
Di dalam mobil, Qinli masih saja memikirkan Lian Qing. Ia begitu khawatir jika saja Xin Miusi belum bisa bangun.
"Namun, Lian Qing sudah lama bekerja di toko obat China, dilihat dari kemampuannya, seharusnya tidak masalah jika dia mengikuti metode akupuntur yang aku katakan padanya untuk membangunkan Xin Miusi," batin Qinli.
Sementara itu di lain tempat, Lian Qing sedang berjuang untuk melakukan perintah Qinli, yaitu membangunkan Xin Miusi dengan metode akupuntur. Sebelumnya ia sudah melumpuhkan dua penjaga yang ditugaskan untuk menjaga Xin Miusi di dalam markas.
Dengan sangat hati-hati, Lian Qing menancapkan jarum akupuntur tepat di kepala Xin Miusi untuk melepaskan semua efek obat yang ia konsumsi saat berlaga kemarin.
"Berhasil!"
Semua energi merah yang berasal dari obat tersebut perlahan lenyap dari tubuh Xin Miusi. Hingga sesaat kemudian, kedua matanya terbuka. Lian Qing memundurkan langkahnya.
Xin Miusi bangun perlahan sambil memegang kepalanya.
"Tempat apa ini? Bu-bukankah aku ...."
"Kalau bukan karena Bos, dari awal kau sudah mati!" ucap Lian Qing.
Xin Miusi menoleh, "Siapa Bos-mu?"
"Qinli."
"Ha-ah!" ucap Xin Miusi terkejut.
.
.
Sementara itu di dalam mobil yang dikendarai Qinli dan Ketua Wang. Ia mengajak ngobrol Qinli.
"Apakah tidak ada yang mau Komandan Qin katakan?" tanya Ketua Wang.
"Meskipun aku tidak tanya, aku yakin sesampainya di sana, Ketua Wang pasti akan memberiku jawaban," ucap Qinli dengan santainya.
__ADS_1
Di dalam bayangan Ketua Wang. Para prajurit yang sedang berlatih saat ini, kebanyakan mereka memakan pil yang sama dengan Xin Miusi konsumsi kapan hari, sayang efek obat terbaru yang di konsumsi Xin Miusi kemarin malah berakibat fatal.
"Kelihatannya obat pil yang mereka makan untuk meningkatkan kekuatannya ada limitnya, jika tidak, orang-orang ini tidak mungkin bisa se level dengan Xie Wen."
Beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarai telah sampai di tujuan. Mobil yang mereka tumpangi bahkan naik di sebuah lift raksasa milik militer, yang mengantarkan mereka sampai di lantai dua puluh di bawah tanah.
"Sudah sampai Komandan Qin, silakan turun dari mobil!"
Setelah sampai, ternyata mereka sudah ditunggu oleh seorang profesor yang memakai jubah putih. Ketua Wang bahkan memberi hormat kepadanya.
"Pemimpin, aku sudah membawa orang yang Anda inginkan!" ucap Ketua Wang sambil memberi hormat.
"Kau sudah boleh melepaskan penutup matanya," ucap orang itu.
Dia adalah Kader He Dinghong, pemimpin wilayah Militer Yanxia.
"Komandan Qin ...." sapa beliau.
Tiba-tiba Kader He menyerahkan sebuah pil pada Qinli untuk ia periksa.
"Obat ini mengandung energi spiritual yang begitu kuat."
Lalu Qinli mulai mencium obat tersebut.
"Sepertinya mirip dengan pil obat yang dimakan oleh Xin Miusi di saat kompetisi kemarin, tapi tidak sejenis."
"Iya, obat ini punya efek yang sama, setelah memakannya, akan meningkatkan kekuatan seseorang dalam waktu sementara."
Sementara itu Ketua Wang dan kedua pengawalnya kembali, dan Qinli mengikuti Kader He.
"Lalu apakah obat yang dimakan Xin Miusi dalam kompetisi kemarin ...." tanya Qinli.
"Benar, obat itu adalah versi upgrade dari obat ini, hanya saja tidak disangka bisa terjadi hal seperti itu," ucap Kader He.
__ADS_1
Kader He menunduk, seolah sedang menyesali sesuatu.
"Aih, karena mengembangkan obat ini, orang tuamu waktu itu telah berkorban begitu banyak."
"Apa maksud Anda?" ucap Qinli terkejut.
"Waktu itu, tujuan orang tuamu meneliti obat ini adalah untuk menciptakan lebih banyak orang berbakat di wilayah militer, oleh karena itu juga, mereka diawasi oleh orang-orang tertentu."
SWOSH ....
Pintu raksasa di depan mereka terbuka. Qinli dan Kader He segera masuk ke dalam ruangan itu.
"Jika orang tuamu masih ada, kekuatan orang-orang di pangkalan itu juga tidak akan berhenti sampai di sini."
Qinli terkejut karena ada foto ayah dan ibu Qinli yang terpajang di sana. Mereka masih mengenakan baju kerja.
Lalu sesaat kemudian Kader He menyerahkan sebuah buku pada Qinli.
"Ini adalah file studi yang ditinggalkan oleh orang tuamu," ucapnya sambil menyerahkan sebuah buku pada Qinli.
"Pada akhir penelitian obat, lembaga penelitian tiba-tiba diserang oleh pasukan asing, dan sejumlah anggota penelitian banyak yang terluka dan mati."
Qinli membaca buku itu dengan teliti. Ia benar-benar membaca setiap komposisi dari obat-obat yang mereka ciptakan.
"Setelah serangan tiba-tiba itu, keberadaan orang tuamu tidak ditemukan, ruang penelitian ini menjadi tempat terakhir yang mereka tinggalkan sebelum mereka menghilang."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
"Apakah ada lagi informasi yang Anda ketahui mengenai orang tuaku?" ucap Qinli sambil menoleh.
__ADS_1
"Tentu saja ada," ucapnya dengan serius.