
"Aku menyuruh kalian untuk menjaga pintu masuk Ngarai, tapi bahkan seorang gadis liar pun kalian tidak sanggup hadapi!"
Tiba-tiba saja seorang pemuda masuk ke tempat tersebut menemui Nona Ling'Er. Mereka berhadapan dan saling tersenyum satu sama lain.
Sepertinya mereka sangat akrab. Mungkin saja mereka pernah bertemu di suatu tempat. Tiba-tiba saja seorang pemuda masuk ke tempat tersebut menemui Nona Ling'Er. Mereka berhadapan dan saling tersenyum satu sama lain.
"Tapi aku tidak menyangka Nona Ling'Er berani menyusup ke wilayah sekte misteriusku seorang diri, kelihatannya aku harus memberimu pelajaran," ucap pemuda itu.
Nona Ling'Er masih berada di dahan pohon. ia tidak turun dari tempat tersebut dan masih menatap ke arah prajurit tersebut.
"Sejak kapan wilayah sekte misterius ini menjadi milikmu Komandan Cui?" ucap Nona Ling'Er dengan santai.
Komandan Cui berdecih menanggapi pertanyaan dari Nona Ling'Er. Lalu setelahnya ia mulai mengejar Nona Ling'Er sambil terus melemparkan serangannya.
"Hmph! Kau pikir kau masih Nona Lin yang dulu?"
"Terburu-buru sekali mengejarku, apakah Kak Cui merindukan Jelly Bean kecil yang aku berikan padamu?"
Seketika ia teringat pada masa lalunya ketika Nona Ling'Er memberikannya sebuah jelly yang membuat perutnya bergejolak dan mulas berkali-kali. Tentu saja hal itu membuat Komandan Cui marah.
"Beraninya kau mengungkit hal itu?"
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Komandan Cui justru menyerangnya. Aneh, Nona Ling'Er bisa menghalau serangan itu dengan cara berdiri tenang dan membuat sebuah benteng untuk menepis serangannya.
"Kenapa malah marah? bjukannya rasa jelly Bean itu sangat enak?"
Seketika Komandan Cui bisa melihat Armor milik Nona Ling'Er.
"Alam pemecah langit? Sebagai putri dari lembah Dewa obat yang terkenal dengan kehebatan yang berada di daratan tersembunyi Dewa tingkat sembilan ternyata masih berada di level alam pemecah langit!"
"Oh, aku lupa, lembah Dewa obat bukan lagi yang terhebat."
"Aku tahu kau sudah mencapai alam reinkarnasi, tapi siapa yang menang masih belum tahu?"
Rupanya Nona Ling'Er juga menyerang komandan Cu secara tiba-tiba. Beruntung ia masih sempat menghindar.
"Nona Lin, kalau kemampuanmu hanya segini, lebih baik kau menurut dan ikut denganku."
"Tidak akan semudah itu ...."
Beberapa saat kemudian tubuh komandan jujustru ambruk dan luruh ke lantai. Ia seolah kehilangan kekuatannya dengan tiba-tiba.
"Sekarang wilayahmu menjadi milikku," ucap Nona Ling'Er sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"
"Pil obat tidak hanya efektif terhadap prajurit, loh!"
PLAK ... PLAK ... PLAK
Rupanya Nona Ling'Er memukul wajah komandan Cu berkali-kali.
"Jangan pukul aku lagi! Aku sungguh tidak tahu bagaimana kondisi lembah obat sekarang?"ucap Komandan Cu dengan jujur.
"Te ... ternyata komandan juga masuk dalam kebanyakannya."
Beberapa saat kemudian terasa hawa yang aneh yaitu ketika Nona Ling'Er masih menghajar Komandan Cu.
"Aku merasakan adanya kekuatan atribut, itu prajurit Alam Hidup dan Mati."
Saat itu Ling'Er mencoba menoleh ke sembarang arah. Hingga beberapa saat terdengar suara memanggil nama Ling'Er.
"Nona Lin, aku datang untuk menjemput Anda."
Tentu saja hal itu membuatnya semua prajurit menoleh ke belakang tempat dimana mereka makan pagi.
__ADS_1
"Tetua Liu! Tetua Liu tolong kami ...."