
"Tetapi kenapa pemuda dari daratan level delapan itu hanya berada di alam dewa?"
"Apa jangan-jangan dia menyembunyikan kekuatannya?"
Saat Qinli asyik dalam lamunannya, tiba-tiba salah seorang istri dari Tuan Qiao bergelayut manja di lengan Tuan Qiao.
"Tuan, aku lapar ...."
"Hm, Tuan Qin aku harap kau tidak keberatan ...." ucap Tuan Qiao dengan wajah memerah.
"Tidak apa-apa, Tuan Qiao, kau sungguh beruntung," ucap Qinli setelahnya.
Tuan Qiao lalu menyuruh salah satu anaknya untuk mengantar Qinli kembali ke kamarnya.
"Feifei, antar Tuan Qin kembali ke kamarnya!"
Feifei berdiri dan tersenyum. "Baik, Ayah!"
"Tuan Qin, silakan ikut denganku," ucap Feifei mempersilakan.
"Terima kasih Nona Qiao."
Setelah melihat adiknya pergi, Qiao Dahai menoleh ke arah ayahnya.
"Ayah ...."
"Ayah ingin Feifei dan Qinli ...."
Tuan Qiao hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari putranya tersebut. Lalu setelah itu mereka berjalan keluar rumah menuju kamar Qinli. Di tengah perjalanan, ada Nona Ling'Er yang mengintip mereka. Setelah itu Nona Feifei menunjukkan kamar Qinli.
"Tuan Qin, ini adalah kamarmu, silakan!"
"Baik, maaf sudah merepotkan Nona Qiao."
Saat Qinli hendak masuk kamar, Feifei mengatakan sesuatu.
"Bagaimana kalau besok ikut bersamaku jalan-jalan ke kota?" tanya Feifei.
"Ha-ah?" ucap Qinli kebingungan.
Qinli menatap Feifei dengan perasaan kecewa.
"Meski aku sudah memberi tahu dia bahwa aku sudah menikah, tetapi tetap saja tidak ada bedanya."
"Selain itu dia masih punya ayah yang begitu genit!" gumam Qinli dengan tatapan aneh.
"Terima kasih Nona Qiao. Aku baru saja membuat terobosan dan perlu beberapa hari untuk mengonsolidasikan kultivasiku, jadi aku tidak bisa keluar."
"Begitu, ya ... baiklah aku tidak akan mengganggu Tuan Qin lagi," ucapnya dengan sendu.
Tiba-tiba saja Qinli langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat keras.
...BAM...
"Tidak bisa seperti ini terus ... aku harus menjaga jarak dengan dengannya!"
__ADS_1
Entah kenapa Qinli merasa risih jika terus berada di dekatnya. Ia sangat menjaga perasaan istrinya, Qingyin meski sedang terpisah.
"Hmph! Aku juga tidak mau membawamu jalan-jalan!" teriak Feifei dengan kecewa.
Saat itu Nona Ling'Er melihat semuanya dari jendela kamarnya yang terbuka. Ia bisa melihat dengan jelas kekecewaan Nona Qiao.
Tiga hari kemudian.
Saat ini Nona Qiao bertugas mendatangi kamar Qinli. Ia mengetuk pintu kamarnya.
"Tuan Qin, waktunya bangun."
KRIET ... Qinli membuka pintu kamarnya.
"Pagi, Nona Qiao."
"Ada apa? Kenapa heboh sekali memanggilku?" tanya Qinli keheranan.
"Cepat ganti baju, aku akan membawamu ke suatu tempat!" ucapnya setengah memaksa sambil menyodorkan sebuah baju lengkap.
"Ini ...."
Qinli memandang aneh pada pakaian yang diberikan oleh Nona Qiao, terlebih lagi ada sebuah rambut palsu di sana. Sementara itu, Nona Qiao sudah membayangkan kegagahan Qinli setelah mengenakan pakaian itu.
"Nona Qiao?"
Qinli mencoba mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Nona Qiao yang sedang melamunkan dirinya.
Apalagi wajah Nona Qiao memerah malu-malu.
"Ah! Bukankah kau bilang ingin mengonsolidasikan kultivasimu? tempat ini pasti akan bermanfaat untukmu," ucapnya bahagia.
"Rumah pelelangan Tianyuan?" ucap Qinli kebingungan saat berdiri di depan pintu gerbang rumah yang mereka kunjungi.
"Benar, Rumah pelelangan Tianyuan adalah kamar dagang lintas benua yang melelang banyak bahan obat berharga," ucap Nona Qiao menjelaskan.
"Mereka memiliki cabang di semua kota besar yang ada di daratan level tiga ke atas. Selain itu mereka juga sangat berpengetahuan."
"Hari ini rumah pelelangan Tianyuan sudah membuka pelelangan baru."
"Apa hebat sekali?" tanya Qinli.
"Mungkin aku bisa mencari tahu informasi tentang Zitan dan yang lainnya."
"Tapi di dalam sana banyak orang jahat, jadi ayah tidak membiarkan aku masuk ke tempat semacam ini."
"Sepertinya aku tidak bisa membantu."
Namun saat Nona Qiao membuka mata, ternyata Qinli sudah tidak ada di sampingnya. Tentu saja hal itu membuat Nona Qiao terkejut.
"Eh? Kemana dia?"
Saat ini Qinli sudah masuk ke dalam rumah pelelangan Tianyuan. Kini ia berada di aula rumah pelelangan. Akan tetapi di dalam sana terlihat antrian panjang di tangga memutar.
"Harus mengantri berapa lama ini. Lebih baik aku cari dulu apakah ada jalan pintas untuk masuk atau tidak."
__ADS_1
"Pertama kali memakai pakaian seperti ini benar-benar membuatku tidak nyaman."
"Apa itu?"
Qinli mendekati sebuah tanaman yang ada di sebelah tangga. Ia pun membaca keterangan yang tertulis di papan tersebut.
Tanaman itu berwarna hijau, namanya tanaman pembangkit spiritual. Merupakan obat spiritual level tujuh yang dapat meningkatkan kekuatan mental, juga dapat membangkitkan prajurit yang tertidur lelap atau koma karena kerasukan atau faktor khusus lainnya.
"Kelihatannya aku harus berpartisipasi dalam pelelangan! Tanaman pembangkit spiritual ini harus aku dapatkan!" gumam Qinli.
Setelah membaca keterangan pada tanaman tadi, ia segera menoleh kembali pada antrian. Ternyata antrian tersebut bertambah panjang. Wajahnya menjadi pucat pasi melihat hal itu.
"Kenapa yang mengantri semakin banyak? Masih sempat ikut acara pelelangan atau tidak, ya?"
Saat Qinli terpaku pada antrian itu ada seseorang yang menyapanya dari belakang.
"Halo, Tuan."
Seketika Qinli menoleh, "Apakah Anda sedang memanggilku?"
"Benar, bolehkah memberi tahu margamu?" tanya Nona itu.
"Margaku Qin, apa Ada yang bisa aku bantu?"
Nona itu tersenyum ramah kepadanya.
"Rumah pelelangan kami memiliki ruangan khusus untuk prajurit hebat seperti Tuan Qin."
"Aku rasa Tuan Qin baru pertama kali datang ke sini, kan?"
"Benar."
"Tidak heran di sini adalah organisasi lintas benua, bahkan seorang pelayan pun bisa mengetahui kekuatanku," ucap Milley dalam hati.
"Kalau begitu, silakan ikut denganku!"
"Tuan Qin, silakan naik ke lantai dua, pelayan di sana akan melayani Anda."
Pelayan itu mengantarkan Qinli sampai tangga. Belum lama Qinli melangkah, pelayan tadi sudah menegur seseorang.
"Nona, tunggu sebentar."
Qinli pun menoleh. Ia melihat Ling'er berada di sana.
"Ling'Er untuk apa dia datang ke sini?" gumamnya.
Lalu Qinli pun menyapanya dari tangga.
"Halo, Nona itu adalah teman ...."
Seketika Qinli dan Nona Ling'Er saling menatap satu sama lain. Mereka saling bertanya-tanya. Apalagi Nona Ling'Er tidak tau jika dihadapannya saat ini adalah Qinli yang sedang memakai pakaian kuno dan memakai rambut palsu seperti seorang prajurit dalam masa lampau.
Akan tetapi ia seolah sedang bertemu dengan seseorang yang ia kenal, sehingga pandangan mereka sama sekali tidak berhenti bahkan seolah mengingatkan pada masa lalu. Mungkin saja ada sebuah masalah yang belum selesai?
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG