MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 40


__ADS_3

"Kenapa ada dua kakak?"


Tuan Muda Xu kebingungan karena di hadapannya kini ada dua wanita yang sangat mirip dengan kakaknya, Nona Xu. Dari segi wajah, tubuh bahkan baju yang dipakainya sangat mirip. Karena takut salah, ia memilih salah satunya. Tapi sepertinya ia berjalan pada wanita yang salah.


"Kak, bukankah kau bilang akan menungguku, kenapa kau datang duluan?"


Hingga salah satu wanita satunya menegur Tuan Muda Xu.


"Adik, jangan ke sana, dia palsu! Takutnya orang ini adalah prajurit tingkat tinggi yang ahli dalam penyamaran."


Sedangkan wanita satunya tak terima.


"Bisa-bisanya menyalahkan orang lain, kau yang palsu, aku yang asli. Aku ke sini mencari Qinli karena masalah perjamuan militer sebelumnya," ucap Nona Xu.


Nona Xu satunya tak kalah terima, ia pun memutar balikan perkataan wanita satunya.


"Tidak sulit untuk mengetahui tentang perjamuan militer, terlebih lagi, prajurit yang ahli dalam penyamaran bisa menyamar menjadi siapapun dalam waktu hitungan menit, sepertinya tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak bisa kau samarkan, 'kan?"


"Benar, jaringan intelegen Serigala Langit juga pernah menyebut bahwa ada prajurit yang ahli dalam penyamaran," batin Qinli.


"Karena dia bisa masuk ke perjamuan militer Kaluarga Xu, takutnya dia bukan prajurit biasa. Dan masih belum tahu apa tujuan dia yang sebenarnya. Sekarang bukan situasi yang bagus untuk bertindak secara tiba-tiba ...."


"Jadi kau adalah kakakku?" tanya Tuan Muda Xu bingung.


Lalu salah satu wanita di depan Tuan Muda Xu mengatakan satu rahasia yang sudah disimpan rapat oleh Nona Xu dan Tuan Muda Xu sewaktu kecil.


"Apakah kau lupa kau masih saja mengompol di usia tujuh tahun, ini adalah rahasia kita berdua ...." ucapnya enteng.


Tuan Muda Xu seketika malu karena kakaknya membocorkan hal ini. "Kak! Kenapa kau mengatakannya ...."


Sementara itu wanita di belakang Tuan Muda Xu mengusap wajahnya dan mengatakan, "Semua kisah Keluarga Xu dari lahir dicatat di dalam silsilah. Tidak sulit untuk mengetahuinya.


"Ini ... sepertinya masuk akal juga," batin Tuan Muda Xu.


Hingga kedua wanita itu sama-sama membocorkan rahasia tentang Tuan Muda Xu. Mereka sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


"Primadona kelas yang diam-diam kau sukai bernama Fang," ucap wanita A.

__ADS_1


"Kau memecahkan patung kaca Budha di pesta ulang tahun kakek yang ke tujuh puluh," ucap wanita B.


"Hal yang paling menyedihkan tentang liburan musim panas masuk kuliah bukan karena gagal ujian melainkan dicampakkan oleh seorang gadis," ucap wanita A.


"Karena penasaran, kau sembarangan mengecap dokumen kakak besar, akibatnya kau dihukum berlari dua putaran dan pingsan karena sengatan matahari yang kuat," ucap wanita B.


Kedua wanita ini sama sekali tidak ada yang mau mengalah. Hingga membuat Tuan Muda Xu malu luar biasa karena hal itu. Karena persaingan mereka semakin sengit, merek tak memperdulikan kondisi Tuan Muda Xu yang mereka bicarakan sudah pingsan saat ini.


"Tidak disangka kau menyelidiki Keluarga Xu dengan sangat terperinci," ucap wanita A sambil mengepalkan tangannya.


Sedangkan wanita B juga tidak mau kalah, "Tidak peduli apa tujuanmu, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja."


Benar saja, sesaat kemudian mereka berkelahi dan saling mengeluarkan kekuatan masing-masing.


SWOSH ... SWOSH ....


BOOM!


Entah sejak kapan Qinli mulai berada di tengah mereka lalu mencoba menghentikan pertarungan itu dengan kekuatan yang ia miliki.


"Eh, Kak Qin, kenapa kau menusuk kakakku menggunakan jarum," ucap Tuan Muda Xu panik.


"Aneh, sama sekali tidak sakit, dan tubuhku seperti dibungkus oleh aliran energi hangat, sangat nyaman," ucap salah satu wanita yang sudah terlepas dari tangan Qinli.


Sedangkan wanita satunya masih dipegang oleh Qinli.


"Jika bukan karena meridian Nona Xu yang terluka di perjamuan militer, sepertinya aku juga tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu," ucap Qinli.


"Hanya dengan luka Nona Xu yang tidak bisa ditiru oleh siapapun," ucap Qinli final.


Kini ia sudah tau mana yang merupakan Nona Xu asli. Ternyata tangan wanita yang masih dipegang oleh Qinli adalah tangan wanita yang menyamar sebagai Nona Xu.


"Awalnya aku hanya ingin kau meninggalkan Shangjing, tapi tidak disangka kau menyadari hal kecil ini, anggap kau beruntung," ucap Nona Xu palsu.


"Meskipun aku tidak melakukan banyak kontak dengan Nona Xu, tapi seharusnya Nona Xu tidak akan membuat keputusan yang ceroboh."


"Benar, jadi ...." ucap wanita itu menyeringai sambil salah satu tangannya memegang satu jarum yang diarahkan ke mata Qinli.

__ADS_1


"Aku juga punya cara untuk melarikan diri."


Dengan cekatan tangan Qinli berhasil menghindari serangan Nona Xu palsu itu, dan berusaha menyerangnya. Di saat yang sama ia melarikan diri dengan melayang ke udara. Tak lupa ia pun meninggalkan pesan pada Qinli.


"Bocah, hanya dengan kekuatanmu ini masih ingin berbaur di Shangjing, kau itu masih jauh dari itu," ucapnya sambil menghilang.


Wanita itu menghilang di balik bangunan rumah Keluarga Xu.


"Tidak disangka orang ini bisa kabur dalam waktu sesingkat itu, sepertinya kekuatannya tidak bisa di remehkan."


"Sepertinya jika ingin menyelidiki lebih banyak informasi di Shangjing, harus mencari cara meningkatkan kekuatan diri sendiri," batin Qinli.


Tiba-tiba Nona Xu muncul di samping Qinli.


"Yang bisa punya kekuatan seperti takutnya hanyalah geng dari prajurit tingkat tinggi di Yanxia, apa mungkin Keluarga Xin dan mereka diam-diam ...."


"Benar dan kekuatan mereka seharusnya berada di atas kita," ucap Qinli.


"Tenang saja Komandan Qin, masalah ini pasti akan kami selidiki sampai akhir," ucap Nona Xu meyakinkan.


Qinli lalu menoleh pada Tuan Muda Xu. "Oh, ya bagaimana kalian tahu aku ada di sini? Ada masalah apa?"


"Kakak besar bilang kau punya urusan mendesak dan kami tidak bisa menghubungimu, jadi kami ke sini untuk melihat ...." ucap Tuan Muda Xin.


Sementara itu Nona Xu sudah membukakan pintu mobil untuk Qinli di kejauhan.


"Sudah larut malam, kita akan ke tempat kakak besar besok pagi," ucap Nona Xu.


Lalu mereka beriga segera meninggalkan tempat itu. Sementara itu wanita tadi ternyata masih berada di sana. Kini ia pun sedang berdiri di salah satu ranting pohon sambil melihat kepergian mereka.


"Tidak di sangka bocah ini orangnya sangat teliti," ucapnya dari atas pohon.


"Tidak disangka dia bisa mengetahuiku dengan cara mengandalkan kekuatan spiritual, dan juga telah mencapai prajurit tingkat tujuh."


"Karena kau tidak bersedia meninggalkan Shangjing, maka aku akan membuatku meninggalkan tempat ini," ucap wanita itu dengan sungguh-sungguh.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2