
Qinli sama sekali tak tega melihat Paman Chang sampai memohon seperti itu. Sampai akhirnya ia pun mendekati ranjang Tetua Xia.
"Jika bisa membuat Paman Chang tetap hidup, apa kau bersedia?"
"Ka ... kau tidak sedang menghiburku, 'kan?" tanya Tetua Xia tidak yakin.
"Aku pasti akan berusaha semampuku untuk mempertahankan nyawa Paman Chang. Tapi, bisa tidaknya pulih seperti keadaan semula, itu semua tergantung Paman Chang," ucap Qinli.
Lalu Paman Chang ikut berbicara.
"Bisa hidup saja sudah cukup, dengan umurku yang sudah tua, walau tidak bisa hidup juga tidak apa-apa," ucap Paman Chang sambil menunduk.
"Dulu aku adalah seorang pengemis kecil yang punya penyakit serius, jika bukan karena ayahmu ... aih! Kebaikan ini jika tidak aku balas, meski kelak aku turun ke dunia akhirat pun aku tidak akan tenang."
"Paman Chang! Jangan katakan lagi! Kalau bukan Anda yang selama ini mendukungku di belakang, Sekte Xuan dari awal pasti sudah hancur!" ucap Tetua Xia.
Qinli menoleh ke arah Tetua Xia.
"Kontrak energi spiritual adalah metode rahasia yang harus dibayar dengan nilai yang sesuai, tapi karena ada aku, aku pasti akan berusaha semampuku agar Paman Chang tetap hidup!"
"Tetua, Tuan Qin sudah menjaminnya, mari kita mulai. Aku sudah mempersiapkan diriku sejak tadi."
Tetua Xia menutup kedua matanya, menghela nafasnya secara perlahan dan akhirnya memutuskan bahwa ia bersedia untuk melakukan "Kontrak energi spiritual"
Kini ia pun sudah membuka mata, "Baiklah! Aku sudah siap!"
Qinli tersenyum, "Kalau begitu, mari kita mulai!"
Qinli mengambil cincin miliknya lalu melemparkannya ke atas. Sementara Qinli, Tetua Xia dan Paman Chang sudah membentuk formasi. Mereka bertiga duduk bersila sambil memejamkan mata dan berkonsentrasi untuk menjaga kesadaran mereka. Sementara Qinli yang memegang kendali dan menyalurkan energinya pada Tetua Xia dan Paman Chang.
"Mulai!" teriak Qinli tanda kontrak energi spiritual telah dimulai.
Cincin dari Qinli seolah melingkari mereka bertiga sehingga formasi mereka terlihat jelas. Tak hanya di kamar itu saja, tetapi energi dari Qinli juga terasa di seluruh hotel tempat Tetua Xia menginap.
...WUSH ... WUSH .......
Hari yang tadinya siang kini telah berganti malam.
Waktu yang dibutuhkan untuk "Kontrak Energi Spiritual" ternyata memakan waktu yang lama. Tetapi akhirnya Qinli berhasil menyelesaikan hal ini dengan baik.
"Kontrak energi spiritual selesai," ucap Qinli.
...WUSH ......
Tetua Xia membuka mata, tapi ia terkejut karena Paman Chang tiba-tiba ambruk.
"Tuan Qin, Tuan Qin, tolong selamatkan Paman Chang!" ucap Tetua Xia masih dalam keadaan panik.
"Cepat posisikan dia telentang!" teriak Qinli.
Sesuai ucapan Qinli, Tetua Xia segera memposisikan tubuh Paman Chang telentang.
"Paman Chang, kau harus baik-baik saja!"
Qinli sudah mempersiapkan jarum perak miliknya yang sudah dialirkan energi spiritualnya ke arah Paman Chang. Tepat di dada Paman Chang, Qinli menancapkan jarum tersebut.
__ADS_1
Selama tiga jam itu pula Qinli terus mengalirkan energi miliknya ke arah Paman Chang. Begitu pula dengan Tetua Xia yang ikut berdiri di samping Qinli.
"Ini sudah tiga jam, Paman Chang tidak akan ...." batin Qinli.
"Tidak mungkin! Tidak akan terjadi apa-apa pada Paman Chang! Tuan Qin sudah berjanji padaku!" batin Tetua Xia.
Sambil melirik Tuan Qin, Tetua Xia masih menyalahkan dirinya.
"Aku yang tidak berguna! Menyebabkan Tuan Qin juga ...."
Lingkar mata Qinli sudah berwarna hitam pekat. Selama tiga jam lebih Qinli berjuang menyelamatkan nyawa Paman Chang. Hingga di detik-detik akhir, Qinli muntah darah.
...PUFT ......
"Tetua ... Qin!" teriak Tetua Xia sambil berlari ke arah Qinli.
Tapi disisi lain, Paman Chang sudah siuman. Kini ia mendudukkan dirinya.
"Paman Chang! Ka, kau, aku ... Tuan Qin, dia ...."
"Bukan masalah besar, hanya saja energi dan darahku tidak stabil."
Setelah itu Qinli segera menelan pil mujarab miliknya. Mulut dan bibirnya masih banyak terlihat bekas darah di sana.
"Meski aku telah menyelamatkan nyawa Anda, tapi Anda juga hanya bisa bertahan sekitar sepuluh tahun atau dua puluh tahun saja."
Sambil menangkupkan kedua tangannya di depan Qinli, Paman Chang berterima kasih padanya.
"Ini sudah lebih dari cukup! Tuan Qin, aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih pada kebaikanmu yang luar biasa ini!"
"Tuan Qin, terima kasih banyak! Kelak jika kau membutuhkan bantuanku dan Paman Chang, kami akan siap membantu dan mempertaruhkan nyawa kami."
"Mendengar perkataan Tetua Xia, aku jadi merasa hari ini layak aku lakukan. Namun, Paman Chang perlu beristirahat di tempat yang akan kaya energi spiritual, aku sarankan kalian segera kembali ke Pulau Selatan," ucap Qinli.
"Baik, kalau begitu aku akan pulang malam ini, terima kasih untuk hari ini," ucap Tetua Xia dengan tersenyum.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Kediaman Qinli...
...BAM!...
Pintu utama di kediaman Qinli tertutup dengan sangat keras. Saat ini Qinli sudah sampai di rumahnya.
"Sepertinya terlalu dipaksakan!" batin Qinli ketika sudah di dalam ruang tamu.
Kebetulan Qingyin berada di sana. Ia terkejut akan kondisi suaminya yang terlihat pucat.
"Suamiku!"
"Kau kenapa?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya membantu seorang teman mengobati penyakitnya, aku menghabiskan sedikit energi spiritual dan hanya merasa sedikit lelah."
"Huh ...."
Qingyin menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia sedikit kecewa dengan sikap suaminya yang tak pernah menyayangi tubuhnya sendiri demi membantu orang lain. Qinli berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Qinli.
"Kapan kau baru bisa lebih mencintai dirimu sendiri?" tanya Qingyin pada suaminya.
Qingyin lalu menggandeng lengan suaminya.
"Suamiku, aku harus bagaimana baru bisa membantumu?"
"Mem ... membantuku?"
Tiba-tiba kesadaran Qingyin diambil alih oleh dewi yang menghuni di dalam tubuhnya.
"Bocah! Tubuhmu sangat hampa, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan latiha double," ucap Qingyin.
Sorot mata istrinya itu pun berubah menjadi sama seperti dewi itu.
"Namun, jika di saat melakukan latihan double kau berani memikirkan wanita lain. Aku pastikan akan membuat tubuhmu meledak dan mati!"
Qinli baru menyadari jika yang berhadapan dengannya dirinya ini adalah dewi itu.
"Itu dia! Wanita yang ada di tubuh Qingyin! Ternyata dia bisa mengendalikan kesadaran Qingyin."
Sesaat kemudian, kesadaran Qingyin kembali dan ia pun menguap dan merasa mengantuk.
"Suamiku, apa yang sedang kau lakukan! Kau masih belum menjawabku! Ngantuk sekali!" ucap Qingyin.
"Ah! Tidak apa-apa, tidak apa-apa!" ucap Qinli tiba-tiba tidak enak.
Lalu Qinli mulai memegang bahu istrinya untuk memastikan apakah benar ia mau membantunya atau tidak.
"Kau sungguh ingin membantuku?"
"Iya."
Beberapa saat kemudian, terdengar suara-suara merdu dari kamar Qinli dan Qingyin.
...UGH! ...
...PLAK, PLAK, PLAK ......
...ENG!...
...PLAK, PLAK, PLAK ......
...AH!...
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1