
Qinli merasa bingung dengan keberadaannya saat ini. Terlebih saat ini kultivasi yang ia miliki belum sepenuhnya pulih karena tadi ia sempat menyegelnya.
Qinli melihat ke dalam tangannya, memastikan akan sesuatu hal. "Kultivasiku belum sepenuhnya pulih. Apakah karena pengaruh tiga jarum akupuntur tadi?"
Belum sempat Qinli mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, pintu kamar tersebut terbuka.
...KRIEETT .......
"Kau sudah bangun?" tanya salah seorang wanita cantik yang muncul dari arah pintu.
Wanita itu tersenyum melihat Qinli sudah siuman.
"Kau yang telah menyelamatkanku?" tanya Qinli.
"Iya, kau sudah pingsan semalaman! Kalau bukan karena beruntung bisa bertemu dengan kapal kami, kau pasti akan mati ...."
"Terima kasih telah menyelamatkanku. Namun, di saat kau menyelamatkanku, apakah kau melihat ada orang lain juga?" tanya Qinli penasaran.
"Tidak ada, kenapa?"
Qinli sempat kecewa dengan jawaban wanita tersebut, tetapi ia tidak boleh gegabah karena saat ini ia belum mengenal siapa pun.
"Tidak apa-apa, aku hanya asal bertanya," ucapnya sambil tersenyum.
Sesaat kemudian, Qinli menunduk, pikirannya berputar-putar tentang kemana teman-temannya tadi.
__ADS_1
"Jangan-jangan mereka bertiga dibawa pergi orang lain?"
"Tapi sekuat apapun pihak lawan, seharusnya mereka akan baik-baik saja jika mereka bertiga bekerja sama melindungi diri."
Gadis yang menolong Qinli kebingungan karena Qinli terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ia bahkan sampai melambai-lambaikan tangannya ke arah Qinli.
"Hei! Apa kau jadi idiot setelah tertidur lama?" tanya gadis itu penasaran.
Qinli tersadar karena ucapan gadis itu dan tersenyum ke arahnya.
"Dari penampilanmu, sepertinya kau bukan berasal dari daratan ini, kau berasal dari mana?"
"Bumi," jawab Qinli.
"Aih, lupakanlah! Kelihatannya kau tidak familiar dengan tempat di sini. Kalau begitu, akan aku perkenalkan padamu tempat kami."
Gadis tersebut segera menjelaskan tentang daratan yang mereka huni saat ini pada Qinli dengan penuh aura kebahagiaan.
"Sekarang kau berada di ruang sayap Keluarga Qiao di Kota Tianyong daratan Tianxia ...."
"Dan aku adalah Qiao Fei, Putri Keluarga Qiao."
Gadis itu tersenyum manis pada Qinli membuat kesan ramah di hati Qinli tidak sama dengan Tuan Muda Keluarga Lei yang sombong.
"Aku sudah selesai memperkenalkannya padamu, sekarang giliranmu, kenapa kau bisa muncul di ruang hampa?"
__ADS_1
"Aku tidak sengaja sampai di sini. Baru saja datang sudah bertemu dengan seorang pemuda yang agresif dan arogan, dia sudah menghancurkan kapalku."
"Aku pikir orang-orang di sini sama seperti pemuda yang arogan itu."
Mendengar ucapan Qinli barusan gadis tersebut sama sekali tidak tersinggung, melainkan ia malah tersenyum lalu mulai menceritakan semua yang ia ketahui.
"Tentu saja tidak. Pemuda yang kau temui itu seharusnya berasal dari daratan tingkat tinggi, kalau seperti kami yang berasal dari dataran tingkat yang lebih rendah, biasanya sangat ramah."
"Daratan juga mempunyai level yang berbeda?" tanya Qinli tidak percaya.
Baginya semua daratan sama saja, tetapi ternyata di ruang hampa setiap daratan mempunyai level masing-masing.
"Tentu saja, daratan sini dibagi menjadi sembilan level, level sembilan paling tinggi, level satu paling rendah. Biasanya orang-orang menyebut daratan level satu dan dua sebagai daratan sampah."
"Daratan Tianxia adalah daratan level tiga, merupakan daratan yang lumayan bagus."
"Semakin tinggi level daratan, semakin banyak energi spiritual dan semakin banyak juga tanaman spiritual dan obat spiritual. Orang-orang di sana juga akan lebih gampang berkultivasi."
"Mereka punya kultivasi tinggi, biasanya akan memandang rendah mereka yang berada di daratan level rendah."
"Pantas saja ...." ucap Qinli.
"Baiklah, biar aku tunjukkan padamu tempat-tempat di sekitar sini. Kau juga harus ceritakan padaku daratan tempat asalmu. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang sepertimu."
Tanpa aba-aba, wanita itu segera meraih tangan Qinli dan membawanya pergi. Tentu saja Qinli terkejut karena ia langsung menariknya ke luar kamar.
__ADS_1