MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 230


__ADS_3

Sebelumnya maaf ya, jika up terlambat dalam beberapa hari ini🙏


......................


"Tapi sepertinya murid-murid Sekte Bumi ini cantik juga! Sekarang kau menjadi milikku!" teriak salah seorang ksatria berbadan tambun dengan wajah menyeringai.


Beruntung Tetua Xia pandai berkelahi, saat kstaria berbadan tambun hampir menyentuh tubuhnya, ia lebih dulu membanting tubuh pria tersebut ke lantai.


"Kurang ajar!" teriaknya.


Kesatria berbadan tambun itu rupanya bisa bangkit. Meskipun, tubuhnya sudah menghantam lantai dengan sangat keras bahkan hingga membuat lantai di sekelilingnya retak. Kini tubuhnya justru melayang di angkasa. Sesaat kemudian muncul Kakek Tertua yang berada di Sekte Bumi untuk ikut membantu Tetua Xia menghadapi kesatria tambun.


"Ternyata sekte kecil di daratan tingkat lima ini mempunyai Prajurit Puncak Alam Hidup dan Mati juga ...." ujarnya penuh semangat.


"Hei, Tuan Lu. Kalau aku tidak cepat turun tangan, bisa-bisa pasukan lain keburu datang!"


"Lagi-lagi Puncaknya Alam Hidup dan Mati!" ujar kakek.


Tiba-tiba saja datang sebuah kekuatan yang sangat besar dan tidak terduga.


"Beraninya kalian menindas anggota Sekte Bumi!"


Rupanya saat itu kekuatan besar yang datang dan menyelamatkan Sekte Bumi adalah istri Qinli yaitu Qingyin, Kakek Badao dan yang lainnya. Mereka datang tepat waktu.


Tetua Xia tersenyum ke arahnya, "Itu Qingyin dan yang lainnya. Mereka sudah datang!"


Nona Mo Yao juga memandang ke langit. "Bukankah itu Xu Yinran? Kelihatannya kekuatannya telah meningkat pesat!"


Salah satu kesatria yang lebih tampan seolah merasa ketakutan ketika melihat rombongan itu datang. "Tingkat tinggi Alam Hidup dan Mati? Kenapa aku merasa jadi takut?"


Qingyin tersenyum ke arah lelaki itu sambil mengusap kepala Si Putih. "Kalau kalian pergi dari sini, aku akan mengampuni kalian!"


Bukannya pergi, para kesatria itu justru ingin melawan mereka.

__ADS_1


"Kau masih berada di Tingkat Tinggi Alam Hidup dan Mati! Tidak usah membual! Maju! Habisi mereka!"


"Baik!"


Tanpa menunggu banyak waktu, pihak dari Qingyin mulai melakukan penyerangan balik. Salah satu dari mereka menggunakan serangan rahasia.


...JARUM...


...ES ...


...PENARIK...


...JIWA...


Serangan dari salah mereka mampu membuat pihak lawan tertunduk kesakitan. Tubuh mereka layaknya terkena ribuan jarum yang menghantam tubuh mereka dalam sekali waktu.


"Serangan macam apa ini? Jumlahnya banyak sekali!"


Di tubuh mereka tampak terlihat bekas serangan jarum di beberapa titik. Namun, awalnya mereka terlihat baik-baik saja. Mereka bahkan melihat tangan dan tubuhnya yang baik-baik saja.


Kepanikan terjadi ketika tiba-tiba saja bekas serangan jarum tadi memancarkan cahaya biru dari seluruh lubangnya. Para kesatria itu tentu saja panik.


"Apa-apaan ini! Ia menyerap kekuatan spiritualku!"


"Aku tidak dapat menggunakan kekuatan spiritualku! Aku juga kehilangan tenagaku!"


Hanya dalam beberapa waktu rupanya tubuh mereka membeku dan berubah menjadi bola-bola es. Hingga dalam hitungan detik berikutnya tubuh mereka hancur bagaikan kepingan es yang berhamburan karena meledak dalam sekali waktu.


Banyak pasang mata yang terbelalak akan kejadian tersebut.


"Dia mengalahkan musuh dalam sekali serang?" tanya Tetua Xia dengan raut wajah sangat terkejut.


"Kekuatannya luar biasa hebat seperti Tuan Qin," gumam Kakek.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Tuan Muda Xu menegur Qingyin.


"Aih, kakak ipar seharusnya menyisakan satu untukku! Agar aku bisa menguji kekuatanku!" ucapnya setengah memohon.


Qingyin melirik dengan ekor matanya. Melihat adik iparnya yang memohon maka ia langsung mengabulkan hal tersebut.


"Bukankah masih ada satu lagi? Majulah, aku sisakan satu untukmu!"


Melihat jika kesatria yang tersisa hanyalah satu. Dilihat dari penampilannya justru sangat banyak.


"Tidak jadi, deh. Aku tidak mampu mengalahkan orang itu. Lebih baik, kakak ipar saja yang maju," ucapnya sambil melambaikan tangannya tanda ia menarik kembali ucapannya.


Kesatria bertubuh tambun terlihat marah. "Sekumpulan sampah! Hei, Tuan Lu, apa kau pelu bantuanku?" ucapnya setengah berteriak.


Kakek melihat hal itu tidak akan tinggal diam. Ia pun menunjukkan kekuatan spiritual miliknya.


"Kau ingin membantu? Apa kau lupa, aku ada di sini!"


"Hahaha, kau cuma bisa menghabisi beberapa sampah lemah. Biar aku tunjukkan padamu kehebatanku!"


Tiba-tiba saja kesatria bertubuh tambun itu melesat ke angkasa dan mengeluarkan gas beracun dari tubuhnya.


...PROTTTT...


"Ih, menjijikkan sekali. Kita ini sedang bertarung. Kenapa dia malah kentut!" omel Qingyin di sana.


Tentu saja kesatria tambun itu justru marah ketika mendengar umpatan dari Qingyin.


"Siapa yang kentut! Siapa yang mengatakan itu! Ini kabut beracun, mengerti tidak! Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Nona ini. Akan aku robek-robek mulutmu!"


Tuan Muda Xu berbisik pada Tuan Muda Jiang.


"Eh, dia marah dong. Benar-benar tidak tahu malu!"

__ADS_1


"Kau! Ku bunuh kau!"


"Ingat, lawanmu adalah aku!"


__ADS_2