
"Waktu di pulau, kalau bukan aku melepaskanmu apa kau pikir kau bisa meninggalkan tempat itu hidup-hidup."
Kepala Keluarga Huang menoleh, tetapi tubuh Nona Mo Yao sulit digerakkan. Sepertinya Kepala Keluarga Huang sengaja mengunakan ilmu tenaga dalamnya.
"A ... aku tidak bisa menggerakan tubuhku!" ucap Nona Mo Yao.
Qinli yang melihat hal tersebut, menajamkan pandangannya ke arah Kepala Keluarga Huang.
"Sebenarnya apa yang dia inginkan? Pasti tidak mungkin demi eliksir api."
"Masalah waktu itu masih belum diselesaikan!"
"Tidak disangka Keluarga Qin Kuno semakin lemah, sampai-sampai hanya mengandalkan kalian berdua untuk bertarung, sungguh memalukan!" ucap Kepala Keluarga Huang sambil menyerang Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat.
...BANG!...
Sesaat kemudian Kakek Qin Badao menyerang Kepala Keluarga Huang, tetapi ia berhasil menghalaunya. Hanya dengan mengepalkan tangannya Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat terlempar ke belakang.
"Ugh, argh!"
Di sisi lain Nona Mo Yao terluka parah, Qingyin yang iba segera mendekatinya.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Tenang saja, aku tidak akan mati!"
Qinli yang jengah segera menggertak Kepala Keluarga Huang, "Siapa kau sebenarnya!"
Kepala Keluarga Huang malah bersikap acuh, "Coba, tebak!"
Kakek Qin Badao bangkit bersama Tetua Keempat.
"Hanya ada satu orang di dunia ini yang tidak dapat aku dan Tetua Keempat kalahkan meski bekerja sama melawannya."
"Dia adalah Hong Ming!" ucap Kakek Qin Badao.
"Hong Ming?" ucap Qinli dan Qingyin secara bersamaan.
"Benar."
Kakek Qin Badao langsung berlutut dan menggambarkan formasi susunan Keluarga Huang di lantai.
"Benar!" teriaknya kemudian.
Sementara itu Hong Ming tersenyum bangga.
"Kultivator independent Hong Ming adalah prajurit tertinggi di Keluarga Tersembunyi. Dia sudah hidup selama lebih dari dua ratus tahun!"
"Di bawahnya adalah Keluarga Qin dan Keluarga Huang, lalu ada keluarga kecil seperti Keluarga Zhuge."
"Selamat tebakanmu benar! Tapi kau hanya benar setengah!"
"Aku adalah Hong Ming!"
"Selain itu, aku adalah pemimpin Qingtang sekaligus Kepala Keluarga Huang! Tidak peduli dunia tersembunyi maupun dunia sekuler, semuanya berada di dalam genggamanku."
"Kalau begitu orang tuaku ...." ucap Qinli.
"Aku juga yang melakukannya!"
__ADS_1
"Aku yang memancing mereka masuk ke relix kuno, aku juga yang memerintahkan orang-orang untuk membunuh mereka dan semua yang terjadi padamu juga sengaja direncanakan olehku!"
Hong Ming memegang kepala Chu Zitan.
"Oh iya! Masih ada lagi, gadis ini adalah bonekaku, dia sudah ku ubah, sekarang hanya mendengarkan perintahku!"
"Keterlaluan!"
Kini amarah di dalam tubuh Qinli memuncak, kekuatan tenaga dalamnya memancar sempurna. Qinli mengepalkan tangannya dan langsung menyerang Hong Ming tepat di bagian dadanya. Sayang, pukulannya berhasil di tangkap dengan satu tangan oleh Hong Ming.
"Beri tahu aku, bagaimana caranya kau bisa masuk ke prasasti batu itu?"
"Pergi tanya raja iblis!" ucap Qinli sambil mengarahkan tangan kirinya ke tubuh Hong Ming.
Tanpa Qinli sadari Chu Zitan merobek dada Qinli dengan cakaran tangannya. Dari belakang Qingyin berteriak ke arahnya, "Zi ... tan!"
Tanpa ekspresi Chu Zitan menarik kukunya dari tubuh Qinli, akibatnya darahnya memancar keluar dengan sangat banyak. Mereka tidak menyangka Zitan bisa bertindak seperti itu pada kakak iparnya.
"Suamiku!" teriak Qingyin lalu mendekati suaminya yang sudah jatuh terkapar.
Sementara itu Hong Ming tertawa akan keadaan Qinli.
"Mati begitu saja? sungguh membosankan!"
Entah sejak kapan Hong Ming memegang tubuh Qingyin dan menggertaknya.
"Kau sendiri yang datang mencari masalah."
Qingyin tentu meronta agar bisa lepas dari tangan Hong Ming, "Brengsek! Lepaskan aku!"
Hong Ming memukul leher Qingyin hingga pingsan lalu menggendongnya.
"Ayo pergi!" ajaknya pada Chu Zitan.
Chu Zitan yang patuh hanya menurut pada Tuannya," Baik Tuan!"
Setelahnya Hong Ming menurunkan perintah pada tentaranya yang masih tersisa.
"Anak-anak bersenang-senanglah dengan mereka!"
...ROAR!"...
...ROAR!"...
...ROAR!"...
Di tempat itu tinggal bersisa, Kakek Qin Badao, Tetua Keempat, Nona Mo Yao dan tubuh Qinli yang sekarat. Tentara yang sudah bermutilasi itu bersiap menghabisi mereka.
Nona Mo Yao menahan tubuh Qinli, sambil ia bertanya pada Qinli.
"Di mana pil yang bisa menyelamatkan nyawa itu!"
Qinli yang sekarat tidak menjawab pertanyaan Nona Mo Yao. Dengan tersengal ia mengatakan sesuatu pada Nona Mo Yao.
"Energi ... spiritual ... Zitan ... sedang menggerogoti ... jantungku!" ucapnya dengan mata semakin menghitam."
...ROAR!"...
...ROAR!"...
__ADS_1
...ROAR!"...
Kini Tetua Keempat dan Kakek Qin Badao yang sedang melawan mereka.
"Jumlah mereka banyak sekali!"
"Pergi!" ucap Qinli sebelum ia benar-benar menutup mata.
Tangan Qinli terjatuh ke lantai, matanya tertutup sempurna, darahnya sudah banyak yang terbuang. Nona Mo Yao yang panik segera berteriak.
"Qinli!"
Kakek Qin Badao menoleh ke arah Qinli, meratapi nasibnya karena lalai menjaga putranya.
"Aku sungguh tidak berguna, tidak bisa melindungi putra Yale!"
"Sial! Aku akan bertarung dengan kalian sampai akhir!" teriak Kakek Qin Badao bersiap melawan tentara dari Hong Ming.
Tetua Keempat menoleh ke arah Nona Mo Yao, "Nona, bawa Qinli pergi."
Belum sempat Nona Mo Yao membawa Qinli pergi, sesuatu terjadi di sana.
"Ada apa ini?" ucap Nona Mo Yao terkejut.
Ternyata darah Qinli mengalir dan membasahi sebuah formasi yang terpahat di lantai tersebut. Suara bergemuruh tiba-tiba terdengar di sekitar relix kuno tersebut.
...WUNG!...
...WUNG!...
...WUNG!...
Kakek Qin Badao menoleh ke arah mereka. "Ada apa? Apa yang terjadi?"
Tetapi suara bergemuruh tadi terus berlanjut hingga saat ini dan semakin tidak terkendali.
...WUNG!...
...WUNG!...
...WUNG!...
Tiba-tiba bebatuan yang mengelilingi tempat relix kuno tersebut berjatuhan dan hancur.
...BOOM!...
Dari bebatuan tersebut ternyata banyak berisi para petarung kuno yang telah tertidur beberapa tahun yang lalu. Sepertinya mereka terkunci karena formasi rahasia yang tidak sengaja terbuka karena terkena darah Qinli.
...KRAK!...
...KRAK!...
...KRAK!...
Benar saja, bebatuan berwarna biru langit itu terpecah dan dari dalam sana muncul para petarung kuno. Jumlah mereka bukan hanya satu melainkan lebih dari satu petarung. Kini mereka sudah membuka mata. Lalu siapakah yang akan mereka tolong saat ini? Apakah Qinli atau Hong Ming?
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...
...Tunggu up selanjutnya hari MINGGU ya....