MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 56


__ADS_3

Ilusi itu ternyata membawa Qinli kembali ke masa kecilnya. Di mana saat itu, ibunya sedang menyiapkan sarapan untuk ayah dan dirinya. Sebuah moment di mana keluarganya masih hidup bersamanya.


Ibunya menoleh dan tersenyum ke arah Qinli kecil.


"Kenapa bengong, kemarilah dan makan!" ajak sang ibu.


Sementara ayahnya sedang membaca koran. Qinli terkejut karena di dalam ilusi itu ia berubah menjadi Qinli sewaktu kecil. Ia memperhatikan dirinya yang kini menjelma sebagai Qinli kecil.


"Ada apa denganku?" ucapnya heran sambil memandangi kedua tangannya secara bergantian.


Saat Qinli mengulurkan tangan ke arah kedua orangtuanya, tangannya berubah menjadi penuh lumuran darah.


Rumah yang tadinya bersih, kini penuh bercak darah yang memenuhi ruangan. Bahkan sudut-sudut kamar terlihat gelap dan menyeramkan. Hingga tinggalah Qinli sendirian di dalam ruangan itu.


Beberapa saat kemudian, Qinli kecil kini berada di tengah pemakaman kedua orang tuanya. Banyak orang yang datang dan menghadiri pemakaman kedua orang tuanya.


Mereka berpakaian serba hitam dan membawa payung. Hanya Qinli yang berdiri sendirian dan terpisah dari mereka, bahkan pakaiannya basah karena air hujan. Seolah-olah tak ada lagi yang peduli dengannya.


"Keluarga Qin sudah menyinggung siapa?" ucap mereka.


"Dengar-dengar, ada orang yang melihatnya hari itu! Di dalam kamar penuh dengan darah!"


"Sungguh anak yang malang."


Lalu Qinli dewasa menerobos kerumunan orang-orang tadi untuk melihat apakah benar yang di kebumikan tadi adalah kedua orangtuanya.


"Permisi."


Ternyata benar, di atas nisan itu terdapat kedua foto ayah dan ibunya. Makam suami istri Keluarga Qin. Beberapa saat kemudian muncullah Qinyin dari belakang, di salah satu tangannya memegangi pisau. Kini ia mulai berjalan mendekati Qinli.


"Qinli ...."


"Kau masih ada aku," ucapnya sambil menunjukkan wajah sendunya.

__ADS_1


"Meskipun kedua orang tuamu meninggal, jangan bersedih hati."


"Karena ...."


Qingyin mendekap tubuh Qinli dan bersiap untuk menghunuskan pisau yang ia bawa tadi ke arah punggung Qinli.


"Kau akan segera menemani mereka!" ucapnya sambil menyeringai jahat.


...KLANG! ...


.......


.......


...BAM!...


Qinli berhasil menghalau pisau yang sempat Qingyin hunuskan padanya. Qinli sadar semua ini hanyalah ilusi.


"Aku sudah mencium bau dari tubuhmu, masih ingin menipu orang."


Xie Wen menyeringai dan tertawa dari atas sana. Menikmati Qinli yang masih terjebak dalam ilusi yang dibuat oleh temannya.


"Sepertinya satu-satunya cara untuk menghancurkan formasi sihir ini adalah dengan menarik energi jahat ini."


"Tetapi sekarang kekurangan alat, hanya bisa coba mengandalkan pisau belati ini."


Qinli mengambil pisau belati itu lalu menancapkan ke lantai untuk membentuk formasi dan mengumpulkan roh jahat.


JLEB!


Sesudah itu semua aura dan roh jahat berkumpul dan masuk ke dalam formasi yang diciptakan oleh Qinli. Tetapi Kapten Qiao Shen tetap saja membaca mantra agar ilusi yang ia ciptakan tidak bisa dirusak oleh Qinli.


Kini ia malah menari dan mengelilingi Qinli sambil mengucap mantra, "Bunuh dirimu, bunuh dirimu ...."

__ADS_1


"Bunuh dirimu, bunuh dirimu ...."


Karena Qinli sebal, ia pun menghadiahi Kapten Qiao Shen dengan sebuah bogem mentah hingga ia terkapar di lantai.


"Meskipun kekuatannya tidak sebanding dengan Xie Wen, tapi dengan mengendalikan kemampuan memanipulasi energi jahat, cukup untuk membuatnya menang dari prajurit biasa," batin Qinli.


"Jika bukan karena ada kekuatan dari pria tua itu, takutnya aku akan masuk ke dalam tipuannya!"


Kini tubuh Qinli dipenuhi dengan aura ungu yang berbentuk naga.


Setelah Kapten Qiao Shen pingsan maka juri mengumumkan pemenangnya.


"Qinli menang dalam pertarungan ini! Siapa yang masih ingin menantangnya?" tanya MC pada setiap prajurit yang masih tersisa.


Para prajurit dan penonton terkesima akan kemampuan tersembunyi dari Qinli.


"Bahkan seorang Qiao Shen bisa kalah, habis sudah kali ini!"


Kapten Xie Wen juga terkejut kali ini.


Melihat tak ada yang maju ke depan, maka MC mengumumkan pemenang dalam Kompetisi Prajurit kali ini.


"Karena tidak ada yang berani menantangnya, maka aku umumkan pemenang pertama Kompetensi Prajurit kali ini .... "


"Tunggu!" seru Xin Miusi dari kursi tunggu.


"Aku masih belum naik panggung!"


Xin Miusi mulai naik panggung dengan tersenyum.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2