
"Pil ini dapat membantu prajurit alam dewa mengumpulkan energi spritual dengan cepat dan meningkatkan kultivasinya!"
"Harga pembukaannya adalah satu pil level dua, setiap melakukan penawaran harga tidak boleh kurang dari satu buah pil level dua."
Dalam sekejap ruangan itu terdengar berisik, hampir semua pelelang di lantai satu menawar dengan harga lelangnya.
"Tiga buah pil level dua!"
"Lima buah!"
"Tujuh buah!"
"Satu buah pil level empat!"
Saat mendengar pil level empat, Qinli menoleh.
"Formula pil level empat? Baru level empat, memangnya sebegitu bernilainya? Bagaimana nilai tukar level antar pil dilakukan?" tanya Qinli terkejut.
Seketika pandangan Nona Ling'Er menjadi sangat marah terhadap Qinli. Bagaimana bisa ia mengatakan hal itu. Akhirnya, meski dalam keadaan marah, Nona Ling'Er tetap menjelaskan hal tersebut.
"Tentu saja pil tersebut berharga, pil level empat cukup untuk membantu prajurit alam dewa meningkatkan kultivasinya. Kalau soal tingkat pil ...."
Nona Ling'Er menjeda kalimatnya.
"Semakin tinggi kualitas pil, semakin banyak pil kualitas rendah yang dibutuhkan. Misalnya sepuluh buah pil level tiga sama dengan satu buah pil level empat."
"Tapi butuh dua puluh buah pil level empat baru setara dengan satu buah pil level lima ...."
"Begitu, ya," ucap Qinli sambil tersenyum kemudian.
"Pil level empat ini ternyata sangat berharga. Lalu kenapa sumber daya di dalam relix kuno begitu kaya?" gumam Qinli di dalam hati.
"Sepertinya kau tidak begitu tertarik dengan pil level empat ini, ya? Apa kau punya banyak pil di atas level empat?" tanya Nona Ling'Er.
"Iya!" ucap Qinli penuh percaya diri.
Seketika bola mata Nona Ling'Er berbinar.
"Apa kau adalah peracik obat? Level berapa?"
"Ini ... aku bisa meracik pil level enam, jadi aku termasuk peracik level enam?"
"Level enam? Kau adalah peracik obat level enam!" ucapnya terkejut.
Beberapa saat kemudian terdengar dari arah panggung, pemandu acara lelang mulai menjelaskan lagi tentang barang yang akan di lelang kembali.
"Berikut adalah barang lelang terakhir ...."
"Tanaman spritual level tujuh yaitu tanaman pembangkit spiritual ini adalah tanaman spiritual berkualitas tertinggi yang kami lelang di beberapa tahun terakhir ini!"
"Aku yakin beberapa tamu pasti datang ke sini demi tanaman spritual ini. Harga pembukaannya adalah satu buah pil level enam, setiap melakukan penawaran harga tidak boleh kurang dari satu buah pil level lima."
Tentu saja hal ini membuat para hadirin terkejut.
"Ha-ah! Tanaman spritual level tujuh? Harga pembukaannya satu buah pil level enam?" ucap mereka terkejut.
"Lima buah pil level lima?" gumam Qinli.
Qinli menoleh ke arah Nona Ling'Er.
__ADS_1
"Lima buah? Apa kau punya pil level enam?" tanya Qinli.
"Tentu saja ada, aku sudah mengumpulkan pil-pil ini selama beberapa tahun!" ucap Nona Ling'Er dengan raut wajah bahagia.
"Orang-orang di sini adalah orang kaya, kalau aku tidak membantumu, mungkin kau tidak akan mendapatkan tanaman spritual itu!"
"Pil-pil ini sangat berharga untukmu, simpan saja, aku akan mencari cara lain," ucap Qinli sambil mengusap kepala Nona Ling'Er.
"Tidak disangka gadis ini sangat perhatian, tapi gadis ini sangat perhatian. Tapi, aku tidak kekurangan pil level enam ini."
Ternyata para pelelang tidak sabar dengan penawarannya.
"Tujuh buah ...."
"Delapan buah pil level enam ditambah sepuluh pil level lima!"
Dari lantai dua, sekumpulan orang yang memakai topeng tadi juga melakukan penawaran.
"Lima belas pil level enam!"
Qinli sambil menoleh ke arah mereka.
"Sekumpulan orang itu lagi."
"Tamu kehormatan kami yang ada di lantai dua menawarkan lima belas buah pil level enam, apa masih ada orang lain yang mau mengajukan harga?"
"Lima belas buah?"
"Ternyata persaingan sesungguhnya ada di lantai dua!"
"Kalau tidak ada yang mengajukan harga lagi ... lima belas buah satu kali!"
Tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar penawaran yang lebih tinggi.
Dari sisi panggung terlihat seorang gadis yang datang bersama seorang kakek tua.
"Aku menawarkan dua puluh buah pil level enam."
Gadis cantik dengan memakai pakaian seorang kapten itu terlihat tenang saat melakukan penawaran. Dia adalah Han Xinxin, Nona besar dari Keluarga Han.
"Hmp! Hari ini aku datang dengan persiapan!"
Sekumpulan orang tadi melanjutkan penawaran yang lebih tinggi.
"Tiga puluh buah pil level enam!"
Namun, Nona Han Xinxin tidak menyerah, dia kembali melakukan penawaran yang lebih tinggi.
"Empat puluh!"
Dari bawah terjadi kehebohan akan ucapan Nona Han Xinxin tadi.
"Empat puluh?"
"Nilai empat puluh buah pil level enam setara dengan satu buah pil level tujuh!"
"Dia terlihat seperti gadis muda yang berasal dari daratan level tinggi."
Pimpinan sekelompok orang misterius itu tampak berdiskusi dengan anggotanya.
__ADS_1
"Pil kita tidak cukup ...."
Pimpinannya tampak marah akan hal itu. Ia bahkan mengebrak meja hingga teh yang berada di cangkir tumpah.
"Sial! Ini semua karena kedua wanita itu yang mengacaukan hal baikku ...."
"Ayo kita pergi! Karena cara biasa tidak mempan, maka ...."
Sesaat kemudian mereka segera berdiri dan meninggalkan area pelelangan. Lalu wanita pemandu lelang itu segera melanjutkan pelelangan kembali.
"Wanita ini sudah mengajukan harga empat puluh pil level enam, apa masih ada orang lain lagi?"
"Empat puluh buah satu kali ...."
Saat pemandu acara lelang mulai berhitung mundur, Qinli memikirkan cara agar ia bisa mendapatkan tanaman spiritual ini.
"Nona besar ini mengajukan harga dengan sangat tenang, aku harus mengajukan harga yang sangat tinggi ...." gumam Qinli.
"Empat puluh buah dua kali ...."
"Empat puluh buah tiga ka--"
"Dua buah pil level tujuh!"
Sontak saja semua orang yang berada di sana terkejut. Tidak terkecuali Nona Han Xinxin dan Nona Ling'Er.
"Level tujuh!"
Sesaat kemudian wanita pemandu lelang itu melihat ke arah Qinli.
"Tamu terhormat ini mengajukan dua buah pil level tujuh. Apa masih ada orang yang ingin menawar?"
Nona Ling'Er segera memastikan apa yang diucapkan oleh Qinli benar atau tidak.
"Penyelamatku, kau sungguh punya pil level tujuh?"
Penghitungan mundur segera dimulai.
"Dua buah pil level tujuh satu kali ...."
"Tentu saja ada!" ucap Qinli sambil tersenyum.
"Kau tidak mempermainkan mereka, kan?" tanya Nona Ling'Er dengan wajah cemas.
"Cara seperti ini tidak akan berhasil, mereka akan mematahkan kakimu!"
"Aku ...." ucap Nona Han Xinxin terjeda.
Ternyata pengawalnya menahan lengan Nona Han Xinxin agar ia menyudahi penawarannya.
"Nona! Harga ini melebihi nilai tanaman
spiritual itu, Nona harus menyerah!"
"Terlebih lagi, orang ini bisa mengajukan dua buah pil level tujuh. Itu artinya bukan orang biasa!"
"Oke, aku akan menyerah! Tapi aku ingin cari tau
siapa pria ini?"
__ADS_1
"Dua buah pil level tujuh tiga kali!"
"Mari kita ucapkan selamat kepada pria ini karena telah memenangkan tanaman level tujuh yaitu tanaman pembangkit spritual!"