MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 46


__ADS_3

Melihat Xin Miusi sedang menuju ke tempat mereka, maka Qinli segera berlari keluar dari ruangan rahasia itu. Mereka berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari jangkauan Xin Miusi.


"Sekarang masih belum waktunya untuk mengungkapkan identitas," batin Qinli.


Qinli meraih tangan wanita itu lalu mengajaknya berlari. "Ikut aku."


Sedangkan dari arah belakang, Xin Miusi terus mengejarnya.


"Tunggu sampai aku menangkapmu, aku akan membunuhmu!" teriaknya dari arah belakang.


"Pria tua itu menyuruhku meletakkan kertas itu di dalam silsilah keluarga Qin untuk menciptakan kesempatan bertemu dengannya, tidak di sangka ini benar," batin wanita itu.


Mereka terus berlari ke depan dan Xin Miusi terus berteriak karenanya.


"Berhenti! Jangan lari!"


"Cepat! ke arah sini!"


Karena tak memperhatikan jalan, maka wanita itu tersandung sebuah batu dan ia pun terjatuh.


"Ayah angkat Shouyi bilang, jika bisa menaklukkan pria ini, kelak tidak akan sulit kalau ingin meningkatkan kultivasi dengan cepat," batin wanita itu.


Sementara itu Qinli terus memperhatikan ke arah Xin Miusi. "Sepertinya tidak bisa dihindari."


Melihat wanita itu terjatuh Qinli pun menolongnya.


"Komandan Qin, kau terlalu cepat, aku tidak bisa mengikutimu," ucap wanita pura-pura lemah di depan Qinli.


"Tidak, hanya aku yang cepat," ucap Qinli.


Tiba-tiba Xin Miusi sudah berada di depan mereka. Ia pun menoleh dan kaget ternyata yang ia kejar tadi adalah Qinli.


"Qinli!"


"Aku tidak mencari masalah, dia sendiri yang datang kepadaku," batin Xin Miusi.


"Cepat sekali bisa mengejar kita, apa mungkin yang tadi ia makan adalah obat terlarang yang dulu pernah dikatakan ayah angkat, yang bisa meningkatkan kekuatan itu?" batin Qinli.


Mereka saling memandang dalam beberapa waktu.


"Kenapa dia bisa bersama dengan Qinli? Apa mungkin instruksi dari Ketua Wang," batin Xin Miusi sambil melihat wanita itu.


"Semua yang ada di Shangjing masih berada di genggaman orang itu, sekarang belum waktunya untuk menyinggung Ketua Wang," batin Xin Miusi.


Ia pun memikirkan sebuah cara agar tak bersinggungan dengan Ketua Wang. Xin Miusi pun pura-pura tak melihat Qinli dan wanita itu. Ia menoleh ke kanan dan kiri seolah tak ada siapapun di depannya.


"Aneh, jelas-jelas mereka tadi di sini, kenapa tiba-tiba menghilang."


Lalu wanita itu memberi kode pada Qinli kalau Xin Miusi tak melihat mereka.


"Sepertinya dia tak melihat kita."


"Apa mungkin ini adalah efek samping yang dikatakan Kepala Ketua Qin," batin Qinli.


Xin Miusi masih pura-pura mencari mereka sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Hilang!" ucap Xin Miusi.


Lalu wanita itu mulai mendekati Xin Miusi dan tiba-tiba ia pun menampar pipi Xin Miusi.


...PLAK!...

__ADS_1


Sebenarnya Xin Miusi sangat marah, tapi ia masih berpura-pura.


"Siapa! Siapa yang memukulku!"


"Sepertinya bukan pura-pura," batin wanita itu.


"Disitu!" seru Xin Miusi dari arah yang berlawanan dengan Qinli.


"Jangan lari kalau berani!" teriaknya sambil berlari ke arah yang berlawanan dengan Qinli.


Sedangkan wanita itu tersenyum senang. Lalu Qinli mulai bertanya padanya.


"Aku ingat kau adalah orang Ketua Wang. Kenapa kau bisa?"


"Lebih baik Komandan Qin jangan bertanya, dan aku juga tidak pernah bertemu denganmu malam ini."


"Karena kau sudah bilang seperti itu, maka aku juga tidak akan memaksamu."


"Aku suka dengan orang cerdas seperti Komandan Qin."


Tiba-tiba ponsel wanita itu berbunyi.


Di layar tertulis nama "Ayah Angkat"


"Aku akan segera pulang."


"Komandan Qin."


"Baik, aku akan memanggilnya."


Wanita itu lalu menoleh ke arah Qinli, "Ketua Wang mengundangmu, mohon Komandan Qin ikut aku."


"Suatu hari aku akan membalas semua orang yang telah menyinggungku bekali-kali lipat!"


Sedangkan Qinli berjalan mengikuti asisten Tuan Wang.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Halaman Militer...


Saat Qinli sampai di tempat Ketua Wang ia begitu terkejut karena di depan Ketua Wang sudah ada Komandan Xu dan Xin Miusi di sana.


"Hm, bukankah dia pergi begitu saja setelah meminum obat? Kenapa ...."


Melihat Qinli datang, Xin Miusi berpura-pura ramah dan mengajaknya untuk berjabat tangan.


"Komandan Qin, Anda sudah datang, kita sudah lama menunggumu."


Asisten wanita Ketua Wang sangat jeli, ia bisa melihat hasil karyanya tadi, yaitu bekas tamparan yang ia berikan pada Xin Miusi beberapa saat yang lalu.


"Tuan Muda Xin, ada apa dengan wajahmu?"


"Kemarin nyamuknya banyak, jadi aku pukul sendiri, Nona Zhou Xuanyi jangan mengolok-ngolokku," ucapnya berbohong.


Ternyata wanita yang menjemput Qinli ini bernama Nona Zhou Xuanyi, dia juga adalah putri angkat Wang Sounyi, dan merupakan prajurit tingkat tiga.


"Hahaha, sudahlah putriku, kau jangan mengejeknya lagi, karena semuanya sudah ada di sini."

__ADS_1


"Aku akan katakan masalah utamanya."


"Sekarang kalian adalah orang-orang dengan kekuatan paling hebat di Shangjing, jadi pemimpin memutuskan memilih kalian berempat mewakilkan Shangjing untuk berpartisipasi dalam kompetisi prajurit yang diselenggarakan di kota Tianhai satu bulan lagi."


"Kompetensi prajurit?" ucap Qinli kaget.


Ketua Wang tampak membetulkan kacamatanya.


"Benar! Kali ini juga merupakan standar tertinggi dan skala terbesar dari kompetisi prajurit dalam sejarah."


"Aku percaya dengan kemampuan komandan Qin sebagai kapten pasti akan menjadi juara pertama."


Qinli memandang tajam Ketua Wang.


"Dari maksudnya juga bisa menebak kalau aku pasti tidak akan menolaknya."


Dari ke empat orang yang terpilih hanya Xin Miusi dan Nona Zhou yang tersenyum.


"Kalau begitu, orang-orang yang mewakili Shangjing untuk ikut dalam kompetisi ini sudah ditentukan."


Lalu Ketua Wang berbicara lagi.


"Sebelum kompetisi, kalian bisa berpartisipasi untuk olahraga, tapi tahun ini, aku berharap kalian memenangkan kejuaraan!"


Komandan Xu terlihat memendam sebuah pertanyaan lalu ia pun mengutarakan hal itu.


"Apakah ada yang berbeda dari juara pertama tahun ini?"


"Dengar-dengar, hadiah tahun ini adalah obat rahasia teratai api suci yang paling susah didapatkan."


"Teratai api?" tanya Qinli penasaran.


"Bukankah ini adalah harta karun yang bisa membantuku menyempurnakan energi spiritual?" gumam Qinli.


"Kenapa?" tanya Ketua Wang.


Qinli tersenyum, "Tidak apa-apa, hanya saja tidak pernah mendengar bahan obat ini, sedikit penasaran.


"Aku lupa Komandan Qin punya identitas sebagai dokter hebat, tentu saja tertarik dengan hal ini."


Lalu Nona Zhou mendekati Qinli.


"Kapten."


"Nona Zhou apa ada saran ?"


"Aku sekarang adalah yang terlemah di dalam tim, hanya ditingkat tiga, lebih baik kau membimbing aku sebelum kompetisi."


"Oke, kita cari waktu untuk berkumpul dan berdiskusi satu sama lain."


"Komandan Qin, aku serahkan putriku padamu."


"Baik."


"Qinli, cepat atau lambat kau akan menjadi milikku," batin Nona Zhou.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2