
Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba. Kini Qinli dan Jiangjun sudah berangkat ke tempat dimana Keluarga Wei mengundang mereka.
...⚜⚜⚜...
...Bandara Keluarga Wei Bagian Barat....
Pesawat yang mereka tumpangi sudah landing. Saat mereka sampai, salah satu utusan dari Keluarga Wei sudah bersiap menunggu kedatangan mereka.
"Aku Niuyun, Kepala Pelayan Keluarga Wei. Apakah kalian berdua perwakilan dari Keluarga Jiang dan Keluarga Xu dari kota Shangjing?"
"Benar!" ucap Jiangjun memberi hormat.
Qinli kembali teringat akan perkataan Tuan Muda Xu yang memintanya untuk mewakili dirinya pergi.
"Bos, aku baru mengambil alih Keluarga Xu, masih ada banyak hal yang harus aku urus. Tolong wakili aku untuk pergi ke Rumah Keluarga Wei," ucap Tuan Muda Xu memberi hormat pada Qinli.
"Silakan, sebelah sini!" ucap pelayan itu sambil membalikkan badan.
"Orang-orang dari Keluarga Wei benar-benar menyebalkan! Bahkan seorang kepala pelayan pun bersikap begitu arogan," omel Jiangjun.
"Lihat dari gayanya saja aku sudah tahu!" ucap Qinli memandang jauh pelayan yang sudah berjalan meninggalkan mereka itu.
"Namun aku malah penasaran dengan Keluarga Wei ini."
...⚜⚜⚜...
...Keluarga Wei...
Ternyata sampai di Kediaman Wei, sudah banyak para tamu undangan yang hadir di sana. Terlihat dari kerumunan orang yang sudah berdiri di sebuah aula pertemuan.
"Heh! Berjalan memasuki rumah Keluarga Wei seperti sedang memasuki istana untuk bertemu kaisar," keluh Jiangjun.
"Wei Kaiyuan sengaja mengatur semua ini agar kita mendengar perintah dia!" ucap Qinli.
Mungkin karena terlalu lama menunggu, membuat orang-orang itu berkasak kusuk di sana.
"Kita sudah menunggu seharian di sini di mana Kepala Keluarga Wei?"
"Rumor mengatakan kalau Wei Kaiyuan orang sangat angkuh, sepertinya rumor itu benar," ucap yang lainnya.
Tiba-tiba saja Wei Kaiyuan sudah berdiri di depan mereka.
"Maaf, telah membuat kalian menunggu lama!" ucap Wei Kaiyuan saat menyapa para tamunya.
Tetapi aura yang mengelilinginya sangat terasa kuat, membuat para tamu seperti dihantam angin besar di aula pertemuan itu.
"Apakah ini aura yang dimiliki oleh master?"
"Sudah bertahun-tahun, keluarga besar kami selalu mendapatkan tekanan dan hinaan dari keluarga tersembunyi. Keluarga Wei ingin membentuk aliansi dengan kalian semua dan melawan mereka secara bersama-sama!" ucap Wei Kaiyuan dengan penuh semangat.
"Tentu saja sebagai yang terkuat dari empat master, sudah seharusnya menjadi ketua aliansi, apakah ada yang keberatan?"
Para tamu mulai berkasak kusuk tentang pengumuman barusan.
"Wei Kaiyuan berkata ingin melawan keluarga tersembunyi, tapi sebenarnya dia ingin menguasai kita dan menjadi bos besar!"
__ADS_1
"Jika kita menolaknya sekarang, mungkin kita tidak akan keluar dari pintu ini hidup-hidup ...."
"Itu benar!" ucap seorang pemuda di depan mereka sambil menoleh ke arah dua tamu yang sedari tadi berkomentar.
"Wu ... Wu Tianshi!" ucap mereka terkejut.
Kedua tamu tadi langsung memberi hormat pada Wu Tianshi.
Jiangjun yang melihat hal itu segera memberikan informasi pada Qinli dengan berbisik.
"Dia adalah Kepala Keluarga Wu, seorang Master ahli dalam ilmu sihir! Tidak disangka dia juga mengandalkan Keluarga Wei!" bisik Jiangjun.
"Orang itu kelihatan sangat muda, tapi sebenarnya umurnya sudah lebih dari enam puluh tahun, aura di tubuhnya itu ...." ucap Qinli.
"Sangat jarang bisa punya kesempatan untuk bergabung dengan Keluarga Wei," ujar Wu Tianshi.
"Aku rasa kalian semua pasti tidak ingin menjadi musuh kami, 'kan?"
Tiba-tiba di tengah para tamu, ada salah seorang pemuda yang berkomentar.
"Apa hebatnya bergabung dengan Keluarga Wei?"
"Wei Kaiyuan, hari ini aku kemari untuk memberi tahumu bahwa kami, Keluarga Yuwen tidak akan pernah mematuhimu!" ucapnya tegas.
"Hei bocah, beraninya kau menantangnya?" ucap Wu Tianshi menggertak.
"Hari ini aku akan membuatmu merasakan kekuatan yang dimiliki oleh seorang Master!"
Wu Tianshi langsung menyerangnya dengan ilmu hitamnya. Pemuda utusan Keluarga Yuwen menangkisnya dengan salah satu tangannya.
"Apa ini? Jangan menyentuhku!" ucapnya terkejut karena hewan itu semakin memakan daging tubuhnya.
Cacing itu memakan daging hingga tersisa tulang, di ambang hidupnya pemuda itu berteriak meminta tolong.
"Tolong! Tolong aku!" teriak pemuda itu.
"Argh!"
Tapi diantara mereka sama sekali tidak ada yang mau menolongnya hingga pemuda itu mati dan hanya tersisa tulang terngkoraknya saja. Sungguh kematian yang mengenaskan. Dalam sepersekian detik, serangan dari Wu Tianshi telah menghabisi nyawa pemuda itu.
"Dalam sekejab ... orang itu mati ....!"
"Ingat! Keluarga Wei tidak turun tangan karena dia murah hati, tapi aku bukanlah orang seperti itu," ucap Wu Tianshi.
Setelah itu Wei Kaiyuan berbicara di depan umum.
"Kalian semua jangan takut, tidak bersedia bergabung bersama kami juga tidak apa-apa, tapi tidak baik berbicara omong kosong karena akan menyinggung Wu Tianshi."
"Wu Tianshi sudah turun tangan membunuh orang, siapa yang berani menolak? Sekali mundur akan mati!"
"Mereka berdua dari awal sudah bekerja sama, kita sama sekali tidak punya pilihan."
Kedua wakil yang selalu berbisik dari tadi segera menyerahkan diri untuk ikut bergabung. Mereka berdua mengangkat tangan tanda setuju.
"Keluarga Wang dari Wilayah Barat Laut bersedia bergabung dengan Keluarga Wei ...."
__ADS_1
"Keluarga Feng dari Shangjing juga bersedia bergabung dengan Keluarga Wei ...."
Kemudian para utusan lain juga menyerahkan diri.
"Keluarga Wu dari pusat Shicuan bersedia bergabung."
"Kami, Keluarga Cheng juga bersedia."
"Kami juga ...."
Wei Kaiyuan tersenyum karena hampir semua utusan bersedia untuk bergabung.
"Kelihatannya semua keluarga yang hadir hari ini bersedia membentuk aliansi dengan Keluarga Wei, selamat datang," ucapnya bahagia.
Tiba-tiba dari tengah kerumunan itu ada satu tangan yang terangkat ke atas.
"Tunggu!"
"Jangan menghitungku ke dalam!"
Qinli tersenyum lalu berbicara dengan suara yang lantang dari kejauhan.
"Keluarga Xu dari Kota Shangjing tidak bersedia bergabung dengan Keluarga Wei!"
"Keluarga Jiang dari Kota Shangjing juga tidak bersedia!" ucap Jiangjun sambil bersedekap dada.
Dengan cepat sihir cacing hitam milik Wu Tianshi datang menyerang Qinli, beruntung Qinli sangat siaga. Ia segera mengeluarkan pedang Zhanlu miliknya.
"Ini tidak seperti cara Keluarga Wei memperlakukan tamu."
"Namun, tidak sopan jika tidak membalas."
Pedang Zhanlu segera dikeluarkan Qinli dari sarungnya. Dengan percaya diri Qinli menyerang Wu Tianshi menggunakan pedang Zhanlu.
"Akan kubalas dengan kekuatan pedang ini!"
"Argh!!!" teriak Wu Tianshi.
Orang-orang yang berada ditempat itu langsung terkejut ketika melihat Wu Tianshi yang mati dalam satu kali tebasan.
"Wu Tianshi berada di level master setengah langkah, kenapa dalam sekejap langsung mati dibunuh olehnya."
"A ... aku mengenalnya! Aku pernah melihatnya dalam pertarungan besar di pemakaman Shangjing!"
"Dia adalah Master Kelima yang baru saja dipromosikan oleh Prajurit Yanxia."
"Qinli," teriak mereka.
Melihat Qinli berhasil membunuh Wu Tianshi, membuat Wei Kaiyuan marah.
"Kau membunuh sahabatku dengan brutal! Aku akan membalaskan dendam demi Wu Tianshi!" gertak Wei Kaiyuan sambil menujuk ke arah Qinli.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...