MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 90


__ADS_3

Ternyata duo Xiong tadi belum mati, hanya saja mereka kehabisan kekuatan hingga pingsan. Karena mendengar panggilan Wei Kaiyuan mereka tersadar dari pingsannya.


"Xiong Da, Xiong Er?" teriak Wei Kaiyuan sekali lagi.


Karena dua kali panggilan mereka tetap tak menjawab panggilan, Wei Kaiyuan akhirnya marah dan mendekati duo Xiong itu sembari berteriak di atas mereka.


"Sudah cukup belum tidurnya?"


Seperti mendapat angin, duo Xiong itu segera melaksanakan perintah Wei Kaiyuan, yaitu segera membawa Wei Nuannuan pergi dari tempat itu. Dengan secepat kilat, mereka sudah membawa nona besar mereka pergi.


...WUSH...


"Cepat sekali mereka bergerak!" ucap Jiangjun panik.


Sementara itu Qinli hanya bengong melihat kepergian Wei Nuannuan. Sedangkan Wei Nuannuan sudah berteriak sedari tadi.


"Lepaskan aku!" teriak Wei Nuannuan saat diapit duo Xiong.


Setelah kepergian Wei Nuannuan bersama duo geng Xiong tadi, kini Wei Kaiyuan bersiap untuk menyerang Qinli.


"Sudah kuputuskan! Tidak peduli kau dan Nuannuan benar atau tidak, hari ini kau harus ...."


"Mati di sini!" teriak Wei Kaiyuan sambil melayang dan melemparkan serangan pedang api bumi ke arah Qinli.


...KLANG! .... BAM!...


Pertarungan dengan pedang kali ini sangat menguras tenaga Qinli. Hingga ia jatuh terlempar ke bawah dengan sangat keras.


...BUGH!...


Qinli terbentur lantai, hingga muntah darah. Lalu ia bangkit lagi.


"Di dalam perbatasan ini, energi spiritualku terkuras lebih cepat, sama sekali tidak ada waktu untuk menyerap energi spiritual," batin Qinli.


Sesaat kemudian, Nona Liu dan Kepala Keluarga Fu terjatuh di belakang Qinli.


...BUGH ... BUGH ......


"Apakah aku benar-benar akan mati di sini?" batin Qinli.


"Energi spiritual yang ada dalam tubuhku sudah hampir habis, tapi akan membutuhkan waktu untuk mengeluarkan jurus ini," batin Nona Liu.


Setelah memastikan keadaan memungkinkan, Nona Liu segera menyapa Qinli.


"Tuan Qin pernah berjanji padaku akan menemaniku berakting, Anda harus berakting dengan baik, ya!" pinta Nona Liu pada Qinli.


Tapi di dalam benak Qinli sebenarnya masih mengingat-ingat tentang hal apa itu. Karena itu muncul sebuah pertanyaan besar dikepala Qinli.


"Nona Liu?" ucap Qinli yang kaget karena saat ini ia sudah berdiri seperti semula.


"Jangan-jangan ia akan menggunakan jurus itu?" batin Kepala Keluarga Fu.


Lalu Nona Liu mendekati Wei Kaiyuan untuk memulai aktingnya.


"Pemimpin Wei, aku mengaku kalah. Kami Keluarga Liu bersedia mengabdi kepada Kelurga Wei," ucap Nona Liu sambil membungkuk hormat.


"Bagus, bagus! Kau cukup pintar, hahaha..." ucap Wei Kaiyuan bangga.


"Kalau begitu bunuh bocah itu sekarang juga!" titah Wei Kaiyuan pada Nona Liu.


"Baik, tidak masalah!" seru Nona Liu menoleh ke arah Qinli.


"Aih, adik kecil, masalah sudah seperti ini, jangan menyalahkan aku, ya!"


"Kalau ingin menyalahkan, salahkan saja dirimu yang terlalu lemah!" ucap Nona Liu sambil mengeluarkan jurus air miliknya.


Seluruh energi spiritual milik Nona Liu dipergunakan seutuhnya untuk mengeluarkan jurus terakhir miliknya kali ini.


"Adik kecil, aku datang! Kau harus tahan, ya!"


Kini Nona Liu sudah melayang dan bersiap mengarahkan serangannya ke arah Qinli.


"Aliran air bayangan setan!"


"Aaaargh!" ucap Qinli saat menerima serangan dari Nona Liu.


Lalu terlihat jika Wei Kaiyuan sangat bahagia melihat penderitaan Qinli.


"Senior Fu, Keluaga Liu sudah mengaku kalah, apakah kalian masih ingin melawanku?" ucap Wei Kaiyuan terlihat bahagia.

__ADS_1


"Tidak, tidak!" ucap lelaki tua itu seolah menyerah.


Kepala Keluarga Fu tampak tersenyum.


"Aku tidak perlu melawanmu karena masih ada orang lain yang akan lanjut bermain denganmu!" ucapnya bahagia.


Wei Kaiyuan terkejut lalu menoleh.


"Huft! Setelah mandi, aku jadi merasa lebih baik!" ucap Qinli sambil tersenyum ke arah Wei Kaiyuan.


Nona Liu menoleh ke arah Wei Kaiyuan.


"Maaf, Wei Kaiyuan, aku tetap memilih pria muda daripada pria paruh baya berjanggut sepertimu."


"Untung saja dia tidak melihat jurusku ini, jika sampai jurus yang aku keluarkan ini putus di tengah jalan, kalau tidak mati ya lumpuh. Namun, sudah tidak ada tenaga lagi, sisanya hanya mengandalkan bocah ini!" batin Nona Liu saat itu.


"Sial, wanita ini menyalurkan energi spiritualnya yang terakhir pada bocah itu!"


Karena membuatnya semakin marah, maka Wei Kaiyuan segera memegang pedang api bumi dan mengarahkannya ke arah Qinli.


"Akan aku musnahkan kalian semua!" serunya penuh ambisi kemarahan.


"Pilar kekuatan langit!" seru Qinli sambil mengarahkan pedang Zhanlu untuk menghalau serangan balik dari Wei Kaiyuan.


"Arghhh ...."


Pemimpin Keluarga Wei akhirnya terkena serangan pilar kekuatan langit dari pedang Zhanlu milik Qinli. Hingga membuatnya terjatuh dengan sangat keras ke lantai dan membuat para prajurit elit dari Keluarga Wei berteriak.


"Pemimpin!" teriak mereka.


Kubah raksasa yang mereka buat sedari tadi kini mulai retak pada setiap sudutnya. Mereka menjadi lebih bertambah rasa ketakutan di dalam diri mereka.


"Gawat!"


...WUSH ... KRAK ... KRAK ......


...DUAR .......


Kekuatan pedang Zhanlu membuat kubah itu ikut hancur saat itu juga. Qinli menoleh ke arah Wei Kaiyuan.


"Kultivasimu sudah aku hancurkan, demi Wei Nuannuan aku mengampunimu, bawa semua pasukanmu pulang ke wilayah barat tempat asalmu," ucap Qinli pada Wei Kaiyuan.


"Apa kau masih ingat terkahir kali kau membunuh lelaki tua yang berada di level master itu? Dia adalah tetua dari Keluarga Zhuge, anggota keluarganya tidak akan mengampunimu!" gertak Wei Kaiyuan.


Para prajurit elit dari Keluarga Wei akhirnya memapah pemimpin mereka dan membawanya pergi. Tapi sebelum pergi, Wei Kaiyuan tetap menggertak Qinli.


Sambil menoleh ia mengatakan, "Semoga pada saatnya nanti kau bisa berdiri dan berbicara seperti hari ini.


"Keluarga Zhuge?"


Keluarga Zhuge yang disebut Wei Kaiyuan seharusnya adalah salah satu dari Keluarga Tersembunyi.


Nona Liu mulai menjelaskan siapa Keluarga Zhuge itu pada Qinli.


"Ada banyak sekali prajurit level master di Keluarga Tersembunyi, dan katanya ada prajurit level setengah dewa."


"Aku juga dengar bahwa mereka belakangan ini punya keinginan berpartisipasi dalam urusan masyarakat, pasti akan ada banyak pertumpahan darah!"


"Ternyata begitu. Namun, bisa mengalahkan Wei Kaiyuan semua juga berkat dari Nona Liu yang mentransfer energi spiritualmu padaku, selanjutnya kau ...."


"Ini adalah metode rahasia yang dipraktekkan oleh keluarga kami, beberapa waktu ini akan ada sedikit luka, tapi akan membaik setelah istirahat dua hari," ucap Nona Liu menenangkan Qinli.


"Pantas saja kau menyuruhku untuk bersandiwara, ternyata ..."


Belum sempat Qinli melanjutkan perkataannya dari arah samping muncul seorang kakek yang duduk di atas kursi roda.


"Tuan Qin, kau memang adalah seorang pahlawan! Sebelumnya, putra putriku tidak mengenali Anda dan telah menyinggung Anda, aku juga sudah memberi mereka pelajaran. Aku pasti akan menyuruh mereka meminta maaf pada Anda, nanti," ucap kakek itu.


Qinli menoleh dan tersenyum, "Itu hanya masalah sepele, tidak perlu dipikirkan."


Setelah itu Nona Liu bergelayut manja di salah satu bahu Qinli.


"Dua hari nanti adalah pesta ulang tahunku, karena kau sudah menggunakan energi spiritual dalam tubuhku, kau pasti akan hadir di pestaku dan tidak akan pergi begitu saja, 'kan?" tanya Nona Liu pada Qinli.


"Tentu saja!" ucap Qinli tidak enak hati.


"Meskipun dia meminjamkan energi spritualnya padaku dan membuatku merasa lebih kuat. Untung saja, Taman Liushan penuh dengan energi spritual, jadi aku bisa menetap di sana selama dua hari ini!" batin Qinli.


🍃Dua hari kemudian.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


...Hotel Grup Liu Huadong ...


Hotel telah dirubah sedemikian rupa menjadi sebuah bangunan mewah untuk sebuah perayaan ulang tahun. Para tamu undangan juga sudah datang di acara penting Nona Liu tersebut. Kini tibalah Nona Liu memberikan kata sambutannya di atas panggung.


"Terima kasih semuanya telah hadir di pesta ulang tahun Mulyan, aku harap kalian menikmatinya."


"Ini suatu kehormatan bagi kami bisa menghadiri pesta ulang tahun Anda! Seharusnya kami yang berterima kasih karena telah memberikan kesempatan ini pada kami!" ucap salah seorang tamu.


"Ini semua adalah hadiah dari kami, mohon terimalah!"


"Mereka semua tidak tahu kesukaan Bibi Liu," gumam Fu Changkun dari mejanya.


"Barang-barang kuno seperti itu tidak akan bisa memikat hati Bibi Liu!" ucap Fu Changkun sambil memandangi kotak hadiah darinya.


Lalu ia pun memainkan kotak hadiahnya dengan ujung jarinya.


"Bukankah itu giok tak berwarna yang sangat langka itu? Itu bernilai setidaknya dua ratus juta!"


"Wah! Tidak heran kalau Keluarga Fu adalah salah satu dari empat keluarga besar, hadiahnya yang diberikan luar biasa," ucap mereka kagum.


Lalu Fu Liuli bertanya satu hal pada Qinli.


"Qinli, bagaimanapun, kau juga adalah seorang master, kau tidak mungkin datang ke sini makan gratis tanpa menyiapkan hadiah, "kan?"


"Bagaimana kalau aku membantumu menyiapkan hadiahnya?"


Belum sempat Qinli menjawab karena tadi sedang minum membuat ayahnya menegur perkataan darinya.


"Liuli! Apa yang kukatakan padamu sebelumnya?"


"Ma ... maaf, Kak Qin," ucap Fu Liuli saat mendapat teguran dari ayahnya.


"Maaf, Nona Fu tidak perlu khawatir soal ini."


Sesaat kemudian Nona Liu datang ke meja Qinli dan Keluarga Fu yang lainnya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kalian terlihat begitu bahagia?" tanya Nona Liu.


"Nona Fu dan aku sedang bercanda," ucap Qinli.


"Begitu ya, hahaha ...."


Lalu Fu Changkun menghampiri Nona Liu.


"Selamat ulang tahun, ya, Bibi Liu."


"Ini hadiah kecil dariku, semoga Bibi Liu menyukainya," ucap Fu Changkun sambil menyerahkan kotak hadiah miliknya itu.


"Giok berbentuk bunga teratai. Kau telah menghabiskan banyak uang untuk ini, 'kan?" tanya Nona Liu basa basi.


"Hanya dua ratus juta, tidak ada apa-apanya bagiku, yang lebih penting adalah bibi senang," ucapnya terdengar sangat sombong.


Lalu Nona Fu Liuli kembali bertanya pada Qinli tentang hadiahnya.


"Kak Qin, hadiah apa yang sudah kau persiapkan untuk Bibi Liu? cepat tunjukkan pada kami."


"Selamat ulang tahun Nona Liu. Ini adalah hadiah dariku," ucap Qinli sambil memberikan sebuah gelang yang ia beli kapan hari.


Melihat hal itu Fu Liuli dan Fu Changkun kembali berbisik.


"Tidak disangka, Kak Qin sangat humoris, ya? Hadiah murah seperti itu memang terlihat istimewa dan menonjol di antara semua hadiah berharga di sini," bisik Fu Liuli pada Fu Changkun.


"Pemikiran Kak Qin sangat unik," ucap Fu Changkun tersenyum mengejek.


"Kau benar, gelang ini memang tidak ada duanya," ucap Qinli.


Tamu-tamu yang lain juga menertawakan Qinli.


"Kau becanda, ya? Gelang murahan seperti itu tidak bisa dibandingkan dengan hadiah dari kami!"


"Hahaha, lucu sekali! Tuan ini punya selera humor yang paling tinggi, ya!"


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2