MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 239


__ADS_3

"Tetua besar!"


"Ya, kalian sudah boleh pergi."


"Baik."


"Sebenarnya apa yang dipikirkan kepala keluarga? Kenapa tiba-tiba mau memajukan ritualnya?" ucap Tetua Besar sambil mengarahkan kekuatannya pada Chu Zitan.


Meskipun Chu Zitan menutup mata, tetapi telinganya masih bisa mendengar percakapan antara Tetua Besar bersama anak buahnya.


"Ritual? Apa ini alasan mereka menangkapku?" gumam Chu Zitan.


"Aku ingin melihat bagaimana kepala keluarga akan menjelaskannya pada orang itu!" ujar Tetua Besar.


Saat ini ia terlihat sedang menaiki armor miliknya yang berbentuk kepala elang berwarna keunguan.


"Kepala keluarga, aku sudah membawa gadis ini ...."


"Tapi aku ingin mengingatkan kepala keluarga lagi, kalau kita melaksanan ritualnya sekarang, rencana yang kita susun bertahun-tahun akan menjadi sia-sia!"


Saat ini tampak seorang lelaki berpawakan tinggi besar sedang menatap hamparan daerah kekuasaannya. Aura kemarahan dan kebencian yang dimiliki olehnya sangat kuat dan armor miliknya juga berwarna keunguan. Menandakan jika kekuatannya sudah mencapai level tinggi.


"Kepala Keluarga Lei, sebenar keistimewaan apa yang ada di tubuhku sampai bisa membuat mereka begitu menginginkannya?" ucap Chu Zitan di dalam hatinya.


"Lei Minghao dan putraku mati ...." ucap Kepala Keluarga Lei.


"Apa! Siapa yang membunuh mereka?"


"Qinli, pemimpin Sekte Bumi!"


"Ternyata dia! Dia adalah seorang jenius Alam Hidup dan Mati yang menghabisi prajurit Alam Dominasi, yang sedang gempar belakangan ini."


Chu Zitan tentu saja mendengar pembicaraan mereka. "Itu kakak ipar."


"Baguslah, kakak ipar masih hidup!"


"Lihat ini!"


Beberapa saat kemudian terlihat jika Kepala Keluarga Lei sedang memperlihatkan sebuah bayangan yang berisikan Qingyin, istri Qinli.


"Ini ...."

__ADS_1


Tetua Besar terlihat terkejut melihat hal yang ditunjukkan oleh Kepala Keluarga Lei.


"Memajukan ritual hanya untuk memancing ikan besar saja."


"Kakaknya Chu Zitan adalah reinkarnasi jiwa yang kita cari."


"Reinkarnasi jiwa? Apakah yang dimaksud adalah bayangan yang berada di atas kepala kakak?"


"Aku berharap mereka akan segera datang kemari untuk menyelamatkannya, ha ha ha ...."


Rupanya alarm murni di dalam tubuh Qinli bekerja dengan baik. Ia bisa mengetahui jika ada yang sedang memata-matai keberadaan mereka saat itu.


"Ada yang sedang memata-matai kita!" ujar Qinli dengan wajah terkejut.


"Keluarga Lei?"


Qinli mengarahkan kekuatannya melalui jari tengah dan telunjuknya secara bersamaan ke arah mata-mata tersebut.


"Kenapa sembunyi-sembunyi? Keluarlah!"


Sayang, apa yang diserang oleh Qinli sudah menghilang.


"Itu kekuatan ruang?"


Qingyin yang berada di belakang Qinli ikut berkomentar, "Kekuatan ruangnya tidak bisa dikoreksi dengan mudah ... kalau tadi hanyalah serangan diam-diam ...."


Lelaki yang menunjukkan jalan Qinli segera menoleh karena melihat hal yang aneh sedang terjadi di sana. "Ada apa, idolaku? Apakah Keluarga Lei sudah datang terlebih dahulu untuk menyambutmu?"


"Menarik juga, bisa bertemu kembali dengan mereka ...."


Tiba-tiba saja datang ketika prajurit di depan lelaki itu. "Kau berpura-pura mempunyai kekuatan atribut dan semakin hari semakin bisa membual, ya?"


Terkejut akan kedatangan mereka, tentu saja.


"Kalian?"


"Kuperingatkan kalian! Orang-orang yang berada di dalam Paus Lingyun ini bukanlah orang biasa ...."


"Untuk apa mengobrol panjang lebar dengannya! Langsung saja habisi dia! Kakak ketiga, cepat rampok orang-orang yang berada di dalam paus itu!"


"Kalau identitas orang-orang itu sungguh seperti yang dia katakan ...."

__ADS_1


Tiba-tiba saja Qinli muncul dan menyapa ketiga trio kodok tersebut.


"Hallo ...." sapanya ramah.


"Ma ... master Qin!" ucap salah seorang dengan terkejut.


Seketika ketiganya langsung berbalik arah. "Master Qin, kita sudah sampai ...."


"Kenapa aku merasa semakin jauh melangkah, semakin tinggi medannya ...." gumam Qinli sambil melihat ke arah ketiga trio kodok itu.


"Itu Markas Keluarga Lei ... Kota Tianlang."


Terlihat di depan sana ada bangunan megah lengkap dengan beberapa batu besar yang mengelilinginya bagaikan sebuah pagar.


Qinli memegang tangan Qingyin, "Sebentar lagi kita akan bisa menyelamatkan Chu Zitan."


"Aneh, padahal Anda sudah tiba dekat kota ...."


"Seharusnya Keluarga Lei mengurus orang untuk datang menyambut kalian ...."


"Kau benar ...."


"Aku datang untuk menyambut Tetua Qin!" ucap seorang lelaki utusan Keluarga Lei yang tiba-tiba saja muncul di depan mereka.


Sebagai pimpinan Sekte Bumi, Qinli berada di garda terdepan.


"Sudah kubilang, Keluarga Lei pasti datang menyambut ...."


Plak


Tiba-tiba saja Qinli memegang bahu lelaki di depannya itu. Lalu Qingyin pun berdiri di dekatnya. Kekuatan mereka memancar sempurna seperti sedang melakukan persiapan perlawanan terhadap serangan yang mungkin dilancarkan oleh utusan Keluarga Lei.


"Ada apa ini?" ucap pemuda itu terkejut.


"Aku diperintahkan oleh Kepala Keluarga dan sudah lama menunggu Tetua Qin di sini," ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Qingyin!" bisik Qinli pada istrinya.


"Ternyata Keluarga Lei masih ada prajurit Alam Dominasi!"


"Dia menggunakan Pembatas Alam tapi kenapa tidak ada perubahan yang terjadi di sekitar."

__ADS_1


__ADS_2