
Setelah berhasil mengalahkan naga tersebut Qinli langsung kembali turun. Saat tuu. Ia masih melemaskan kedua tangan yang satu dengan yang lain.
KRAK ... KRAK ... BUGH...
Ternyata Qinli turun tepat di atas kepala Sang Naga Bersisik Emas tersebut.
"Dengar-dengar, kau punya satu tanaman spiritual?" tanya Qinli secara langsung pada Sang Naga Bersisik Emas.
Sang Naga Bersisik Emas merasa takut pada kekuatan Qinli, ia pun berubah tersenyum manis padanya.
"Pendekar! Mohon ampuni aku! Aku akan memberikan semua barang berhargaku untukmu termasuk Tanaman Spiritual Misteri!"
Kedua prajurit yang akan mengantar Qinli pada mata air hidup dan mati terbelalak ketika menyadari Sang Naga Bersisik Emas tunduk begitu saja pada Qinli dan justru memberikan semua barang yang ia miliki padanya.
"Ka-kakak, sepertinya rencana kita hancur berantakan!"
Sementara itu Qinli sedang memikirkan semua penawaran yang diberikan naga tersebut. Ia memejamkan mata sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada pipinya.
"Naga ini, lumayan cerdas juga. Aku tidak keberatan mengambil semua barang berharganya."
Sang Naga Bersisik Emas tampak panik, lalu ia pun menambah penawaran untuk dirinya.
__ADS_1
Di saat bersamaan dan tempat yang berbeda. Nona Ling'Er sedang merayu beberapa prajurit untuknya. Ia memang sedang menyusul Qinli pergi. Akan tetapi ia sadar kekuatannya tidak cukup.
"Kemarilah ... Kakak ... Aku takut sendirian ... di sini .... " ucap Nona Ling'Er dengan nada menggoda dan posisi duduk di bawah.
Tentu saja salah seorang prajurit laki-laki itu dengan senang hati menemani Ling'Er.
"Gadis cantik, jangan takut, kakak di sini kok!" dengan kedua mata penuh tanda love-love.
Ia pun berjalan mendekat dan langsung mencium Nona Ling'Er. Padahal kenyataannya mereka telah terkena efek pil iblis pemikat hati yang sudah diberikan oleh Nona Ling'Er. Sehingga terlihat seolah-olah mereka saling mencium Ling'Er padahal kenyataannya mereka saling mencium satu sama lain (sesama prajurit laki-laki).
Sementara itu Nona Ling'Er lebih memilih meninggalkan mereka karena jijik. Ia pun pergi dengan menggerutu.
"Ih-tidak disangka efek dari pil iblis pemikat hati ini bekerja dengan sangat baik. Gampang sekali orang-orang ini terpengaruh," ucapnya sambil melangkah pergi.
"Aku harus segera pergi, kalau tidak, akan merepotkan jika efek obatnya hilang."
......................
Di sebuah tempat yang indah, dengan panorama pegunungan dilengkapi dengan air terjun berwarna keemasan. Akan tetapi jika dilihat dari atas, maka terlihat ada sebuah pemandangan yang mengerikan karena ada banyak tulang belulang manusia yang menghiasi bibir air terjun berbentuk tabung tersebut.
"Wah!"
__ADS_1
"Apa ini?"
Tiba-tiba banyak prajurit yang panik dengan keadaan mereka karena tiba-tiba saja wajah dan tubuh mereka tersiram air.
PUFT
Sesaat kemudian para prajurit itu menengadahkan wajahnya ke atas hingga membuat mereka bisa melihat ke arah Nona Ling'Er yang duduk di atas salah satu ranting pohon.
"Sialan! Beraninya kau mempermainkan kami!"
Beberapa saat kemudian ia rupanya melihat jika ketiga prajurit tadi sudah kehilangan kekuatannya hingga membuatnya lemah. Hanya saja Ling'Er hanya tersenyum menanggapi rasa protes dari mereka.
"Kekuatan spiritual ... keluar dari dalam tubuhku tidak bersisa ...." ucap ketiga prajurit secara bersamaan.
Sekali lagi Ling'Er sangat bangga terhadap pencapainnya. Ia bahkan sampai melipat kedua tangannya di depan dada saat berbicara.
"Kalian benar-benar idiot, sudah teracuni obat pil pelepas energi spiritual masih berani menegakkan meledakkan kekuatan spiritual?" ucapnya dengan nada sombong.
Lain halnya dengan ketiga prajurit tadi yang masih mengomel kepada Ling'Er.
"Dia mahir sekali menggunakan karakteristik dari berbagai macam pil untuk melawan musuh ...."
__ADS_1
"Kalian bertiga memang tidak berguna."