
...⚜⚜⚜...
...DEPARTEMEN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BASIS MEDIS PERSEDIAAN MILITER GRUP XU...
"Bagaimana Qin, apakah ada hasil dari pencarian kemarin?"
"Bisa dianggap ada beberapa petunjuk, tapi mungkin memerlukan waktu."
"Beri tahu kami jika kau membutuhkan bantuan."
"Tidak perlu sungkan Komandan Xu, tapi Tuan Muda Xu bilang kau mencariku karena ada urusan?" tanya Qinli.
"Benar, Qin, lihat apakah ada yang berbeda dari tubuhku?"
Entah kenapa Komandan Xu memegang tangan Qinli agar melihat wajahnya dengan lebih jelas.
"Komandan Xu begadang semalam?"
"Bukan ini! Lihat lagi dengan teliti ...." ia menunjukkan bagian bekas lukanya pada Qinli.
Sedangkan Tuan Muda Xu baru pertama kali melihat kakaknya begitu dekat dengan orang luar.
"Baru pertama kali melihat kakak besar begitu akrab dengan orang luar," batin Tuan Muda Xu.
"Apakah yang dia maksud adalah efek sesudah makan Pil Xisui? Tapi sepertinya jarak menembus level sudah dekat." Batin Qinli.
Apalagi di dalam tubuh Komandan Xu terlihat cahaya yang berkumpul di dalam perutnya.
"Apakah maksud Komandan Xu, Anda akan menembus tingkat empat?"
Komandan Xu tercengang akan hal yang baru saja dikatakan Qinli. Tetapi bukan hal itu yang ia maksud.
"Bukan itu, maksudku adalah bekas luka di wajahku sembuh dalam semalam."
"Bukankah ini hal bagus, lalu apa yang Komandan Xu khawatirkan?"
"Qin, lihat, obat-obat luka ini awalnya sudah masuk pasar, tapi dikembalikan oleh mitra bisnis."
"Alasannya karena telah beredar obat baru belakangan ini di Shangjing, dan efek obatnya sangat bagus, hampir memonopoli pasar."
"Kemarin malam aku juga membeli satu botol obat oles luka dan mencobanya, hasilnya ...."
Komandan Xu menoleh, "Kau adalah Shinshe, jadi aku juga ingin meminta bantuanmu untuk meneliti komposisi dari obat ini, agar bisa meningkatkan kualitas produk kami."
"Jika kau bisa menelitinya, kelak kau bisa menggunakan bahan obat di sini sesuka hatimu dan sebutkan saja berapa pembayaranmu."
Lalu Komandan Xu menyerahkan obat itu pada Qinli. Lalu Qinli berterima kasih pada Komandan Xu.
"Komandan Xu, kau terlalu memujiku."
"Namun, bahan obat berharga Keluarga Xu ini punya energi spiritual yang kuat, sangat membantu untuk kultivasiku," batin Qinli.
Qinli membuka salep itu dan mencium baunya.
"Bukankah ini resep obat salep yang kutulis waktu itu?"
__ADS_1
"Maksud Qin adalah ...." ucap Komandan Xu bingung dengan pernyataan Qinli barusan.
"Aku yang menuliskan resep obat salep ini dan memberikannya pada istriku untuk diproduksi sebelum datang ke Shangjing."
"Jika tidak salah tebak, produk ini seharusnya dikembangkan oleh perusahaan istriku."
"Oh! Benar juga, karena kau bisa membuat obat bermutu tinggi Pil Xisui, obat oles luka ini sudah pasti tak terkecuali, aku yang bodoh ...."
"Kak Qin, kau sudah punya istri?" tanya Tuan Muda Xu terkejut hingga ia menoleh.
Begitu juga dengan Nona Xu yang juga terkejut hingga ia bangkit dari tempat duduknya. "Kau begitu muda sudah menikah!"
"Iya, aku dan istriku sudah saling kenal, sejak kuliah, kami menikah setelah lulus, aku adalah menantu yang tinggal di rumah Keluarga Chu."
Komandan Xu sampai kaget, bahkan ia memuntahkan air minumnya karena terlalu terkejut.
"Me-menantu yang tinggal di rumah mertua? Kau punya kemampuan seperti ini tidak disangka rela .... uhuk ... uhuk!"
Nona Xu sampai ikut berkomentar, "Nyonya Qin sangat beruntung."
"Namun, karena obat salep ini kau yang racik, aku punya permintaan yang kelewat batas."
"Silakan katakan Komandan Xu."
"Meskipun Keluarga Xu bertanggung jawab atas produksi persediaan obat-obatan militer, tapi efek dari beberapa obat tidak sebagus obat tradisional di pasar."
"Jadi aku ingin mengundangmu menjadi konsultan obat khusus kami, jika kau punya persyaratan, silakan sebutkan!"
"Jika istrimu ingin mengedepankan produk perawatan kulit di Shangjing nanti, Keluarga Xu juga akan berusaha keras untuk membantu, dan aku menjanjikanmu tiga kondisi yang tidak melanggar hukum moral."
"Jika ingin meningkatkan kultivasiku dan menemukan Guru Qin, takutnya masih harus tinggal di Shangjing untuk beberapa waktu."
"Dan berdasarkan karakter Qingyin yang ambisius, dia pasti setuju jika memintanya datang ke Shangjing untuk berkembang," batin Qinli.
Sementara itu Komandan Xu juga sedang merencanakan sesuatu.
"Seorang prajurit dengan kemampuannya yang tidak bisa ditebak, dan paham akan ketramlilan medis yang luar biasa. Menghadapi orang seperti dia, yang bisa dilakukan Keluarga Xu hanyalah berusaha keras menariknya masuk, jika bermusuhan dengannya, takutnya ...." batin Komandan Xu.
"Karena Komandan Xu tidak keberatan, maka aku akan mengikuti rencana Komandan Xu.
"Qin, bagus sekali!"
Lalu setelah itu, Qin kembali ke Villa Jiangjun. Saat ini ia sedang meminum sebuah teh sambil memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.
📩 Pesan satu menit yang lalu
Duan Shaofeng
Tuan Qin, aku sudah sampai.
Tiba-tiba Jiangjun turun dari lantai atas dan menyapa Qin. "Qin, pagi ...."
Qinli menoleh, "Pagi, kau ini ...."
Pandangan Qinli menjadi aneh ketika melihat Jiangjun turun hanya dengan celana super pendek bermotif hewan-hewan lucu.
__ADS_1
"Hm ..."
Rupanya Jiangjun baru menyadari tatapan Qinli yang aneh. Sontak saja ia menjadi malu dan menutupi celananya. Mukanya sudah memerah seperti udang rebus saat ini.
"Tidak disangka, efek lanjutan pil Xisui-mu ini sungguh luar biasa, membuatku sangat panas," ucapnya malu-malu.
Tiba-tiba Qinli bangun dan mencoba menyentuh tangan Jiangjun untuk melihat sudah sampai mana efek pil itu bekerja.
"Sudah hampir waktunya, aku akan memberikanmu beberapa buku rahasia seni bela diri."
"Akhirnya hari yang kutunggu tiba juga," batin Jiangjun bahagia.
Qinli lalu mengeluarkan empat buku dan menyuruh Jiangjun untuk memilihnya. Mata Jiangjun yang sebelumnya bahagia kini berubah menjadi pias.
"Pilih satu buku!" ucap Qinli
Karena tak ada jawaban Qinli pun memberikan satu kitab pada Jiangjun.
"Ugh, Qin, apa kau yakin berlatih ini tidak akan membuatku gila."
"Tenang saja, teruslah berlatih."
"Kalau begitu aku akan mencoba berlatih."
Sesaat kemudian, pintu rumah diketuk. Qinli segera berinisiatif untuk membuka pintu rumah.
"Kau rupanya! Kenapa kau bisa ke sini?" ucap Qinli bertanya-tanya.
"Kenapa, apakah Tuan Qin tidak menyambutku untuk ikut denganmu pergi menjemput rekan seperjuanganku."
Lalu ia mengajak Qinli untuk pergi.
"Naiklah ke mobil Tuan Qin," ucap Duan Shaofeng sambil membuka pintu mobil untuknya.
"Bagaimana dia bisa tahu aku tinggal di sini?" batin Qinli.
Beberapa saat kemudian Qinli dan Duan Shaofeng sudah meninggalkan kediaman Villa Jiangjun. Di dalam perjalanan Qinli merasa tidak enak karena jalan yang mereka tempuh bukan menuju bandara.
"Ini ... sepertinya bukan jalan menuju bandara," ujar Qinli.
"Biasanya, jalan ke bandara adalah jalan yang luas dan datar, tetapi dilihat dari depan, tempat ini adalah daerah pegunungan."
"Aku ambil jalan pintas," ujar Shaofeng.
Qinli menoleh, " ... Maksudku, sepertinya ini bukan jalan yang benar."
Karena tak ada jawaban, Qinli membuang muka dan kembali melihat jalanan.
"Oh, iya, apakah ada informasi mengenai penyelidikan Guru Qin kemarin?"
"Masih belum ada petunjuk, dia menyembunyikan informasinya dengan sangat dalam, namun ada satu kemungkinan bahwa dia sudah meninggal."
"Tampaknya, petunjuk ini akan segera dipecahkan."
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1