua orang bahagia akan rencana mereka, secara tidak sadar Kepala Keluarga Qiao sudah berada di ambang pintu.


"Apa yang membuatmu begitu senang, Kak Gu?"


Salah satu pelayan dengan wajah pucat pasi menghadap Gu Tian untuk melapor.


"Tuan, Kepala Keluarga Qiao memaksa untuk masuk, saya tidak dapat menghentikannya."


Dengan memasang wajah berpura-pura, Gu Tian menyambut hangat kedatangan Kepala Keluarga Qiao.


"Kak Qiao dan aku berteman baik. Datang ke Kediaman Keluarga Gu sama seperti pulang ke rumah sendiri, tidak perlu dihentikan. Kau undur saja dulu!"


"Baik!"


Akan tetapi Gu Tian paham jika kedatangan Kepala Keluarga Qiao dengan maksud tidak baik.

__ADS_1


"Dia datang dengan maksud tidak baik, aku harus waspada," gumam Gu Tian.


"Tuan Qiao sangat jarang bisa datang kemari, kenapa tiba-tiba ada waktu untuk mampir?" ucap Tuan Gu.


"Tuan Gu suka bercanda. Beberapa hari lalu, aku keluar berburu dan aku menangkap seekor binatang spiritual yang sangat lezat."


"Aku datang kemari karena ingin berbagi daging binatang spiritual dengan Tuan Gu dan para tetua lainnya," ucap Kepala Keluarga Qiao dengan tersenyum.


Kepala Keluarga Qiao menoleh ke arah orang di dalam sana.


"Ke mana Tetua Ketujuh dan Tetua Kedelapan? Mereka tidak boleh melewatkan kelezatan binatang spiritual ini."


"Ha ha ha, Tetua Ketujuh dan Kedelapan sedang sibuk bekerja, mereka tidak dapat ikut menikmati daging ini," ucap Tuan Gu.


Seketika aura tenaga dalam Kepala Keluarga Qiao memancar keluar, aura berwarna biru memenuhi tubuhnya. Tangannya menggenggam pedang panjang miliknya.


Tiba-tiba saja salah satu Tetua marah dan menggebrak meja.


"Tuan Qiao sepertinya sedikit keterlaluan! Apakah kami perlu melapor padamu apa yang kami kerjakan!" gertaknya sangat terlihat marah.


...BAM...


...SWOOSH...


Tidak perlu menunggu waktu yang lama, Kepala Keluarga Qiao menyerang salah satu Tetua tersebut. Tanpa terlihat takut, Kepala Keluarga Qiao membalas ucapannya.

__ADS_1


"Aku sedang berbicara dengan Gu Tian! Kau pikir kau siapa berani menyela pembicaraan kami?"


Kedua Tetua yang lain dari pihak Keluarga Gu ikut marah dengan kejadian itu.


"Qiao Feng! Apa kau sedang memulai peperangan dengan Keluarga Gu?"


Dari sisi belakang Tuan Gu terlihat santai menanggapi hal itu.


"Tuan Qiao masih saja temperamen seperti dulu, ya?"


"Namun, jika kau tidak bisa mengontrol dirimu sendiri, takutnya kau tidak akan punya kesempatan untuk melihat mayat putramu!"


Di saat yang bersamaan, di Alam Rahasia Canglan.


Saat ini Qinli sedang melakukan semedi. Ia ingin mengembalikan kondisi tubuhnya agar kembali fit. Dari balik pohon terlihat Nona Ling'Er yang sedang mengintip dan memperhatikannya sejak tadi. Lalu sesaat kemudian terdengar sesorang yang memanggil mereka.


"Tuan Qin, Nona Ling'Er sudah waktunya kita pergi!" seru salah satu prajurit dari kejauhan.


"Tanaman spiritual yang diberikan oleh Nona Lin sangat bermanfaat. Lukaku sudah sepenuhnya sembuh dan aku merasa akan segera membuat terobosan," gumam Qinli.


Merasa ada yang mengawasi sedari tadi, Qinli menoleh.


"Hm ...."


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2