MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 88


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat, Qinli dan Jiangjun sudah bersiap meninggalkan kediaman Liu Mulyan.


"Terima kasih atas pelayananmu, sudah waktunya aku pamit, aku dan Tuan Jiang tidak akan mengganggu waktumu!" pamit Qinli.


"Tuan Qin, tidak usah sungkan, aku tidak antar lagi, ya!" ucap Nona Liu sambil tersenyum.


"Sampai jumpa Nona Liu. Oh iya, apakah Nona Liu tahu di mana ada taman yang sepi di tengah Kota Huadong ini?"


"Ada satu tempat tapi Tuan Qin mau ke sana untuk apa?" tanya Nona Liu penasaran.


Qinli pun berpura-pura pada Nona Liu agar tidak curiga. Ia pun memamerkan perut buncitnya akibat kekenyangan.


"Aku makan terlalu kenyang, jadi ingin mencari tempat jalan-jalan untuk melancarkan pencernaan," ucapnya sambil memegangi perutnya.


Nona Liu tersenyum.


"Begitu rupanya. Ada satu taman di Huadong yang sepi dan tenang, tapi tempat itu sangat jarang dikunjungi orang."


Nona Li menunjuk pada sebuah gunung yang lumayan dekat.


"Lihat, di sana, Taman Liushan."


"Jika Tuan Qin tertarik, aku bisa menemanimu jalan-jalan di sana."


"Tidak perlu repot-repot. Hari masih terang, aku pergi berkeliling sendiri saja!" tolak Qinli dengan halus.


...TIGA JAM KEMUDIAN...


Qinli terlihat berjalan-jalan sendirian di sebuah jalan di tengah sebuah komplek. Tapi ada satu wanita yang mengintainya dari atas ranting pohon.


"Akhirnya aku menemukanmu juga!" ucap wanita berbaju tosca itu.


"Komandan Qin."


Qinli menoleh ke kanan dan ke kiri sambil melihat energi yang cocok dengan dirinya.


"Taman Liushan ... punya energi spiritual yang sangat kuat, apakah ada semacam koneksi dengan Keluraga Liu?"


Pandangan Qinli tertuju pada sebuah toko yang menampilkan aura emas.


"Ternyata tempat ini punya energi spiritual berwarna emas."


Qinli kemudian masuk ke dalam toko itu. Ternyata di sana menjual barang-barang antik. Hingga Qinli menemukan satu buah gelang yang memancarkan aura keemasan.


"Ini dia!"


Qinli mengambil gelang tersebut dan berniat untuk membelinya. Apalagi Qinli melihat wanita yang memilki toko barang antik itu sedang membersihkan barang-barang antik di dalam toko.


"Bu Boss, berapa harga gelang tangan ini?"


Karena wanita itu tidak meresponnya maka ia pun memanggilnya berkali-kali.


"Bu ...."


"Ibu ...."


Lalu wanita itu mulai menoleh ke arah Qinli.


"Terserah mau membayar berapa pun."


"Ini tidak boleh, kau sebut harga saja, aku akan membelinya."


"Kalau begitu ... lima puluh juta saja!"


Lalu wanita itu mengulurkan tangan ke arah Qinli.


"Bayar pakai uang tunai atau kartu?"


Lalu terjadi keheningan untuk beberapa waktu. Hingga akhirnya Qinli mengungkapkan kalau harga yang ditawarkan wanita itu terlalu mahal.


"Mahal sekali!" ucap Qinli.

__ADS_1


"Bisnis ini legal, dan aku selalu membayar pajak setiap tahunnya!" gertak wanita itu pada Qinli.


"Be ... begitu, ya? baiklah! kalau begitu, aku anggap sebagai bayaran uang pajak untuk Yanxia!"


"Apa dia kira bisa mengibuliku dengan penampilannya itu ... namun, ada bagusnya juga, kebetulan bisa mengosongkan sedikit ruang di cincin penyimpananku."


"Kalau begitu, tangkap baik-baik, ya."


Qinli lalu melepas cincin miliknya, dilemparkan ke atas dan keluarlah batangan emas dari dalam sana. Batangan emas itu menjatuhi wanita itu.


Setelah membayar semuanya, Qinli bergegas pergi ke tengah hutan. Di sana ia mulai melatih kembali kekuatan tenaga dalamnya. Ia mulai menyerap energi murni dari sekelilingnya.


Karena Qinli menarik energi-energi baik di sana. Banyak hewan yang mendekatinya. Ada tupai, rusa, kelinci, landak dan anjing. Hewan-hewan itu menemani Qinli semalaman.


Saat pagi menjelang, burung-burung di hutan mulai berkicau. Kedua mata Qinli terbuka, ia merasakan ada hal ganjil yang terjadi di sana.


"Gawat!"


Ia pun berlari menuju ke arah energi jahat itu. Karena gerakan tiba-tiba dari Qinli membuat hewan-hewan yang menemaninya tadi berlarian.


"Tidak kusangka mereka datang begitu cepat!"


Dari tempat Qinli terlihat banyak energi spiritual di tempat itu, ia pun segera berlari ke sana. Ternyata di sana Keluarga Wei sudah menyerang Keluarga Liu.


Beberapa prajurit mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mengunci orang-orang di dalam rumah agar tidak bisa melarikan diri.


"Lelaki tua! Matilah!" seru mereka sambil terus mengarahkan kekuatannya ke dalam rumah.


Beberapa prajurit lainnya sudah menyerang kakek pemilik rumah. Padahal kakek itu duduk di atas kursi roda, tapi tetap saja mereka menyerangnya.


HIAT!


"Anak muda, tidak baik bertarung dengan orang tua."


Sementara itu Nona Liu sedang melawan beberapa prajurit level setelah langkah sendirian.


"Hanya dengan kekuatan master setengah langkah seperti kalian, tidak akan bisa mengalahkanku," ucap Nona Liu.


"Kita akan menang asalkan bisa membunuh Qinli tapi di mana bocah itu bersembunyi?"


Saat Wei Kaiyuan memandang ke arah para prajurit yang bertarung, Qinli tiba-tiba muncul di belakang Wei Kayuan.


"Orang jahat sepertimu sedang mencari apa? Biar kubantu cari!" ucap Qinli setengah berbisik.


Wei Kaiyuan menoleh, "Baik, apa kau tahu di mana Qin ...."


Menyadari kalau yang berkata barusan adalah Qinli membuat Wei Kaiyuan begitu marah.


"Beraninya kau mempermainkanku!" teriaknya dengan penuh amarah.


Qinli tersenyum sambil menghunuskan pedang Zhanlu ke arah Wei Kaiyuan.


"Sepertinya serangan pilar kekuatan langitku waktu itu belum cukup untuk memberimu pelajaran," ucap Qinli sambil menyeringai.


Lalu mereka bersiap untuk bertarung. Qinli sudah memegang pedang Zhanlu ditangan kanannya.


"Aku berjanji pada Nuannuan, tidak akan membunuhmu."


"Tapi itu tidak berarti orang lain akan melepaskanmu kapan saja."


"Tuan Qin hati-hati," seru Nona Liu dari kejauhan. Sementara itu di depan Qinli ada dua orang berbadan besar yang siap menghajar Qinli


"Mereka adalah dua bersaudara Xong dari kekuatan Keluarga Wei, jika mereka bekerja sama, kekuatan mereka tidak lagi berada di bawah level Master."


"Tidak boleh anggap remeh!" ucap Nona Liu pada Qinli.


Setelah itu Nona Liu mengarahkan satu tendangan ke arah prajurit di belakangnya. Hingga membuat prajurit itu tumbang.


...BUGH!...


"Kekuatan Nona Liu lumayan hebat," batin Qinli.

__ADS_1


"Karena dia sudah berkata begitu, aku harus berhati-hati," batin Qinli bersiap menyerang kedua prajurit pilihan Wei Kaiyuan.


...ROAR!...


Benar saja, setelah kedua prajurit itu menggabungkan kedua kekuatannya, terlihat sebuah kekuatan hebat di belakangnya.


Sebuah bayangan beruang besar berdiri di belakang prajurit tadi, yang menunjukkan kekuatan mereka adalah menyerupai kekuatan beruang.


"Akan ku tunjukkan padamu kekuatan dari prajurit elit Keluarga Wei!"


Sesaat kemudian mereka berdua mengarahkan sebuah pukulan secara bersama ke arah Qinli.


"Tinju wujud beruang!" teriak mereka.


"Tekanan yang sangat kuat!"


Bukan menghindarinya tetapi Qinli malah semakin mendekati kedua prajurit kembar itu untuk melawan mereka. Hingga beberapa saat kemudian terlihat sebuah ledakan luar biasa dari sana.


"Awas!" teriak Wei Nuannuan dari kejauhan.


Memang saat ini ia sedang bersama Kak Yunfei. Melihat pertarungan itu dari kejauhan. Beberapa saat kemudian ia pun berkomentar.


"Kelihatannya kau baru pertama kali berada di medan perang, kau sangat gugup!" tanya Yunfei pada Wei Nuannuan.


Melihat wajah Wei Nuannuan yang panik membuat Yunfei bertanya-tanya.


"Tenang saja, bocah itu tidak akan bisa melukai dua bersaudara Xiong," ucapnya Yunfei dengan tenangnya.


Sementara Wei Nuannuan masih saja khawatir.


"Begitu, ya? Bagus ... bagus kalau begitu."


"Aku harus memikirkan cara untuk memancingnya pergi, lalu mencari kesempatan untuk menolong Kak Qin," batin Wei Nuannuan.


Lalu Qinli mulai memancing emosi kedua prajurit tadi.


"Kalian mirip dengan beruang yang berkulit keras dan kasar!"


"Tentu saja!" ucap salah satunya.


Lalu prajurit satunya mengingatkan kakaknya kalau Qinli itu sedang mengejek mereka bukan memujinya.


"Kakak, bocah itu sedang mengejek kita!"


"Kalau begitu, akan kugunakan jurus baruku kepada kalian."


Tiba-tiba Qinli mendorong dada kedua prajurit itu dengan seluruh kekuatannya.


"Apa yang kau lakukan?" gertak prajurit itu.


"Coba tebak!" ucap Qinli sambil tersenyum.


Setelah itu ternyata Qinli menyerap seluruh energi dari kedua prajurit tadi.


Arggghhhh ....


Mereka pun kesakitan karena hal itu dan membuat Wei Nuannuan, Kak Yunfei dan Wei Kaiyuan terkejut karena ulah Qinli barusan.


Lalu Kak Yunfei bergumam," Tidak disangka Qinli begitu kuat!"


"Kalau dibandingkan denganmu, bagaimana?" tanya Wei Nuannuan.


"Kedua bersaudara Xiong memanggilku kakak besar, melawan bocah seperti dia tidak ada apa-apanya bagiku," ucap Yunfei sombong.


"Benarkah?" tanya Wei Nuannuan meragukan hal tersebut.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2