MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 69


__ADS_3

Happy reading all😎


.


.


Setelah kepergian Dokter Yu, Ketua Wang mengantarkan Qinli untuk bertemu dengan rekan satu timmu.


"Ayo! Aku akan membawamu bertemu dengan rekan satu timmu!"


"Rekan satu tim?" ucap Qinli terkejut.


Tiba-tiba dari arah belakang muncul dua orang laki-laki yang membawa sebuah ransel.


"Eh! ada prajurit baru!"


"Untuk apa ada prajurit baru sepertimu datang ke sini? Apa kau tahu seberapa sulitnya misi kali ini?


sepertinya otakmu bermasalah."


Lalu dari dalam tenda muncul satu lagi prajurit.


"Chenlin, bisakah berhenti bicara kasar?" ucap salah seorang lelaki berkacamata.


Lalu laki-laki itu bersalaman dengan Qinli.


"Hallo, aku Caoge, kau Qinli, ya?"


"Iya."


"Kau sudah termasuk hebat, dengan umurmu yang masih muda sudah bisa mencapai level lima!"


Qinli kemudian teringat pesan Ketua Wang sebelum ini.


"Aku akan memasukkanmu ke dalam tim kecil dengan status prajurit baru level lima, statusmu adalah putra dari keluarga kaya dan ingin bergabung ke dalam tim untuk mendapatkan pengalaman."


"Ingat kau adalah kartu terakhir, jika belum benar-benar dalam keadaan mendesak, lebih baik jangan menunjukkan kekuatanmu."


.


.


"Iya, aku akan berusaha untuk tidak menjadi hambatan kalian!" ucap Qinli sesuai keinginan Ketua Wang.


Lalu Ketua Wang mengenalkan Qinli pada yang lain.


"Dia adalah Tan Weihe, kapten tim. Sisanya adalah anggotanya, kalian saling mengenal satu sama lain dulu, sebentar lagi kita akan berangkat!"


"Ingat, kau hanya perlu menjaga dirimu baik-baik."


Lalu Caoge merangkul Qinli untuk ikut bersama.


"Ngomong-ngomong, kuperkenalkan dulu kapten tim kami, dia adalah prajurit level puncak kelas sembilan, kemungkinan akan menerobos level master setengah langkah dalam dua tahun ini!"

__ADS_1


"Tidak disangka, Kapten begitu hebat," puji Qinli.


"Hehe, bukan itu saja, aku dan Chenlin juga sudah mencapai level delapan."


Caoge menoleh, "Dan di sana adalah satu-satunya perempuan yang ada di tim kita, namanya Chumiao dan berada di level tujuh."


"Dia juga bermarga Chu," batin Qinli.


Wanita cantik itu sedang mengasah belati miliknya ketika Qinli melihatnya. Lalu wanita itu menoleh pada Qinli.


"Ada banyak prajurit level lima di militer, jika bukan karena orang itu, kau tidak akan bisa masuk ke tim kami."


Sesaat kemudian, Dokter Yu keluar dari tenda.


"Oke, kita sudah boleh berangkat."


Dokter Yu sudah memakai ransel miliknya dan mengajak mereka berangkat.


Lalu pesawat mereka terbang menuju Amerika. Ke enam orang itu duduk saling berhadapan. Qinli duduk di paling dekat dengan jendela, lalu di sampingnya Dokter Yu memainkan laptop miliknya dan di sampingnya Ketua Tim Tan Weihe.


Lalu tepat di depannya ada Chenlin, di bagian tengahnya Chumiao, dan paling ujung Caoge. Qinli memandang ke luar jendela sementara itu Chumiao dan Chenlin sedari tadi memandangi Qinli.


Sesaat kemudian Chenlin berbicara pada Qinli.


"Karena Ketua Wang tidak ada, maka aku akan berterus terang padamu."


"Misi kali ini adalah mempertaruhkan nyawa, levelmu masih pemula, dan yang paling rendah diantara semuanya," ucap Chenlin sambil bersedekap dada.


Kini Chumiao pun ikut menimpali perkataan Chenlin.


"Jadi, harus bertindak sesuai perintah kapten."


"Jika memang ada bahaya di perjalanan nanti, kami pasti akan memprioritaskan keselamatan Dr. Yu, kami tidak bertanggung jawab atas keselamatanmu," ucap Chumiao sambil beranjak pergi.


"Iya, aku tahu," ucap Qinli sambil tersenyum.


"Aku tidak menyangka dia mendengar perkataanku, bukankah anak-anak keluarga kaya semuanya arogan dan mendominasi?" batin Chumiao sambil melirik Qinli.


Lalu Caoge menghibur Qinli.


"Tidak perlu dimasukkan ke hati, kita semua melakukan demi misi. Mereka berbicara blak-blakan tapi tidak ada niat buruk."


"Tidak apa-apa, misi yang paling penting, tidak perlu mempedulikanku," ucap Qinli tenang.


"Sudah jangan menganggu Dr. Yu bekerja," ucap Kapten Tan Weihe menengahi.


Qinli lalu melihat apa yang dikerjakan oleh Dr. Yu. Ia pun tercengang akan apa yang sedang dikerjakan oleh sang dokter.


"Formula ini?" batin Qinli.


Tiba-tiba Dr. Yu berkomentar.


"Seharusnya ramuan ini tidak akan salah jika menggunakan teratai api suci, tapi waktu pemurniannya ini tidak cocok. Kalau mengunakan tulang binatang ... tidak, tidak ... tidak boleh menggunakan tulang binatang ...." ucapnya terlihat kebingungan.

__ADS_1


Tiba-tiba datang seorang pramugari yang menawari Kapten sebuah minuman.


"Permisi, Tuan, apa Anda mau minum?" tanya pramugari itu ramah.


"Tidak, terima kasih," ucap Kapten sambil terpejam.


Sementara itu Qinli sedang berdiskusi dengan Dr. Yu.


"Dr. Yu kau salah hitung?" ujar Qinli.


"Apanya yang salah?" ucapnya tidak terima.


Di saat yang sama, dari tangan kiri pramugari itu keluar sebuah alat yang siap menuju pada target utamanya yaitu Dr. Yu. Sementara Kapten sedang lemah dan menoleh pada Qinli dan Dr. Yu.


PUFT ... SYUT ....


Dari balik lengan pramugari tersebut ada beberapa peluru tajam yang sudah meluncur ke arah Dr. Yu dan membuat kaget semua prajurit di sana.


"Kau cari mati!" teriaknya sambil berteriak.


SYUH ... SYUH ... SYUH ....


Kapten menoleh, "Gawat!"


"Dr. Yu awas!" teriak sang kapten.


TING ... TING ... TING ....


Tiba-tiba jarum perak milik Qinli berhasil menghalau serangan dari pramugari tersebut.


Lalu Kapten memeriksa kondisi Dr. Yu.


"Dr. Yu, kau ... tidak apa-apa, 'kan?" tanya Kapten khawatir.


"Aku baik-baik saja," ucapnya.


"Mengagetkanku saja!"


"Tidak disangka pembunuh ini lolos begitu saja, kelihatannya mereka datang dengan persiapan," batin Qinli sambil memunguti jarum-jarum miliknya.


Lalu semua orang melihat Qinli memunguti jarum-jarum perak miliknya, termasuk para prajurit juga ikut memperhatikan Qinli.


Kemudian Kapten mendekati Qinli yang masih berjongkok itu.


"Sen-senjata rahasiamu adalah jarum perak?" tanya kapten tiba-tiba.


Qinli menoleh ke arah kapten, "Iya."


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2