MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 50


__ADS_3

Wanita berambut biru yang terjatuh di depan Qinli itu, kini dihampiri dua orang pria. Ternyata pria itu adalah Xie Wen, Kapten Tianhai, dan orang disampingnya itu adalah adiknya.


"Kau jangan lupa, pengurus rapat prajurit kali ini adalah tentara Kota Tianhai, kakakku adalah komandannya," seru salah seorang lelaki.


Di depan wanita itu kini berdiri dua orang laki-laki, yang satu berdiri di depan yang satu di belakang. Lelaki yang berada di depan terlihat sombong itu kini bersedekap dada dan memandang remeh wanita di depannya itu.


"Kau ini sedang melanggar aturan kompetisi!"


"Heh! Aturan? ku beri tahu padamu, aku yang punya aturan di sini!"


"Lebih baik kau melayaniku dengan baik satu malam, atau enyahlah dari sini."


"Bisa tidaknya tim kecil seperti kalian ikut dalam kompetisi ini itu tergantung pada kata-kata Kak Wen!"


"Benar."


Terlihat sekali mereka sangat merendahkan wanita itu.


"Tutup mulut sialan itu!" seru wanita itu sambil mengarahkan satu tendangan ke arah lelaki itu.


Tetapi lelaki di depannya itu bisa menangkis tendangan wanita itu.


"Untuk apa terburu-buru, kita masih punya waktu untuk bercumbu malam ini."


"Pergi mati!"


Wanita berambut biru itu sekali lagi melakukan serangan pada lelaki itu.


"Ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan jurus lemahmu ini!" ujar lelaki itu.


...SWOSH ... DUGH!...


Mereka saling menyerang satu sama lain. Sedangkan yang lainnya hanya memandang perkelahian itu sambil berkomentar di belakang.


"Orang terkuat pun tidak akan mampu melawan gangster lokal, terlebih lagi, dia adalah runner-up kedua di kompetisi prajurit tahun lalu."


"Benar, gadis ini hanya akan menerima siksaan."


Tetapi Qinli tetap berdiam diri dan melihat pertarungan itu dari kejauhan.


"Tampaknya setelah orang tua itu mewariskan bela diri kepadaku, bukan hanya cuma meningkatkan kultivasiku, tetapi juga dapat melihat seluruh pergerakannya."


Sedangkan di depan sana, pertarungan tetap berjalan.


"Tangan kiri menjadi perisai, energi berkumpul di kaki kanan!"

__ADS_1


"Orang yang tidak mengerti jangan sembarang bicara," sanggah wanita berambut biru.


Tetapi lelaki itu lalu menyerang kembali.


...BAMM...


"Ternyata tubuhku bergerak sesuai instruksi yang dia katakan," batin wanita itu.


"Menaikan kaki lurus menggunakan kaki kanan!" ucap Qinli.


Ternyata yang mengendalikan wanita berambut biru adalah ucapan dari Qinli.


Benar saja sesaat kemudian, lelaki itu berhasil dikalahkan oleh wanita berambut biru.


"Ba-bagaimana mungkin," seru lelaki itu setelah tumbang.


Bahkan kini hidungnya mengeluarkan darah.


"Aku menang?" seru wanita berambut biru tak percaya.


Setelah itu Qinli beranjak pergi. Tetapi wanita berambut ungu mengejarnya.


"Tunggu!"


"Penyelamat, sebentar!"


Nona Zhou dan Qinli menoleh, lalu Nona Zhou menjawab pertanyaan gadis rambut biru itu.


"Bukan, kami sama sepertimu, datang untuk mengikuti kompetisi."


"Ikut kompetisi tiga orang?" ucap wanita rambut biru itu ragu-ragu.


"Kita berempat," ucap Kapten Xu.


"Hm, kenapa tidak melihat Xin Miusi?" tanya Qinli.


Ternyata Xin Miusi menemui seseorang untuk mengambil sebuah ramuan untuknya. Kini mereka sedang bertransaksi di sana.


"Ini barang yang kau mau."


Lelaki itu menyerahkan sebuah botol pada Xin Miusi. Lalu ia pun berpesan padanya.


"Cuma ada satu buah pil, jangan menggunakannya kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak!"


"Tentu saja!"

__ADS_1


Tetapi hati kecil Xin Miusi berkata lain.


"Sekalipun itu obat racun, asalkan bisa meningkatkan kultivasiku itu sudah cukup. Aku pasti menang dan mendapatkan teratai api suci itu," batin Xin Miusi senang.


"Kalian jangan sampai mengecewakan pemimpin, ucap Ketua Wang sambil membetulkan letak kacamatanya."


Di tempat kompetisi.


Nona Zhou berbicara, "Bukankah cuma beberapa jam naik pesawat, tidak disangka fungsi ginjal Xin Miusi begitu buruk."


"Berbeda jauh dengan kapten kami!" ucapnya sambil menunjuk pada Qinli.


"Dia kapten?" tanya wanita berambut biru itu kaget.


Qinli lalu memperkenalkan dirinya pada wanita itu, ia mengulurkan tangannya ke arahnya.


"Hallo, namaku Qinli."


Tapi wanita berambut biru itu tak mendengarkan.


"Sepertinya tidak semua pria menjengkelkan seperti kelompok orang di rumah," batin wanita itu.


Karena wanita itu sama sekali tidak merespon uluran tangan Qinli, sampai-sampai wanita di belakangnya membisikkan namanya.


"Kapten, kapten!"


Sedangkan Qinli menjadi tidak enak karena hal itu. Beruntung tidak lama kemudian wanita itu menjabat tangan Qinli.


"Ha-hallo Kapten Qin, aku Tang Yi, Kapten Tim Yanhai."


Lelaki yang dikalahkan wanita itu bangkit sambil bergumam, "Datang dari mana bocah ini, kenapa tidak pernah melihat sebelumnya."


Tiba-tiba dari arah depan datang Ketua Wang dan mendekati Qinli. Ia menyerahkan sebuah kartu untuk membuka kamar yang akan ditempati Qinli.


"Aku sudah mencari kalian kemana-mana, ternyata kalian berada di sini. Ini kartu kamarmu, Xuanyi tau di mana lokasinya."


Lalu Ketua Wang menyerahkan kartu itu padanya.


"Ayah angkat, kau tenang saja."


"Bocah ini benar-benar beruntung, dia bahkan disukai Wang Shouyi," batin Kapten Tianhai.


Tapi mata Kapten Tianhai memandang ke buah **** milik Shouyi yang begitu menggoda mata lelaki.


"Menurutmu, ukuran dia D atau F?"

__ADS_1


"Apa maksudmu DF?" tanya teman Kapten Tianhai dengan polos.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2