
Malam harinya.
...⚜⚜⚜ ...
...HOTEL HANWU...
Qinli baru saja membersihkan diri. Dia bahkan tampak sedang mengeringkan rambutnya yang setengah basah.
Sedangkan Nona Zhou saat ini sedang menggunakan kamar mandi yang baru saja Qinli pakai. Ia berendam di bathup menggunakan air hangat.
"Di sini masih tertinggal aroma kapten, benar-benar wangi pria sejati," batin Nona Zhou sambil melamunkan Qinli.
Saat asyik-asyiknya berendam ada tamu datang. Bel rumah berbunyi begitu nyaring hingga membuat jam berendam Nona Zhou terganggu.
"Siapa yang datang malam-malam begini?" ucapnya dari dalam bathup.
Sementara itu di luar pintu Kapten Tianhai sedang menyisir rambutnya agar tetap tampak rapi, dan ada setangkai bunga mawar yang ia selipkan di bibirnya.
Karena bel rumah terus berbunyi hingga menganggu anggota rumah yang lain. Hingga mau tak mau, ada seseorang harus membuka pintu untuk tamunya itu.
Di luar rumah, Kapten Tianhai sudah membayangkan jika Nona Zhou yang membuka pintu untuknya. Sambil memejamkan mata ia pun menyapa Nona Zhou.
Ceklek ...
"Nona Zhou aku datang," ucap Kapten Tianhai sambil tersenyum manis dan diantara bibirnya masih ada setangkai bunga mawar merah.
Sungguh pose yang begitu mempesona jika yang membuka pintu adalah target sesungguhnya, sayangnya yang membuka pintu adalah Qinli.
"Kau salah orang," ucap Qinli dengan wajah yang sangat mengantuk.
Sedangkan wajah Kapten Tianhai kaku seperti seonggok batu. "Sial, kenapa dia?"
__ADS_1
"Dasar tidak berguna! Apa aku menyuruhmu membuka pintu? Yang aku cari adalah Nona Zhou!" ucap Kapten Tianhai dengan sangat marah.
Tapi ekspresi masa bodoh ditunjukkan oleh Qinli, "Oh."
Lalu dengan sekejab mata Qinli menutup pintu dengan sangat kasar.
BLAM
Tentu saja wajah tampan Kapten Tianhai menjadi terantuk pintu dengan sangat kerasnya. Hingga sesudahnya ia mencaci maki Qinli.
"Kapten, siapa di luar?" tanya Nona Zhou.
Mendengar suara gadis idamannya datang, Kapten Tianhai segera mendobrak pintu meski hidungnya masih memerah akibat terantuk pintu.
"Adik Zhou! Ini aku!" ucap Kapten Tianhai sambil menyerahkan setangkai bunga mawar padanya.
Tampikan Nona Zhou sangat tak sopan karena ia masih mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuhnya sehabis mandi, tetapi langsung menemui tamunya.
"Aku hampir tidak mengenalimu tadi siang, tidak disangka kau masih ingat aku, jadi aku secara khusus ke sini untuk meminta maaf padamu."
Kapten Tianhai berlutut di hadapan Nona Zhou sambil mengulurkan setangkai bunga mawar merah padanya.
"Meminta maaf?" ucap Nona Zhou sambil menunduk, hingga membuat handuk yang ia pakai hampir melorot.
"Benar, benar, aku meminta maaf karena tidak sempat menjagamu tadi siang."
"Di sini ada orang luar," ucap Kapten Tianhai dengan berdiri dan berada di samping Nona Zhou yang sedang membetulkan handuknya.
"Jadi biarkan aku menjagamu secara pribadi."
Salah satu tangannya meraih bahu Nona Zhou dan matanya melirik buah **** milik Nona Zhou.
__ADS_1
"Tidak disangka setelah beberapa tahun tidak bertemu, adik Zhou telah menjadi besar."
"Aku juga tidak menyangka sudah begitu lama, Kak Xie tetap sama seperti dulu."
"Tidak pernah berubah!" ucap Nona Zhou sambil mengarahkan satu tendangan tepat diantara kedua Kaki Kapten Tianhai dengan sangat keras, hingga membuatnya muntah darah.
"Beraninya pria seperti dirimu melecehkanku!"
Nona Zhou membuang bunga mawar pemberian Kapten Tianhai. Sedangkan di belakangnya, Qinli sedang asyik menggosok gigi.
Lalu Nona Zhou menoleh ke arah Qinli, "Hanya pria seperti Kapten yang mampu mencuri hatiku!"
Seketika Qinli merasa tidak nyaman berada di sana.
"Kemampuan apa yang Qinli punya! Dia hanyalah anak dusun yang lahir di Jiangcheng! Atas dasar apa?" ucapnya tak terima.
Meski ia masih kesakitan, tapi ia tak mau harga dirinya direndahkan begitu saja.
"Dia adalah Kapten Prajurit yang berada di atas tingkat lima!"
"Hanya level lima, aku kira dia sehebat apa!" batin Kapten Tianhai.
Kapten Tianhai perlahan mulai bangkit dan berdiri meski area sana masih terasa ngilu.
"Kita lihat saja nanti!"
Setelah itu Kapten Tianhai segera meninggalkan rumah itu.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...