MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 114


__ADS_3

"Jika kau bergabung denganku, aku pastikan tidak ada seorang pun di dunia ini yang berani mengkritikmu," ucap Nona Mo.


"Kelihatannya yang dikatakan Qin Weilang benar," batin Qinli.


"Selain itu, ada banyak orang yang lebih hebat dariku di Keluarga Tersembunyi, mereka tidak akan peduli dengan nyawamu."


"Masih perkataanku tadi. Nona Mo adalah lawan yang tidak mudah dihabisi, aku juga bukan orang lemah dan bisa diperintah orang lain," ucap Qinli dengan sangat tenang.


Qinli berdiri dari tempat duduknya.


"Jika kalian ingin balas dendam, silakan. Aku pasti akan berjuang sampai akhir."


"Kau!" ucap Nona Mo sangat geram.


"Karena kau sangat keras kepala, maka jangan salakan aku!" gertak Nona Mo saat melihat Qinli pergi meninggalkannya.


Saat Qinli hendak memegang pintu keluar, ada kekuatan besar yang menyerangnya dari arah belakang. Beruntung Qinli bisa menghindar dengan cepat. Pisau belati yang dilemparkannya menancap di lantai tepat di sebelah kaki Qinli.


...BRAK...


"Hebat juga, reaksimu lumayan cepat!"


Qinli berbalik badan dan bersiap untuk menyerang Nona Mo.


"Karena kau yang mulai duluan, maka aku tidak akan sungkan lagi," ucap Qinli.


...SWOOSH...


...PLAK...


...BOOM...


Dengan menggunakan Pedang Zhanlu, Qinli menghalau serangan dari Nona Mo. Pemilik cafe yang duduk di depan cafe kaget ketika dinding di sampingnya bergetar dan tiba-tiba retak.


...KRAK...


"Arghh!!!" teriaknya dengan pucat pasi.


Melihat banyak sekali kilatan cahaya yang berasal dari cafenya, membuat sebagian orang berkerumun di depan cafe. Seolah sedang menonton sebuah pertunjukan, mereka tak pergi dari sana bahkan ada sebagian dari mereka yang mengabadikan moment tersebut ataupun bertanya-tanya tentang apa yang sebenernya terjadi di dalam sana.


"Astaga! Apa yang terjadi di dalam?"


Seorang wanita bahkan merekam kejadian tersebut.


"Apakah mereka sedang syuting di dalam? Baru pertama kali aku melihat hal seperti ini!" ucapnya bahagia sambil merekam kejadian tersebut.


Sementara lelaki di sampingnya sibuk menelpon polisi.


"Hallo! Apakah ini kantor polisi Shangjing? di sini ...."

__ADS_1


Sang pemilik cafe menjadi lemas ketika membayangkan jika cafe miliknya akan roboh setelah ini.


"Biaya perbaikan akan menghabiskan banyak uang, pendapatan sebesar sepuluh juta akan berkurang," ucapnya lemas.


Orang-orang yang berkerumun tadi semakin berteriak karena panik.


"Cepat lari! Sudah mau runtuh!" teriak salah seorang penonton.


Benar saja, sesaat kemudian, Qinli dan Nona Mo terlihat menembus atap cafe itu dan melayang di udara.


...BRAK...


Hingga setelah itu, cafe itu benar-benar roboh dan hancur berkeping-keping.


...BOOM...


Kini wajah pemilik cafe benar-benar pucat pasi. Membayangkan berapa banyak kerugian yang ia derita membuat lututnya lemas dan terjatuh.


"Rugi besar!" ucapnya sambil meratapi nasib.


Bayangan biaya pembangunan dan renovasi yang akan dihabiskannya nanti membuat dirinya tak sanggup berdiri. Sementara orang-orang di belakangnya terus menatap ke langit. Dimana ada Qinli dan Nona Mo yang masih asyik bertarung.


"Apakah mereka berdua adalah Iron Man? Cafenya sudah runtuh, tapi mereka masih baik-baik saja," ucap mereka sambil terus mengamati pertarungan tersebut.


Lain halnya dengan yang dilakukan pemilik cafe yang malah mengacungkan jari tengahnya ke arah Qinli dan Nona Mo yang berada di atasnya.


"Kekuatanmu juga lumayan hebat," seru Qinli.


Sambil tersenyum Qinli menguji kesabaran Nona Mo.


"Tapi kau tidak terlalu cerdas," ucap Qinli kemudian.


Tentu saja amarah Nona Mo terpancing seketika.


Sesaat kemudian Qinli membangun dinding pembatas yang melingkari dirinya dan Nona Mo dari bawah sampai ke langit. Dinding berwarna keemasan itu membuat Nona Mo sedikit panik.


"Sejak kapan dia ... " batin Nona Mo sambil mengamati dinding emas itu.


"Apa kau kira dengan membuat dinding pembatas bisa mengalahkanku? Lucu sekali!" seru Nona No sambil mengarahkan pisau belatinya ke arah Qinli.


"Apa yang kau pikirkan! Aku hanya tidak ingin orang lain terluka!" ucap Qinli dengan tersenyum.


Tetapi tidak dengan Nona Mo yang semakin marah.


"Kau!" ucapnya dengan mata melotot.


Nona Mo memainkan pisau belatinya.


"Tidak boleh!"

__ADS_1


"Diampuni!" teriaknya sambil menyerang Qinli dengan pisau belatinya yang sudah berselimut tenaga dalamnya.


Pisau belati milik Nona Mo sudah berwujud seperti seekor naga merah raksasa dengan lidah api yang menjulur ke arah Qinli.


...SSHH!...


Dengan kedua jarinya, Qinli menangkap pisau itu.


...PLAK...


"Bagaimana mungkin!" ucap Nona Mo dengan sangat terkejut.


"Aku akan memberimu yang lebih panjang dan besar!" teriak Qinli.


...ROAARRR...


Naga super raksasa milik Qinli yang berwarna ungu itu kini bersiap untuk menyerang Nona Mo. Mulut naga ungu yang sudah terbuka lebar itu semakin bersiap untuk menelan Nona Mo yang masih terbelalak ketika menyadari kekuatan Qinli jauh melebihi kekuatannya.


Karena serangan Qinli yang begitu besar dan kuat membuat Nona Mo terluka cukup parah hingga terjatuh dan terhempas ke tanah dengan sangat kuat. Sementara Qinli mendarat dengan sempurna tanpa terluka sedikitpun.


"Kau kalah!" ucap Qinli saat sudah berdiri diatas tanah.


"Uhuk!"


Nona Mo muntah darah, tapi ia tetap tidak mau menyerah. Dengan sisa kekuatannya ia berusaha bangkit dan menyerang Qinli kembali.


...SWOOSH ...


Qinli yang cekatan terus menangkis serangan-serangan dari Nona Mo dengan menggunakan pedang Zhanlu miliknya.


...KLANG ... KLANG ... KLANG ... KLANG ......


Disaat Qinli sedang sibuk menangkis serangan darinya, Nona Mo saat ini sudah kabur dan menghilang.


"Kabur?" ucap Qinli yang tak mendapati Nona Mo di depannya lagi.


Tetapi suara di langit yang menggema itu membuat orang biasa yang mendengarnya akan ketakutan tapi tidak dengan Qinli.


"Aku telah meremehkanmu! Aku tidak bisa membunuhmu, tapi kelak kau tidak akan hidup tenang."


"Perintah untuk membunuhmu akan segera dikeluarkan, dan mulai saat itu, seluruh keluarga tersembunyi akan menjadi musuhmu!"


"Hahaha, aku ingin lihat sampai kapan kau akan bertahan!"


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2