
Dalam sekejap tubuh Qinli diliputi oleh gumpalan awan berwarna biru muda. Lalu terdengar suara yang menyebutkan sebuah formasi.
"FORMASI PEMBUNUH
PULUH RIBUAN SUTRA!"
Setelah serangan formasi pembunuh tersebut mengenai tubuh Qinli, beberapa saat kemudian terdengar sebuah ledakan bom yang sangat dahsyat berasal dari tempat Qinli berada.
"BOOM!"
"Cih! Dasar sampah!" umpat kesatria itu.
Beberapa saat kemudian, kesatria itu menoleh ke arah belakang. Terlihat jika tubuh Qinli terdapat sebuah pembatas kristal. Di depannya terlihat seorang kesatria bertubuh besar yang rupanya dia adalah salah seorang yang dihormati kesatria tersebut.
"Pembatas kristal ...." ucapnya terkejut.
Tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar sebuah suara yang menggelegar mengejutkannya.
"Brengsek! Kemarilah!"
"Pembatas kristal ... itu pemimpin Gerbang Shenwu!" ucap kesatria tersebut.
Dari kejauhan terlihat jika Qinli mengamati mereka.
"Menarik juga, kelihatannya bukan musuh ...." gumam Qinli dari kejauhan.
Sesaat kemudian kesatria itu menunduk hormat lalu menyapanya.
"Pemimpin, kenapa kau menghalangiku? Padahal aku ...."
"Diam! Kelihatannya kau harus diberi pelajaran!"
Sesaat kemudian, Pemimpin Gerbang Shenwu itu memegang kepala kesatria tersebut agar membungkuk hormat kepada Qinli.
"Aku adalah Pemimpin Gerbang Shenwu, aku meminta maaf pada Tetua Qin atas perbuatan muridku ini!"
Pada saat yang sama, ternyata kesatria itu justru mengumpat kesal. "Padahal aku hampir saja berhasil mendapatkan Pohon Dewa Primordial yang untuk sekte kita ...."
Selanjutnya pemimpin tetap meminta maaf kembali pada Qinli.
"Tetua Qin, jangan-jangan dia adalah Qinli dari Sekte Bumi?"
"Pria yang berada di Alam Hidup dan Mati yang membunuh kultivator alam dominasi?"
__ADS_1
"Tidak disangka masih semuda ini?"
Qinli yang mendengar hal itu segera menyapa mereka. "Kau mengenalku?"
"Tetua Qin terlalu rendah diri, semua orang di daratan cermin mengenali Anda kecuali si bodoh yang berasal dari sekteku ini!"
Seketika raut wajah kesatria yang tadi menyerang Qinli terkejut dan berubah menjadi pias. "Kau ... Qinli?"
Qinli melihat dengan ekor matanya, "Iya, memangnya ada orang lain yang bernama Qinli selain aku?"
Dalam sekejab, kesatria itu menangkupkan kedua tangan seraya meminta maaf.
"Aku tidak menyangka Master Qin ada di sini ... maaf telah menyinggung Anda!"
Di dalam hatinya ia bersyukur karena pemimpin telah menyelamatkan nyawanya. "Ternyata dia Qinli, untung saja pemimpin telah menghentikanku, kalau tidak, nyawaku akan hilang!"
"Kalau begitu, Pohon Dewa Primordial yang ini ...." ucapannya terjeda karena pemimpin mendahuluinya untuk berbicara.
"Karena Master Qin sampai duluan, tentu saja pohon Dewa ini menjadi milik Tetua Qin," ucap Pemimpin Gerbang Shenwu dengan tersenyum.
"Bagaimana menurutmu?" ucapnya sambil menoleh dengan sorot mata tajam.
Tentu saja kesatria itu ketakutan hingga berwajah pias, "Iya, tentu saja!"
Hanya dalam sekejap tangan Qinli sudah memegang sebuah sapu dengan gagang berwarna emas. Tentu saja orang-orang di bawah sana sangat terkejut.
"Sapu?"
"Apa ... yang dia lakukan ...."
Setelah memastikan semuanya aman, Qinli segera melompat ke bawah tempat pohon itu berada. Akan tetapi ia bingung bagaimana caranya menyerap kekuatan pohon itu.
"Bagaimana caranya menyerap sumber kekuatan pohon ini?" gumamnya perlahan.
Saat Qinli telah mengarahkan sapu emas itu ke arah pohon, ternyata ia justru mengikuti alunan sapu yang mengelilingi pohon tersebut seolah sedang membersihkan dahan dan ranting pohon tersebut agar kelihatan lebih terawat.
Apa yang dilakukan oleh Qinli mampu membuat semua orang yang berada di sana berdecak kagum karena menganggap Qinli sangat sederhana, sampai-sampai mau membersihkan area pohon dari dedaunan kering yang berserakan.
Qinli pun baru menyadari jika cara menyerap energi supranatural dari pohon itu adalah dengan cara menyapu daun kering yang terjatuh dari pohon itu.
"Ternyata begitu, daun mati pada akhirnya akan diserap oleh akar pohon ini ...."
”Jadi, sumber kekuatan pohon dewa tersembunyi di dalam daun-daun mati ini."
__ADS_1
Orang-orang di sana mengagumi keunikan Qinli yang lain.
"Master Qin ... punya hobi yang unik juga ...."
Qinli yang terlalu fokus kepada pedangnya hanya berbicara dengan sapu miliknya.
"Pedang Shi Tian, apakah sudah menyerap semua sumber kekuatannya?" tanya Qinli.
"TUAN, SUMBER KEKUATAN INI ... MASIH BELUM CUKUP ...."
"AKU MERASAKAN ... KEKUATAN SUMBER DARATAN CERMIN INI ... ADA DI BAGIAN BARAT!"
Qinli hanya merasa jika Pedang Shi Tian sangatlah rakus.
"Perutmu ini, perut karet, ya!"
Tanpa mengatakan apapun lagi ataupun berpamitan, Qinli segera melompat ke atas badan naga emasnya.
"Gold, ayo kita pergi!"
Kesatria yang tadi menemukan pohon dewa segera berkata, "Master Qin, sudah pergi?"
"Kalau begitu pohon dewa ini?"
"Huft, hampir saja aku mati di sini ... terima kasih, pemimpin ...."
Namun, betapa terkejutnya dia ketika melihat pohon dewanya itu sudah tidak memancarkan cahaya keemasan justru terlihat seperti pohon mati. Lalu sesaat kemudian pohon itu akhirnya semakin masuk ke dalam tanah.
DUGH
"Pohon Dewa Primordial yang ... sudah mati?" ucap mereka terkejut.
Di sisi lain, saat ini Qinli sedang menuju ke sisi Daratan Cermin yang lain.
"TUAN ... SUMBER KEKUATAN ADA DI PUNCAK GUNUNG INI ...."
"Ternyata Daratan Cermin mempunyai tempat yang begitu tinggi ... ini hampir setinggi Daratan Tianluo ...."
"Apakah ini tempat sumber kekuatan Daratan Cermin? Bulan di tengah kolam ...."
"Seharusnya adalah kolam ini?"
Gold yang merupakan kendaraan naga milik Qinli segera berhenti di salah satu puncak gunung. Namun, saat Qinli ingin melompat ada suara yang menegurnya.
__ADS_1
"Anak Muda, berhenti!"