MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 81


__ADS_3

"Namun, ini sudah cukup."


Salah satu keputusan terbesar dari Qinli saat itu adalah memakan pil yang ia buat beberapa hari lalu.


Kemudian Qinli segera menelan pil yang telah ia buat kapan hari, sama seperti yang di konsumsi Tuan Muda Xu saat ia hampir kehilangan nyawanya.


"Efek pil yang dimurnikan dari binatang ular berkepala tiga ini sangatlah kuat, tapi ya sudahlah!" batin Qinli sambil menelan pil tersebut.


"Aaaaa ...." Qinli berteriak karena efek pil itu begitu cepat mempengaruhi masa pemulihan luka ditubuhnya.


Sementara cahaya berwarna ungu masih mengelilingi tubuh Qinli. Kekuatan Qinli begitu terlihat sangat luar biasa atau bahkan terlihat bertambah kuat berlipat-lipat dari sebelumnya.


Dari arah depan Wei Tiansheng sudah mengarahkan satu pukulan tepat di tubuh Qinli.


"Kau pikir aku aku memberimu waktu pulih untuk pulih sepenuhnya?"


Tapi satu pukulan dari Wei Tiansheng berhasil Qinli halau menggunakan satu tangannya.


"Bagaimana mungkin! Apa kultivasimu meningkat lagi?" ucap Wei Tiansheng tak percaya.


"Kenapa kalau iya?" tanya Qinli kembali dengan kedua matanya yang bercahaya serta aura kekuatan yang luar biasa darinya.


"Kenapa kalau tidak?!" gertak Qinli sekali lagi.


Qinli yang sudah terbakar amarah karena kedua orang tuanya direndahkan segera menyerang Wei Tiansheng dengan kekuatan luar biasanya.


"Hari ini kau harus, Mati!"


BAM!


Pukulan luar biasa dari Qinli mampu membuat Wei Tiansheng terlempar ke belakang sejauh beberapa meter. Hingga tubuhnya ambruk ke tanah.


HOSH ... HOSH ....


Terdengar nafas tidak beraturan dari Qinli setelah mengeluarkan seluruh tenaganya kali ini. Sementara dari belakang Tuan Muda Xu, Nona Xu dan beberapa prajurit Yanxia yang sudah siuman tampak bersorak untuk kemenangan Qinli barusan.


"Kak Qin menang! Kak Qin menang!"


Di lain sisi, para anggota Qingtang bersiap ditangkap oleh prajurit Yanxia. Di sana juga muncul Ketua Wang dengan luka-luka di tubuhnya sedang berjalan tertatih mendekati Qinli dan yang lainnya.


"Tangkap mereka semua!" intruksi dari Ketua Wang.


"Tamat sudah!" ucap para anggota Qingtang.


Qinli jatuh terduduk, rasanya seluruh tubuhnya remuk karena ia mengunakan semua kekuatan yang ada di tubuhnya, belum lagi luka akibat pukulan Wei Tiansheng tadi masih terlihat jelas di dada Qinli yang robek.


"Akhirnya berakhir juga!" ucapnya lega.


"Efek pil penyembuh spiritual ini sangat kuat sehingga membebani tubuhku, aku hampir tidak bisa bergerak!"

__ADS_1


Tapi ternyata Wei Tiansheng bangkit. Ya, pil yang ia konsumsi tadi ada efek sampingnya. Karena sudah melebihi batas maksimal, maka orang yang sudah mengkonsumsinya tadi bisa meledak seperti bom atom, sama seperti Xin Miusi kapan hari. Untung saja saat itu Qinli berhasil mengunci titik-titik penting di tubuh Xin Miusi yang akhirnya tak jadi membuatnya meledak dan selamat.


Tapi kali ini Qinli tak menyangka jika Wei Tiansheng akan mengalami efek yang serupa dengan pil yang dikonsumsi Xin Miusi kapan hari. Dengan tubuh memerah menyala Wei Tiansheng mendekati Qinli.


"Haha!"


"Kalian semua akan mati bersamaku!" ucapnya bangga.


...KRAK ... KRAK ... KRAK .......


Bunyi dari otot-otot yang berasal dari tubuh Wei Tiansheng terdengar begitu keras.


"Gawat dia terluka parah dan tidak bisa menahan esensi Qi yang ada di dalam tubuhnya! Sama seperti tong bubuk mesiu yang akan segera meledak!" gumam Qinli.


Belum sempat Qinli berkata, terdengar satu teriakan dari seseorang yang sangat Qinli kenali.


"Semuanya minggir!"


Ketua Wang datang dan tiba-tiba berlari ke arah Wei Tiansheng dan memeluk tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan, bajingan!"


"Kau tidak menyangka, 'kan akan mati bersamaku? Hahaha!" ucap Ketua Wang menyeringai.


Sebelum meledak bersama Wei Tiansheng, Ketua Wang menoleh dan berpesan pada Qinli.


"Militer Yanxia mengandalkan kalian!"


...BOOM!...


"Ketua Wang!" teriak Qinli.


Ledakan itu memicu lubang besar di area makam. Kekuatan ledakannya benar-benar sangat besar hingga menghancurkan tubuh mereka berdua. Yang tersisa saat ini hanyalah sebuah kaca mata yang terbelah menjadi dua dan kepulan asap membumbung tinggi.


Dua orang prajurit Yanxia memapah Kader He mendekati lubang bekas ledakan tadi.


"Shouyi ...." ucapnya berduka.


🍃Malam harinya.


...⚜⚜⚜...


...Kediaman Qinli....


"Aneh sekali! Kita makan pil yang sama. Aku yang dari prajurit level tiga naik menjadi prajurit level lima."


"Tapi kenapa kau yang tidak punya kultivasi tiba-tiba bisa naik menjadi prajurit level tujuh?" tanya Jiangjun tidak percaya.


Di satu sisi, Tuan Muda Xu hanya tersenyum lalu memperlihatkan lengannya ke arah Jiangjun.

__ADS_1


"Nadi spiritual Tuan Muda Xu sangat istimewa, nadinya terblokir sejak lahir, jadi dia benar-benar tidak dapat berlatih seni bela diri," terang Qinli.


"Namun, begitu diaktifkan, levelnya akan meningkat dengan pesat. Sama seperti Nirwana Feniks, maka itu dinamakan sebagai nadi spiritual Nirwana!"


"Sial, kau seperti Cheat dalam Game Online!" cibir Jiangjun tidak terima.


Lain halnya dengan Tuan Muda Xu yang begitu semangat dengan kekuatan barunya. Terlihat sangat berapi-api ketika bercerita.


"Pil penyembuh spiritual yang mengaktifkan nadi spiritualku, jadi level kultivasiku langsung meningkat melebihi darimu!"


"Aih, dari kecil aku tidak punya bakat dalam seni bela diri dan selalu diangggap sebagai aib keluarga. Tidak disangka kecelakaan yang menimpaku sebelumnya membawa keberuntungan."


Qinli kemudian mendekati Tuan Muda Xu.


"Sebelum kakakmu meninggal, kau sudah menjadi kepala keluarga Xu, kau harus terus meningkatkan kekuatanmu baru bisa mempertahankan posisimu."


Qinli menepuk bahu Tuan Muda Xu untuk memberinya semangat.


"Aku akan berusaha keras!" ucap Tuan Muda Xu bersemangat.


Lalu Tuan Muda Xu saling memandang dengan Jiangjun. Mereka seperti sedang berkoalisi pada satu tujuan yang sama.


Tiba-tiba Jiangjun dan Tuan Muda Xu berjongkok lalu memberi hormat pada Qinli.


"Mohon terimalah kami!" ucap mereka serempak.


Tentu saja tindakan mereka barusan membuat satu pertanyaan besar di benak Qinli.


"Kalian sedang apa!" ucap Qinli terkejut.


"Kami telah menerima begitu banyak kebaikan darimu dan tidak mampu membalasnya! Mulai sekarang, Keluarga Xu dan Keluarga Jiang bersedia menjadi bawahanmu dan mengikutimu hingga mati!" ucap mereka bersamaan.


Qinli tak menyangka jika kedua sahabatnya itu bertingkah aneh, oleh karena itu ia pun membantu mereka berdiri. Rasanya tidak nyaman berbicara dalam posisi seperti itu.


"Baik! Aku terima, kelak kalian adalah sobat terbaikku!" ucap Qinli memegang bahu mereka berdua.


"Bos!"


"Bos!"


Setelah itu mereka berdua kembali memperlihatkan satu undangan yang sama di depan Qinli.


"Oh iya bos, kami mendapatkan ini!"


Satu lembar undangan berwarna merah telah dikantongi oleh masing-masing Tuan Muda itu, Jiangjun dan Tuan Muda Xu.


"Undangan dari Keluarga Wei? Mengundang kalian ikut serta dalam rapat pahlawan yang diadakan setengah bulan nanti!" ucap Qinli membaca undangan tersebut.


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2