MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 145


__ADS_3

Ketika melihat kunci relix kuno itu, ternyata kekuatan yang berada di dalam tubuh Qingyin terkoneksi dengan kunci tersebut. Setelahnya, dengan mata berbinar, Qingyin segera merebut kunci tersebut dari tangan suaminya.


"Akhirnya aku menemukannya," ucap Qingyin senang.


Qingyin memegang kunci itu dan mengarahkannya ke atas sambil terus tersenyum.


"Sudah lama tak jumpa."


Sesaat kemudian, Qingyin meletakkan kunci relix tersebut di keningnya sambil menutup mata. Tiba-tiba kekuatan yang sangat besar keluar dan melingkupi tubuh Qingyin. Kekuatan dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin menyatu dengan kunci tersebut, hingga kekuatan tenaga dalam yang besar itu menembus sampai ke langit.


...WUSH ... WUSH .......


Tentu saja hal itu membuat Kakek Qin Badao dan Tetua Keempat terkejut.


"Besar sekali kekuatannya!"


Qingyin mulai membuka matanya dan mulai bercerita dengan bahagia.


"Ternyata waktu itu ...."


"Di relix kuno, orang tuamu tidak sengaja ...."


...GROAR!...


...BAM...


"Membentur patung raksasa yang berada di pintu gerbang masuk ke relix kuno."


Pertarungannya terjadi sangat sengit, tetapi sepertinya ayahmu tidak bisa mengimbangi kekuatan kera raksasa penunggu relix kuno tersebut. Saat terkena serangan darinya, tubuh Ayah Qinli terlempar jauh hingga membentur patung itu dengan sangat kerasnya. Darah segar terus menetes dari lengan sebelah kirinya.


Kebetulan di saat yang bersamaan sebuah kunci yang menancap di bagian dada patung tersebut terjatuh. Secara tidak sengaja, darah yang berasal dari tangan Ayah Qinli menetes tepat mengenai bagian atas dari kunci relix kuno tersebut. Hingga membuat kunci relix kuno tersebut menyala memancarkan aura tenaga spiritual yang besar berwarna hijau.


Di sisi lain, Ibu Qinli sedang menolong suaminya yang sedang terluka karena tidak berhasil mengalahkan kera raksasa itu.


"Kamu baik-baik saja, kan?"


"Iya."


Tanpa ia sadari, ternyata aura tenaga spiritual itu masuk ke dalam tubuh Ibu Qinli.


🍂Beberapa tahun kemudian.

__ADS_1


Saat ini, Qinli kecil dan ibunya pergi ke taman hiburan. Tidak disangka di sana ia bertemu dengan Qingyin semasa kecil. Keduanya sedang bermain bola saat ini.


Qinli kecil menyerahkan bola mainannya pada Qingyin kecil dan dihampiri ibunya Qinli. Ia mengusap kepala Qinli kecil.


"Anak pintar. Kau sudah lama bermain, sudah seharusnya membiarkan anak-anak lain bermain."


Qingyin kecil mengucapkan terima kasih kepada Qinli dan ibunya. Saat itulah aura tenaga dalam yang berasal dari relix kuno itu berpindah ke tubuh Qingyin kecil. Ternyata selama ini aura tenaga dalam itu tersimpan di dalam tubuh ibunya Qinli.


Selama itulah dewi kecil dari tempat relix kuno berdiam di dalam tubuh Qingyin. Sang Dewi juga mengatakan jika Qinli yang membangunkan dewi tersebut dari tidur panjangnya.


"Setelah itu kau lah yang membangunkanku!" ucap Sang Dewi yang saat ini telah bangun dari tubuh Qingyin.


Merasa bahagia karena ternyata Sang Dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin ada hubungannya dengan tempat relix kuno tersebut, Qinli sangat bahagia.


"Jadi, kami sudah bisa masuk ke tempat relix kuno!"


Sang Dewi itu membuang muka, "Tentu saja! Aku adalah pemilik tempat itu!"


Malam harinya, ternyata Qinli dan Qingyin sudah kembali ke kediamannya. Saat ini seperti biasa mereka akan menghabiskan waktu di dalam kamarnya.


Qingyin duduk manja diatas pangkuan Qinli sambil berbincang-bincang sebelum tidur.


"Iya, jawab Qinli."


Qinli memegang wajah Qingyin.


"Selain itu, kita sudah kenal sejak kecil."


Qingyin tentu saja kaget akan hal itu, "Benarkah?"


Dengan tersenyum Qinli menjawab pertanyaan dari istrinya dengan penuh cinta, "Iya."


Setelah itu seperti biasanya Qinli dan Qingyin melakukan olah raga malam sebagai sepasang suami istri.


Ribuan sel spe**a itu sedang bersiap untuk menuju mulut rahim milik Qingyin. Dari sekian banyak sel tersebut ada salah satu sel yang sangat mirip dengan Qinli junior. Dia sedang bersiap untuk melakukan lomba lari. Hingga Qingyin menarik senapannya yang menandakan jika pertandingan akan segera di mulai.


"Bersiap ... mulai ... maju!"


Sel yang mirip Qinli itu terus berjuang agar ia dapat memenangkan pertandingan kali ini dan langsung masuk ke dalam rahim Qingyin. Dengan mengerahkan semua kekuatannya sel yang mirip Qinli itu akhirnya menang.


Ternyata tidak mudah melawan ribuan sel spe**a tersebut. Bahkan ia sempat bertarung untuk beberapa saat. Hingga garis finish telah terlihat di depan sana.

__ADS_1


"Sedikit lagi, hampir sampai!" ucap sel yang mirip dengan Qinli tersebut.


Selama pertandingan berlangsung Qingyin terus menyemangati suaminya agar cepat sampai di garis finish.


"Semangat! Suamiku!"


Akhirnya sesuai dengan keinginan sel yang mirip Qinli itu ia berhasil menang sampai di garis finish.


"Yeah! Qinli menang!" ucapnya sangat bahagia.


Qinli memegang gemas wajah Qinli.


"Kau sudah bekerja keras, suamiku!"


"Su ... sudah seharusnya!" ucapnya sambil tertawa bahagia karena berhasil memenangkan pertandingan kali ini.


Akhirnya puncak kenikmatan itu berhasil mereka raih secara bersama.


Sementara itu di alam dewi, Sang Dewi nampak berwajah kesal pada Qinli karena mereka sering sekali berhubungan suami istri akhir-akhir ini. Mau tidak mau tentu saja hal tersebut berimbas pada tubuh Sang Dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin.


"Kau sering sekali melakukan hal itu! Bocah tengik, aku akan segera pergi. Mengingat akan pertemanan kita, jadi aku akan memberimu hadiah!" ucap Sang Dewi.


Dewi itu segera mengumpulkan kekuatannya dan membuatkan sebuah pil mutiara untuk Qinli.


"Ini adalah mutiara spiritualku, terbuat dari esensi langit, bumi, matahari, dan bulan, ambillah!"


"Terima kasih!" ucap Qinli sangat bahagia.


Saat itu juga Qinli langsung menelan pil obat itu, dan dalam sekejap mata kekuatannya meningkat berkali-kali lipat saat ini. Bahkan karena kekuatannya sangatlah besar, ia mampu menembus beberapa lapisan langit.


...UGH....


...SWOOSH!...


.


.


NB : untuk yang bingung kenapa bahas sel-sel yang mirip Qinli, maafkan author bingung menjelaskannya jadi aku perhalus ya, semoga tidak bingung saat membacanya. Terima kasih.


Jangan lupa Vote/ GIFT , like dan komennya untuk menambah semangat author dalam berkarya.

__ADS_1


__ADS_2