MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 125


__ADS_3

"Itu energi spritual Kak Qin," teriak Nona Mao dan Tetua Xia secara bersamaan.


Pancaran kekuatan energi Qinli memang terlihat sangat menyilaukan mata saat ini. Bukannya bahagia tetapi Nona Mao dan Tetua Xia begitu ketakutan saat ini.


"Astaga, apa yang dilakukan si idiot ini? Kalau dia menggunakan energi spiritualnya sekarang, akan sangat mudah bagi musuh untuk melacak lokasinya," teriak Nona Mao ketakutan.


"Jangan-jangan terjadi sesuatu," ucap Tetua Xia yang ikut khawatir.


Sementara itu di dalam sana, Qinli dan Tuan Muda Xu telah diantar ke tempat Kakek Badao berada. Terlihat jika tubuhnya dipaku di beberapa bagian tubuhnya.


Bagaikan sebuah patung yang dipajang di dinding, tubuh Kakek Badao menempel sempurna di sana. Paku-paku itu menempel di kedua bahunya, siku, tangan, perut, kedua lututnya, dan kedua kakinya.


Ada sebelas paku yang menancap di tubuh Kakek Badao. Dari tubuh yang terpaku itu keluar darah, beruntung kakek Badao masih bernafas saat diketemukan.


"Sekumpulan ba-jing-an ini!" umpat Qinli dengan kasarnya.


"Kak Qin, tenang dulu!" ucap Tuan Muda Xu yang melihat kemarahan Qinli.


Siapa yang tidak marah jika melihat salah satu anggota keluarganya diperlakukan bagaikan binatang seperti ini. Jadi jangan disalahkan jika Qinli menjadi marah sampai seperti ini.


Melihat keadaan Kakek Badao yang mengenaskan membuat Qinli ingin menggunakan tenaga dalamnya. Tapi niatnya ia urungkan saat ini, ia menarik kembali tangannya yang ia arahkan pada Kakek Badao sebelumnya.


Tuan Muda Xu mendekati Kakek Badao dan memeriksa denyut nadinya.


"Bos, dia masih hidup."

__ADS_1


Setelah itu, Qinli segera menurunkan Kakek Badao dan menggendongnya untuk pergi keluar dari sana. Sayangnya saat mereka hampir sampai di pintu keluar, mereka dihadang beberapa pasukan yang berjejer rapi di depan pintu keluar.


Jumlah mereka yang sangat banyak hampir membuat Qinli lengah.


"Tidak disangka masih ada yang mau mengambil resiko untuk menyelamatkan pria tua sekarat itu," ucap salah seorang diantara para prajurit itu.


Tampaknya dia adalah pemimpin pasukan disana. Sementara para prajurit di belakangnya menunggu perintah dari ketua mereka.


"Tidak mudah untuk sampai di sini. Tapi jangan harap kalian bisa keluar dari sini!" gertak seorang lagi di sampingnya.


Qinli menurunkan Kakek Badao dari gendongannya lalu meminta Tuan Muda Xu untuk menjaganya selama Qinli menghadapi para prajurit itu.


"Tuan Muda Xu, tolong jaga kakekku!" ucap Qinli.


"Baik, bos," ucap Tuan Muda Xu sambil menerima tubuh Kakek Badao.


"Semua orang yang sudah menyakiti kakekku, harus mati!" teriak Qinli penuh dengan amarah.


Tiba-tiba terdengar ledakan super dahsyat dari dalam kubah tersebut.


...BOOM!...


Melihat hal tersebut, Nona Mao Yao sudah menyiapkan belatinya hendak menyusul Qinli masuk ke dalam, tetapi Tetua Xia mencegahnya.


"Astaga, mereka mulai berkelahi, kita juga harus ...."

__ADS_1


Ucapan Nona Mo Yao terhenti karena ucapan Tetua Xia.


"Tunggu!" teriak Tetua Xia.


Terlihat dari kejauhan Qinli dan Tuan Muda Xu keluar dari dalam kubah melewati bekas ledakan tersebut. Mereka melompat keluar dari dalam sana saat ini.


...SWISH!...


Terlihat jika Tuan Muda Xu menggendong Kakek Badao dan Qinli memegang tangannya agar mereka bisa dengan cepat lari dari dalam sana.


"Mereka sudah keluar!" teriak Tetua Xia dengan bahagia.


"Ini aneh, ada kekuatan besar yang sedang bergerak ke arah kita!" teriak Nona Mao Yao.


Lalu sesaat kemduian, Nona Mao Yao kembali berteriak karena menyadari kekuatan itu untuk menyerang Qinli.


"Qinli, cepat menghindar!" teriak Nona Mao Yao ketakutan.


Qinli menoleh dan melihat ada sebuah cahaya besar sedang menuju ke arahnya.


Hingga akhirnya, apakah yang akan terjadi selanjutnya? Kita simak hari Minggu ya.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2