
Wu Tianxing merasa harus bisa bertahan saat itu. Melihat kondisi yang sangat genting, ia membuat tameng dengan pedang miliknya.
"A-aku ...."
"Tidak akan kalah dari sampah peringkat terakhir sepertimu!"
Siluet naga berwarna kuning kehijauan siap melahap Wu Tianxing. Itu artinya kekuatan Qinli jauh lebih tinggi berada di atasnya.
"Mustahil! Tidak mungkin aku bisa kalah oleh sampah peringkat terakhir!"
Garis cermin yang sedari tadi menyelimuti Qinli dan teman-temannya kini perlahan mulai hancur. Saat ini Qinli justru mengkhawatirkan kondisi alam sekitarnya.
"Gawat! Kekuatannya terlalu dahsyat, ruang waktu di sini akan hancur!"
Benar saja, beberapa saat kemudian Qingli hampir saja terlempar kalau saja ia tidak berpegangan erat pada pedang Shi-Tian yang ditancapkan olehnya ke daratan. Barang-barang yang berada di belakangnya tertarik oleh mesin waktu.
"Celaka, tidak sempat melarikan diri!"
Dari langit muncullah siluet seekor naga berwarna kuning kehijauan yang meluncur ke arah Qinli dan pedang Shi-Tian. Keduanya terhempas ke kanan dan kiri siluet tersebut. Rantai berwarna merah darah masih mengelilingi sebuah tebing. Seolah menjadi jalan menuju langit.
Dari belakang bukit, terlihat seorang kakek tua yang mengamati Qinli dari kejauhan. Petir yang muncul dari langit itu seolah menyatu dalam satu titik. "Petir dari langit ... orang yang datang ke dunia ...."
"Akankah ramalan itu akan menjadi kenyataan ...."
Di sisi lain, Qinli dengan kondisi wajah yang babak belur masih mengamati lingkungan sekitarnya. Seolah sedang membaca keberadaaan dan dimana saja musuh-musuhnya.
"Tempat ... apa ini?"
Saat Qinli sedang berusaha untuk bangkit, pergerakannya semakin sulit, "Gravitasi yang begitu kuat."
Qinli memandangi daerah di sekelilingnya. Masih tampak asing dan begitu lain. Banyak tebing-tebing yang dililit oleh rantai berwarna kemerahan.
"Kekuatan spiritual di sini hampir tidak ada, jangan-jangan di sini adalah daratan tingkat rendah?"
Langit yang berwarna kemerahan, pohon-pohon yang tampak mengering memperkuat dugaan Qinli tersebut. "Hm."
Perlahan Qinli bisa merasakan jika kekuatannya melemah. Ia memperhatikan dengan seksama kedua tangannya. "Kekuatan spiritualku sedang menghilang!"
SRASH
Tiba-tiba saja terdengar suara dari sebelah bukit. Dengan cepat Qinli menoleh, "Siapa?"
Ternyata bunyi tersebut dari Wu Tianxing yang sedang bersandar pada dinding bukit.
"Wu Tianxing! Kau ternyata belum mati!"
__ADS_1
"Langit sungguh membantuku, aliran turbulen ruang waktu menyerap kekuatan seranganmu itu. Kalau tidak, aku pasti akan mati di tanganmu!"
"Jurusmu itu memerlukan banyak kekuatan spiritual, 'kan? Sekarang kekuatan spiritualmu sisa berapa, ya?"
Rupanya Wu Tianxing sedang bersiap untuk menyerang kembali Qinli. Ia mengerahkan kekuatannya, sementara itu Qinli menanggapinya dengan santai.
"Meski kekuatan spiritualku tinggal sedikit, tapi kusarankan jangan gegabah!"
"Tidak usah menggertakku! Pil pengubah nasib adalah milikku ...."
Rupanya di belakang Qinli muncul seekor beruang yang melindunginya. Sehingga mampu menghalau serangan dari Wu Tianxing. Tentu saja hal itu membuatnya marah.
"Hmph! Seekor binatang sialan juga berani mendekatiku!"
BAM
Benar saja beruang itu benar-benar melindungi Qinli.
"Matilah!" ucap Wu Tianxing sambil mengarahkan pukulannya pada perut beruang tersebut.
Beruang itu tampak diam, sebelum akhirnya ia pun mengaum keras. "GROAR!" Lalu sesaat kemudian mulai menyerang balik Wu Tianxing.
Rupanya pukulannya tepat mengenai salah satu mata Wu Tianxing hingga ia terhempas.
"Ba-bagaimana mungkin!"
Akhirnya beruang itu yang membuat beruang itu babak belur. Sementara itu Qinli hanya melihat dari kejauhan.
"Aih-rasakan itu!"
Setelah menghajar Wu Tianxing, kini giliran beruang itu menargetkan Qinli. Dari sorot mata yang berbinar terlihat jika beruang itu sedang ingin melemaskan ototnya.
"Yang benar saja, cepat sekali langsung menargetkan aku!"
Benar saja, sesaat kemudian, beruang itu sudah melompat naik untuk menghajar Qinli. Ia hanya bisa menghela nafas sambil membatin, "Kekuatan spiritualku sudah habis, kelihatannya hanya bisa melawan dengan kekuatan fisik!"
Belum sempat Qinli diserang, dari kejauhan muncul sebuah serangan dengan target perut beruang. Benar saja, beruang itu langsung terhempas jauh meninggalkan Qinli dan terbentur dinding bukit.
Sesaat kemudian terdengar suara tepuk tangan dari belakang tubuh Qinli. Ia pun menoleh untuk melihat siapa yang baru saja menolongnya barusan.
"Kekuatan fisik Anda lumayan hebat!"
Qinli masih terbengong melihat seorang prajurit di belakangnya itu. "Aku tidak menyadari keberadaannya!"
"Sebentar, tubuh orang ini sama sekali tidak ada kekuatan spiritual?"
__ADS_1
Lelaki itu langsung mengenalkan dirinya. "Aku Chen Fan, dipercayakan oleh Tetua untuk menyambut Anda!"
Lelaki itu tampak sopan. Bahkan ia memberikan hormat pada Qinli. Hal yang sama juga dilakukan oleh Qinli.
"Aku Qinli. Aku tiba di sini karena aliran turbulen ruang waktu, seharusnya aku tidak mengenal Tetua yang kau bilang!"
"Orang ini kelihatannya tidak ada niat jahat, tapi bisa menemukan kami tanpa mengeluarkan suara berarti kekuatannya tidak selemah itu."
Tanpa sempat bergerak, tiba-tiba saja lelaki itu sudah berada di depannya dan memegang tangan Qinli dalam sepersekian detik. Tentu saja Qinli terkejut.
"Orang asing, ya? Kebetulan orang yang kami cari adalah Anda!"
"O-orang asing!" ucap Qinli terbata.
Beberapa saat kemudian, Qinli sudah dibawa terbang menggunakan burung rajawali yang sangat besar. Melintasi cakrawala di dunia itu. Selama perjalanan, lelaki itu menjelaskan beberapa poin penting pada Qinli.
"Seharusnya Anda sudah tahu soal kekuatan spiritual daratan ini ...."
Qinli pun menanggapi ucapannya.
"Benar, kekuatan spritualku menghilang setiap menit, setiap detik. Seperti ada semacam kekuatan yang sedang menyerap kekuatan spiritualku ...."
Orang itu kemudian menunjukkan ke atas. Rupanya di atas sana ada sebuh simbol yang mereka sebut segel.
"Karena daratan ini disegel!"
"Disegel?"
"Benar. Semua kekuatan spiritual di daratan ini diserap habis oleh rantai yang mengelilingi daratan ini!"
Qinli pun mulai memikirkan perkataan Chen Fan. "Daratan disegel? Sumber kekuatan Huangdi disegel ... apa ini sebuah kebetulan?"
"Karena semua prajurit di daratan ini tidak dapat melatih kekuatan spiritual, dan hanya bisa melatih kekuatan fisik."
"Jadi tidak dapat meninggalkan daratan ini dan hanya bisa terjebak di sini."
"Tapi, daratan ini punya ramalan yang telah diturunkan sejak jaman kuno, saat hari petir dari langit tiba ...."
"Akan muncul seseorang dari langit yang dapat menghancurkan segel daratan ini ...."
Insting Qinli sudah tidak terlalu enak. Apalagi jika dikaitkan dengan kehadirannya maka hal itu sama persis.
"Pantas saja dia menganggapku sebagai penyelamatnya?"
Beberapa saat kemudian, Chen Fan mulai melompat dari burung rajawali raksasa tersebut. "Kita sudah sampai!"
__ADS_1
Rupanya kedatangan Qinli sudah ditunggu oleh Tetuanya. Chen Fan membungkuk hormat ke arah Tetua. "Tetua, hamba sudah membawanya ke sini, hamba undur diri dulu!"
Tiba-tiba saja Qinli marah dan mengepalkan tangannya karena mengenal Tetua mereka, "Kau!"