
Happy reading all😎
.
.
Qinli memandang rendah Wei Tiansheng.
"Barusan Anda mengatakan bahwa Anda akan memimpin kami semua untuk melawan keluarga tersembunyi, konyol sekali!"
"Aku dengar mereka tidak pernah ikut dalam pertempuran masyarakat, lalu kenapa kau repot-repot ingin melawan mereka?" tanya Qinli penasaran.
"Sebenarnya semua orang yang di sini paham betul kalau aliansi itu hanya bohongan belaka, nyatanya kau meminjam kesempatan ini untuk menguasai kami! Hanya saja mereka tidak berani menyinggungmu!"
"Ka ... ka, kau ...." ucap Wei Kaiyuan tergagap.
Ia tak menyangka Qinli secerdik itu.
"Ucapanmu terdengar sangat muluk, bukankah kau hanya mencari alasan untuk membunuhku? Asalkan aku mati, tidak ada yang berani menentang aliansimu, begitu bukan?"
Qinli benar-benar membuka fakta yang sebenarnya. Hingga membuat Wei Kaiyuan benar-benar marah pada Qinli. Kini ia pun bersiap untuk menyerang Qinli.
"Tidak perlu banyak omong kosong! Lihat jurusku ini!" teriaknya.
"Pedang kobaran api!"
...SWIISH .......
Jurus yang dikeluarkan Wei Kaiyuan menyamai sebuah pedang panjang yang siap menghunus Qinli. Sayang, Qinli menahannya dengan pedang Zhanlu miliknya.
"Energi spiritual yang kuat!" batin Qinli.
"Aku masih berada di level awal master, tapi Wei Kaiyuan sudah berada di level puncak master!"
"Aku akan berjuang semampuku!" teriak Qinli.
Qinli mengarahkan pedang Zhanlu ke arah Wei Kaiyuan.
"Pilar kekuatan langit!"
Jurus dari Wei Kaiyuan hancur karena jurus dari Qinli barusan.
"Jurus ini bisa memecahkan jurus pedang kobaran apiku?"
Qinli benar-benar bisa melawan kekuatan dari jurus yang dilancarkan oleh Wei Kaiyuan terhadapnya.
KRAK ... KRAK ....
Terdengar suara dinding aula pertemuan itu tidak kuat menahan serangan dari kekuatan para master tersebut. Bahkan membuat para hadirin di sana ketakutan.
"Gawat, rumah ini akan runtuh!"
"Cepat lari!"
Benar saja dalam sekejab mata, atap-atap bangunan mulai berjatuhan ke lantai, hingga membuat dentuman yang keras di sana. Para tamu tadi sudah berlarian keluar.
BANG ... BUGH ... KRAK ....
Suara atap yang berjatuhan membuat mereka ketakutan pada wajah para tamu undangan.
"Duel antara master sangat menakutkan!"
"Cepat lari, cepat lari!" teriak mereka.
Tapi lain halnya dengan Wei Nuannuan yang malah melawan arus dan masuk ke dalam aula untuk menemui kakaknya, Wei Kaiyuan.
"Kalian berdua berhenti! Rumah ini sebentar lagi akan roboh karena kalian!" teriak Wei Nuannuan sambil berlari.
"Nuannuan! Untuk apa kau datang kemari? Cepat kembali!" teriak Wei Kaiyuan.
Qinli berbalik lalu berlari ke arah Wei Nuannuan.
__ADS_1
"Wei Nuannuan!"
Hingga membuat Wei Kaiyuan berteriak khawatir.
"Jangan menyakitinya!"
"Ja ... Jangan!" teriak Wei Nuannuan saat melihat Qinli hampir menabraknya.
"Awas!" teriak Qinli.
...BANG!...
Satu puing bangunan terjatuh tepat di sebelah Qinli dan Wei Nuannuan. Sekali lagi Wei Nuannuan diselamatkan oleh Qinli.
"Kau tidak apa-apa, 'kan?"
"Argh ...."
Wei Nuannuan membuka matanya, tepat berhadapan dengan Qinli.
"A ... aku baik-baik saja! Terima kasih telah menyelamatkanku sekali lagi," ucap Wei Nuannuan.
"Kalau begitu, bisakah kau bangun dariku sekarang?" tanya Qinli.
Dengan malu-malu dan wajah memerah, Wei Nuannuan bangun dari tubuh Qinli, ia pun membuang muka darinya.
"Ah, maaf."
Ternyata setelah berguling-guling saat menyelamatkan Wei Nuannuan, posisi Qinli berada dibawah tubuh Wei Nuannuan.
Wein Kaiyuan mendekati adik tersayangnya itu.
"Nuannuan, kau kenal dengan bocah ini?"
Mendengar kakaknya memanggil, Wei Nuannuan secepatnya berdiri. Lalu ia pun memarahi kakaknya karena berkelahi dengan Qinli.
"Kau tidak tahu, 'kan! Kalau Wei Jingluan, si tua brengsek itu menjebakku dan aku hampir dimakan oleh ular berkepala tiga. Untung ada Tuan Qin yang menyelamatkanku."
"Wei Jingluan, si tua brengsek itu, beraninya mencelakai adik tersayangku! Dimana dia? Akaan kubunuh dia!"
Wei Kaiyuan tampak sangat marah pada Wei Jingluan. Terlihat jelas amarah itu di wajahnya saat ini.
Kenyataan saat mengetahui bahwa Wei Nuannuan dan Wei Kaiyuan adalah saudara sedarah membuat Qinli terkejut.
"Mereka bersaudara?"
Dengan wajah menyebalkan Wei Nuannuan memberi tahu keadaan Wei Jingluan pada kakaknya.
"Dia membuat dirinya mati karena emosi ....!"
"Oh? Benarkah?" ucap Wei Kaiyuan tak percaya.
"Belakangan ini aku sangat sibuk, jadi tidak terlalu memperhatikan masalah ini, toh dia juga sudah tidak berguna lagi! Maksudku dia juga sudah hidup lumayan lama, jadi ...."
Setelah menjelaskan semuanya, Wei Nuannuan mengubah mimik wajahnya menjadi paling imut untuk meluluhkan hati kakaknya Wei Kaiyuan.
"Kakak, karena Tuan Qin telah menyelamatkanku, maka jangan mempersulitnya lagi!" ucap Wei Nuannuan sambil memohon.
"Baiklah, karena kau telah memohon untuknya, maka aku akan melepaskannya!"
"Yeay! Aku tahu kakak menyayangiku," teriak Wei Nuannuan sangat bahagia.
Sementara batin Wei Kaiyuan tetap tak menerima hal ini. Di dalam hatinya berkecamuk banyak sekali pertanyaan.
"Bocah ini punya Pedang Zhanlu milik keluargaku. Jika aku terus melawannya, pasti akan berakhir imbang."
"Terlebih lagi, aku juga akan malu kalau sampau ketahuan orang lain."
"Tuan Jiang, ayo kita pergi!" ajak Qinli sambil menoleh pada Wei Nuannuan.
"Bagaimanapun, aku sudah menghancurkan aliansi Keluarga Wei. Bisa dibilang tujuanku telah tercapai, anggap saja memberi muka pada Wei Nuannuan," batin Qinli.
__ADS_1
"Tuan Jiang ...."
"Tuan Jiang ...."
Qinli mencoba memanggil Tuan Jiang, ternyata dia sedang terpesona pada Wei Nuannuan, pantas saja panggilan dari Qinli tak dihiraukan olehnya.
Qinli membuang nafasnya karena kesal.
.
.
🍃 Malam harinya.
Karena pertempuran semalam membuat Qinli ingin segera meningkatkan ilmu tenaga dalamnya.
"Setelah menyelesaian latihan bab satu, metode ini menjadi lebih cocok denganku ...."
Qinli sedang duduk bersila di atas ranjangnya. Kitab miliknya melayang tepat di hadapannya. Tanpa menyentuhnya, setiap halaman dari buku itu terbuka dengan sendirinya.
...**Bab dua...
..."Metode Pikiran Tatanan Surga**"...
...dua kali pencapaian...
...Melepas energi untuk membentui cakar naga. Mengumpulkan seluruh energi spritual di sekitar....
Setelah sepenuhnya menguasai bab pertama, bab kedua pun muncul dengan sendirinya," batin Qinli.
Kedua matanya terus memperhatikan buku itu secara seksama.
"Namun, tangan kiri yang di depan atau tangan kanan?"
...WUSH ......
Energi di sekitar Qinli terserap sempurna ke dalam tubuh Qinli.
"Ternyata jurus ini bisa menyerap energi spiritual dari langit dan bumi!"
Qinli bahagia akan pencapaiannya kali ini.
🍃Sementara itu di tempat lain ....
...⚜⚜⚜...
...Paviliun Rahasia Kelurarga Wei....
"Tetua! Maaf telah membuatmu menunggu lama! ucap Wei Kaiyuan dengan penuh rasa hormat.
Lalaki tua berjaket coklat itu menoleh ke arah Wei Kayuan.
"Tidak disangka, rapat Keluarga Wei diluncurkan oleh seseorang bocah tengik! Hahaha, benar-benar luar biasa!"
"Mereka itu tidak tahu berterima kasih, aku sudah mengurus prajurit elit dari Keluarga Wei untuk menghabisi mereka!"
"Tapi bagaimanapun, Qinli adalah seorang Master. Sekarang ini tidak ada satu pun dari Keluarga Wei kecuali diriku yang bisa menandinginya," ucap Wei Kaiyuan sombong.
Lalu ia pun menunduk.
"Aih, aku sangat mengagumi bakatnya, dan tidak ingin membunuhnya. Tapi untuk kebaikan kita semua, dia harus dihabisi! Itu sebabnya aku meminta bantuan Anda untuk membunuhnya!"
"Hmm, baik! Kalau begitu aku akan pergi menemuinya."
"Kemampuan aktingmu sangat membuatku kagum! Kau bilang ingin melawan Keluarga Tersembunyi, tapi kau tetap berhubungan dengam kami secara diam-diam, hahaha!"
"Dasar tua bangka! Pergilah bertarung dengannya sampai salah satu diantara kalian mati! Kelak aku akan menghabisimu dan memusnahkan keluarga tersembunyimu!" batin Wei Kaiyuan.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...