
Di dalam pemikiran Qinli, ia kembali mengingat apa yang telah ia alammi sebelumnya.
"Inilah alasannya kenapa kekuatan segel Penguasa Teratai Emas begitu hebat! Energi hitam tersebut di serap tuntas olehku!"
Karena melihat Qinli melamun, maka Nona Mo Yao mengibaskan tangannya di depan Qinli.
"Hei! Kau tidak apa-apa, 'kan?"
Seketika kesadaran Qinli kembali dan lalu menoleh ke arah Nona Mo Yao.
"Aku baik-baik saja ... Oh ya, di mana Si Putih?"
Kini giliran Yu Fei yang berbicara dan menjelaskan keberadaan Si Putih pada Qinli.
"Di saat kau bertarng dengan orang it, Si Putih tiba-tiba menjadi sangat lemah dan dia pingsan sepertimu ...."
"Seharusnya karena ikatan kontrak."
Sesaat kemudian Qinli mulai memakai pakaiannya sendiri lalu bergegas untuk menemui Si Putih.
"Kau sedang terluka jadi harus banyak istirahat. Jangan keluar dulu beberapa waktu ini."
"Tidak apa-apa, aku sekarang berada di fase lemah karena terlalu memforsir kekuatanku."
"Ayo, jalan, kita jenguk Si Putih!" ajak Qinli pada kedua wanita itu.
Sesampainya di sana, Qinli lalu memeriksa keadaan Si Putih.
"Untung saja denyut nadinya stabil, tidak ada masalah besar," ucap Qinli dengan tersenyum.
Sesaat kemudian Qinli teringat dengan pemberian dari temannya di Alam Rahasia. Ia segera memberikan barang tersebut pada Si Putih. Hanya dengan mendekatkan barang itu pada tubuh Si Putih, pakaian dalam itu sudah melayang serta mengeluarkan kekuatannya.
"Benar-benar bukan barang biasa ...."
Dalam waktu sekejap tubuh Si Putih sudah berubah menjadi wanita dan lansung memakai pakaian dalamnya itu dalam waktu sekejap. Bahkan untuk melihat tubuhnya saja Nona Yu Fei sampai merona karena malu. Qinli pun tidak berkedip untuk melihatnya.
"Itu ... dia!"
GLUK!
"Ahhh ..."
Nona Mo Yao baru menyadari hal tersebut dan langsung menutup kedua mata Qinli dengan kedua tangannya.
"Dia terlihat membaik, seharusnya sebentar lagi dia akan sadar!" seru Qinli.
"Tutup matamu!"
Namun bukannya keluar, Qinli justru tetap memperhatikannya dengan seksama hingga membuat Nona Mo Yao menyeret Qinli untuk segera keluar dari kamar tersebut.
"Masih lihat! Cepat keluar!" ucap Noa Mo Yao dengan segera menyeretnya keluar.
Setelah memastikan Qinli berada di luar ruanga Nona Mo Yao langsung membanting pintu kamar.
BANG
"Aih~ aku 'kan bukan sengaja ...."
__ADS_1
"Namun, bahaya di sini sudah terselesaikan, sudah waktunya aku pulang menyelamatkan Qinyin"
Di dalamm bayangan Qinli terlihat jika Qingyin sedang membawa beberapa kotak Ambar, Gingseng Milenium, Teratai Salj dan Gunung Es.
Tiga hari kemudian Ruang Racik Pil
Saat ini Qinli sedang meracik obat untuk Qingyin.
"Terakhir ... memasukkan tanaman Pembangkit Spiritual ...."
"Untuk dilelehkan dan disatukan dengan pil ...."
"Dan disempurnakan!"
Beberapa saat kemudian tungku yang ia gunakan melayang di udara hingga terlihat tungku itu bercahaya.
"Berhasil!" teriak Qinli dengan raut wajah bahagia.
"Ternyata meracik pil ini lebih rumit dari meracik Pil Ninghua yang sama-sama tingkat tujuh."
Qinli memejamkan kedua matanya untuk menghirup aroma wangi yang dihasilkan oleh tungku tadi.
"Wangi sekali!" gumam Qinli.
Waktu Qinli sedang berkonsentrasi dengan ramuannya, tiba-tiba saja Nona Ling'Er mendekati Qinli dengan hanya menggunakan pakaian dalam.
"Guru~"
"Guru~Pakaian Ling'Er sudah setipis ini! Guru harus bertanggung jawab~" ucap Ling'Er dengan suara yang begitu menggoda."
"Guru~"
"Kak Qin bolehkah ak memandikanmu,' ucap mereka secara bersamaan.
Kedua mata memicing ke arah ketiga wanita itu,"Halusinasi?"
Dengan kekuatannya, Qinli berhasil mengusir halusinasi itu dalam sekejab mata.
"Master Qin, Keluarga Lei sudah dimusnahkan, Nona Chu juga sudah kami selamatkan. Apa yang ingin master lakukan pada kedua orang dari Keluarga Lei ini ...." ucap Tuan MUda Han Feng.
"Ternyata masih belum kembali normal ... pil pembangkit jiwa ini ternyata cukup hebat ...."
Ternyata halusinasi itu mampu membuat bayangan semua orang yang pernah dekat dengan Qinli. Beruntung Qinli menyadarinya, dalam sekejap Qinli mengarahkan tinjunya ke angkasa.
Benar saja sesaat kemudian bayangan mereka sudah menghilang.
KRAK
"Sudah tersingkirkan?"
"Pil ini begitu mengerikan, mencium aromanya sebentar saja sudah bisa menyebabkan halusinasi ...."
Setelah beberapa saat Nona Yu Fei mendekati Qinli untuk melihat keadaannya.
"Kelihatannya kau sudah berhasil meracik pilnya," tanya Nona Mo Yao.
"Ya, sudah waktunya kita pulang," ucap Qinli.
__ADS_1
Akhirnya waktu yang ditunggu telah tiba kini Qinli dan semua prajuritnya kembali ke bumi. Mereka semua menaiki paus yang dimiliki oleh Keluarga Han untuk mengantarkannya sampai di bumi.
"Aku sudah pergi begitu lama, entah bagaimana keadaan Ayah, Ibu dan Qingyin," ucap Qinli di dalam hati.
Saat hampir melewati perbatasan antara bumi dan alam tersebut, Qinli mendapatkan serangan dari seseorang. Beruntung ia berhasil menghindarinya.
"Reaksi mu cepat juga, bocah!"
Ternyata Qinli dihadang oleh dua orang prajurit yang menjaga alam perbatasan. Dari pakaiannya Qinli bisa mengira mereka dari keluarga mana.
"Pakaian kedua orang itu terlihat familiar ...."
"Di sini ada tempat dimana aku bertemu Tuan Muda Lei. Apakah kedua orang ini berasal dari Keluarga Lei?"
Sesaat kemudian Qinli menanyai kedua orang prajurit tersebut.
"Apakah Tuan Muda Lei mengutus kalian berdua?"
"Kau pintar juga!" seru keduanya mengarahkan serangannya ke arah Qinli.
"Tuan Muda Lai mengutus kami prajurit alam reinkarnasi untuk menghadapi sekumpulan prajurit sampah seperti kalian aku rasa terlalu berlebihan."
Namun, dalam sekejap mata Qinli bisa mengalahkan kedua prajurit tersebut hingga mereka berlutut dan meminta maaf di depan Qinli. Wajah dan tubuh mereka sudah bapak belur.
"Tuan, aku salah! Aku salah! Maaf kami tidak mengenali Anda!"
"Mari kita bicara ...."
"Apa yang mereka katakan mirip dengan yang dikatakan Tetua Yang. Untuk saat ini Zitan masih aman."
Berapa berapa saat kemudian Si Putih melihat planet yang itu seperti bumi.
"Tuan, lihat!"
"Kita sudah mau sampai!"
Sementara itu di alam bumi terlihat gelombang udara sangat besar terlihat di angkasa.
"Kekuatan spiritual yang sangat hebat!" seru anak buah Qinli yang menjaga tubuh Qingyin dari arah jendela.
Begitu pula dengan beberapa prajurit yang berada di bumi mereka melakukan kewaspadaan karena melihat belum yang besar terlihat di langit.
"Cepat, pasang formasi pertahanan!"
"Jiangjiang, apakah ada keluarga besar datang menyerang?"
"Tidak tahu, tapi tenang saja aku pasti akan melindungimu!"
"Kekuatan spiritual ini takutnya lebih hebat puluhan ribu kali dariku!" ucap salah seorang wanita yang sedang bersantai di pinggir kolam renang.
Tetua ketujuh dan Kakek Badao melihat ke arah yang sama.
"Ini bukan kekuatan spiritual yang dimiliki prajurit biasa di bumi ...."
Sementara itu kedua orang tua Qinli juga melihat yang sama dan mengatakan mungkin itu adalah kedatangan Qinli.
"Kenapa aku merasakan ada aura Qinli?" ucap Ibunda Qinli.
__ADS_1