MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 237


__ADS_3

"Argh! Sakit!" ucapnya sambil melihat lengannya yang terbakar.


Seketika ia melihat ke depan dan melihat adanya api hitam yang sangat besar. "Api hitam ini ... milik idolaku, jangan-jangan kekuatan atributnya di luar kendali!"


Dalam sekejap, api yang tadinya berkobar kini sudah meredup. Tubuhnya pun sudah bersih tidak ada pakaian yang menempel sedikit pun. Hanya tersisa pakaian dalamnya saja.


"Huft, menghilang juga. Aku pikir bakal mati di sini ...." ucapnya sambil melotot ke arah lubang di kolam di depannya.


Lelaki muda itu menoleh ke arah langit, ia bisa melihat jika idolanya sedang melesat bersama pedang miliknya.


"Gold, ayo kita pergi!"


"Jangan-jangan matahari hitam mengerikan itu adalah jurusnya!" batin lelaki muda itu.


...GROAR!...


Gold segera melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Idolaku! Jangan pergi! Bawa aku juga!" teriaknya dari bawah.


Lelaki muda itu berlari sambil melambaikan tangan ke arah Qinli, mengiba agar Qinli mengajaknya.


Qinli menoleh ke arahnya, "Penggemar fanatik mengerikan juga ...."


"Namun, aku tidak menyangka begitu cepatnya sudah bisa menguasai jurus Keenam Metode Pikiran Tatanan Surga, tidak sia-sia aku datang ke sini."


......................


...WILAYAH KELUARGA LEI...


"Kepala keluarga, kami sudah menemukan jejak penjaga dan Tuan Muda ...." seru salah seorang prajurit utusan dari Keluarga Lei yang baru saja tiba.


"Mereka dibunuh oleh Qinli, pemimpin Sekte Bumi."


Sosok pemimpin dari Keluarga Lei itu segera memberikan perintah padanya.


"Siapkan Chu Zitan, Pengorbanan Pembunuhan Bulan akan diadakan lebih awal!"


Di sisi lain, ketika Qinli masih melakukan perjalanan bersama Gold ia melihat tangannya yang mengeluarkan asap hitam. Apa karena sumber kekuatan Daratan Cermin? Kekuatanku sepertinya berevolusi?"


Semakin diperhatikan, kekuatannya jauh lebih besar. "Temperaturnya juga jauh lebih tinggi dari kekuatan spiritualku yang sebelumnya. Kira-kira ada keistimewaan apa yang ada pada api hitam ini, ya?"


...BOOM...


Tiba-tiba saja terdengar sebuah ledakan, Qinli menoleh. "Sumber kekuatan Daratan Cermin sudah kuserap, takutnya daratan ini tidak akan bertahan lama lagi ...."


Ingatannya segera kembali ketika mengingat Kota Feilong.


"Gawat! Di bawah Daratan Cermin adalah Kota Feilong! Gold, ayo kita segera pulang!"


Gold yang memang patuh pada Qinli segera memutar arah lajunya dengan sangat cepat.

__ADS_1


...GROAR...


Di sisi lain, para kesatria yang berdiri di dekat Pohon Dewa Primordial masih membicarakan Qinli.


"Aneh sekali! Qinli hanya mendekati pohon dewa itu. Menyentuhnya pun tidak, tapi pohon tersebut bisa mati. Apa dia punya semacam kutukan?"


Tetua yang berada di belakangnya pun ikut berkomentar, "Lagi-lagi kau hanya asal berbicara! Mungkin itu hanya sebuah kebetulan."


Tiba-tiba saja daerah itu di jatuhi beberapa batuan besar dari langit. Suara yang ditimbulkan pun cukup keras.


...DHUAR ... DHUAR ......


"Ada apa lagi ini? Apa jangan-jangan ulah si Qinli itu lagi?"


"Ada orang di atas!" teriak Tetua.


"Dia menghancurkan Daratan Cermin!"


Rupanya hal itu benar-benar berimbas pada Kota Feilong yang berada tepat di bawah Daratan Cermin. Banyak bongkahan batu raksasa yang berjatuhan di tengah kota. Para murid Sekte Bumi pun ikut panik ketika melihat batu-batu besar berjatuhan.


"Apa yang terjadi?"


...KRAK ... KRAK ......


Qingyi teringat jika suaminya masih berada di Daratan Cermin. Ia pun menghawatirkan keadaan suaminya.


"Kenapa Daratan Cermin bisa hancur? Apa terjadi sesuatu pada suamiku?"


"Celaka! Daratan cermin akan runtuh!"


Rubah ekor sembilan peliharaan Qinli pun segera memberikan benteng perlindungan bagi semua murid Sekte Bumi.


"Serpihan ini terlalu besar, segera evakuasi semua murid Sekte Bumi yang ada di dalam kota!"


"Aku akan menahannya!" teriak sang rubah yang sudah berubah menjadi sangat besar.


Namun, belum sempat Si Putih bereaksi, hantaman baru besar mengenai dirinya hingga tubuhnya kembali menjadi sangat kecil.


"Putih ... cepat keluarkan semua orang di sini!" teriak sambil menangkap tubuh Si Putih yang akan terjatuh.


"Tidak bisa, kekuatan ini terlalu besar!"


...BOOM...


...KRAK...


Bahkan kekuatan benteng yang dibuat Qingyin pun retak.


"Gawat!"


"Jika menyentuh tanah, takutnya area ini ...."

__ADS_1


Dalam sekejap Qingyin melihat sesuatu kejanggalan di langit. "Apa itu?"


Tiba-tiba saja langit berubah gelap dan muncul sebuah matahari hitam di sana. Dari sana banyak batu-batu besar tadi terserap masuk ke sana.


"Kenapa langit gelap?"


Dari dalam bola matahari hitam itu muncullah Qinli bersama Gold.


"Itu Qinli!" teriak Qingyin senang.


"JURUS KEENAM METODE PIKIRAN TATANAN SURGA!"


"MATAHARI GELAP MEMBAKAR LANGIT!"


WUSH


Seketika langit bisa menembus cakrawala bintang-bintang. Tatapan orang-orang di Kota Feilong seketika takjub.


"Di-dimensi alam mencair!"


"Fiuh! Untung keburu!" ucap Qinli sambil melompat turun dari leher Gold.


Sementara itu Tuan Jiang begitu takjub dengan kekuatan Qinli.


"Jurus tadi dikeluarkan oleh Boss?"


"Kenapa semua orang melihat!" ucap Qinli sambil menghindari kejaran dari Tetua Xia dan yang lainnya.


"Boss/ Qinli!" teriak mereka.


Tanpa melihat muridnya, Qinli berlari kencang hingga menabrak kedua gunung kembar milik Qingyin. Entah sejak kapan Qingyin berdiri di sana hingga membuat Qinli tidak terlalu memperhatikan jalan.


"Pfft!"


"Suamiku kau baik-baik saja, 'kan?"


"A-aku baik-baik saja."


Seketika ketiga murid yang mengejarnya tadi diam tidak berkutik ketika melihat pemandangan tadi.


Qinli menengadahkan wajahnya ke arah Qingyin.


"Aku sangat sehat, jangan khawatir!"


Seketika Tuan Muda Jiang menyindir Qinli. "Bos, kau dan kakak ipar sudah lama menikah, tapi masih saja sok kuat di depan istri."


Dalam keadaan masih tegang, tiba-tiba saja terdengar panggilan untuk Qinli. "Tetua!"


"Tetua! Ada perubahan di Keluarga Lei!"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aku mendapatkan kabar bahwa Persembahan Pembunuhan Bulan diadakan lebih awal dari seharusnya! Takutnya menyelamatkan Nona Zitan akan ...."


__ADS_2