MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 74


__ADS_3

Happy reading all😎


Karena kemarin othor demam, maka ada sebagian bab yang belum tertulis di bab sebelumnya, silakan baca part sebelumnya ya🙏


.


.


Dengan memendam sejuta pertanyaan, akhirnya Qinli menanyakan siapakah pembunuh kedua orang tuanya itu.


SRASH! Angin berhembus begitu kencangnya di depan makam kedua orang tuanya.


"Barusan Anda bilang orang tuaku mati dibunuh dua sekutu pasukan domestik dan luar negeri siapa mereka sebenarnya?"


"Tidak ada gunanya kalau aku memberi tahumu. Karena mereka punya banyak prajurit setengah langkah, bahkan komandannya juga berada di master setengah langkah, kau sekarang sama sekali bukan lawan mereka."


Qinli mendekati makam mereka. Dengan kedua tangannya ia memegang makam itu untuk mengetahui kebenaran tentang isi dari makam itu.


Saat ini, ia mulai menyalurkan tenaga dalamnya di sana.


"Aku tidak percaya ayah dan ibu mati begitu saja tanpa ada informasi sama sekali," ucapnya dalam hati sambil memegangi makam mereka.


"Aku tidak percaya!"


Ilmu tenaga dalam Qinli mampu menembus makam itu serta melihat isi di dalam makam itu.


"Bagaimana mungkin!"


Tidak ada apa pun di dalam makam itu. Hanya ada satu buah kasur dan dua buah bantal di sana, tapi dimana jasad kedua orang tuanya? Batin Qinli bertanya-tanya tentang hal itu. Tetapi ia akan menyelidikinya setelah ini.


"Kau tenang saja, orang yang telah membunuh orangtuamu juga musuh militer, kami akan membantumu bersama-sama membalaskan dendam ini," ucap Kader He sembari berbalik arah.


Dengan penuh amarah, Qinli mencabut batu nisan itu.


HIAT!


"Hah!"


BAM


Kader He menoleh ke arah Qinli karena terkejut, " Kau gila, ya? Cepat hentikan!"


"Aku tahu ini perbuatan durhaka, tapi aku harus memastikannya dengan jelas!" ucapnya sambil membuka peti di dalam makam itu.


Kini makam kedua orang tuanya telah terbuka, hingga hanya nampak sebuah peti di dalamnya. Dan saat ini Qinli sedang membuka peti itu.


"Ternyata kosong!" ucap Qinli setelah membuka peti itu.


Kader He mendekati Qinli untuk melihat isi di dalam makam yang telah dibuka oleh Qinli.


"Bagaimana mungkin? Waktu itu aku melihat mereka di kubur dengan mata kepalaku sendiri! Selain itu, pemakaman ini dijaga ketat oleh tentara, makam ini tidak mungkin di rampok!" ucap Kader He terkejut.

__ADS_1


"Bahkan kalau berubah menjadi debu juga pasti akan ada beberapa potongan baju mereka, bagaimana mungkin bisa begitu bersih!" ucap Qinli menatap nanar makam tersebut.


"Jangan-jangan mereka hidup kembali?"


Setelah itu Qinli memperbaiki makam tersebut lalu memberi penghormatan terakhir untuk mereka.


"Ayah, ibu, jika kalian sudah tiada, maka beristirahatlah dengan tenang."


"Jika kalian masih hidup, aku pasti akan menemukan kalian."


"Namun, bagaimana pun juga, aku tidak akan mengampuni mereka yang telah membunuh kalian!"


Malam harinya di Kediaman Milik Qinli.


Saat ini, Qinli sedang berbaring karena Qingyin sedang memijat punggung Qinli. Tapi lucunya Qingyin malah naik di atas badan Qinli saat memijatnya. Di sela kegiatan memijit, mereka juga terlibat pembicaraan yang serius.


"Tidak disangka baru sekali menjalankan misi ke luar negeri sudah terjadi banyak hal. Lebih tidak disangka lagi, ayah dan ibu mempunyai masa lalu yang begitu rumit," ucap Qingyin.


"Aku berencana untuk mencari tahu petunjuk orang tuaku, musuh mungkin sangat hebat, kemungkinan akan membawamu dalam bahaya."


Qinli menoleh, "Apa kau mau kembali ke Jiangcheng atau Yangcheng untuk bersembunyi?"


"Omong kosong apa yang kau bicarakan, walaupun itu bahaya, aku juga tetap akan berada di sisimu," ucap Qingyin sambil memeluk tubuh Qinli dari arah belakang.


"Terima kasih, Qingyin."


"Aku tahu kau pasti tidak akan pergi, jadi aku sudah membantumu menyelesaikan masalah Tuan Muda Jiang," ucap Qinli sambil meraih sebuah map di atas nakas.


Qinli menyerahkan sebuah map berwarna ungu pada istrinya, Qingyin.


"Ini ...." ucap Qingyin sambil membuka map itu.


Beberapa saat kemudian, terlihat Tuan Muda Jiang sedang berdiri di atas panggung didepan ribuan banyak pengusaha. Ia terlihat sedang memberikan sebuah kata sambutan.


"Selamat datang semuanya di pertemuan Pengusaha Keluarga Jiang!"


"Aku adalah Jiangjun, pemimpin keluarga baru, kelak mohon dukungannya, ya!" ucapnya sambil menaikkan sebuah minuman pada mereka.


Terlihat para hadirin sama antusiasnya dengan Jiangjun, mereka bahkan terlihat berkomunikasi dengannya.


"Anda terlalu sungkan! Tenang saja, kita pasti akan bekerja sama jika ada kesempatan!"


"Benar, Keluarga Jiang beruntung mempunyai pemimpin muda dan menjanjikan," ucap yang lainnya.


"Terima kasih atas pujian kalian! Beberapa orang ini adalah bawahanku yang punya kemampuan hebat, kelak akan menjabat sebagai Presiden di Perusahaan cabang utama!"


"Pertama-tama adalah Presiden


Perusahaan Kosmetik Grup Jiang, Ibu Qingyin!"


Lalu muncullah Qingyin di atas panggung dan menyapa mereka.

__ADS_1


"Halo semuanya!" sapa Qingyin sambil melambaikan tangan ke arah mereka.


Di barisan penonton ada Qinli dan Tuan Muda Xu. Mereka mengomentari kehadiran Qingyin di sana. Mereka juga ikut memberikan tepuk tangan untuk Qingyin.


"Kak Qin, kau membiarkan kakak ipar masuk kw pusat Grup Jiang, apa kau tidak takut beberapa orang punya motif tersembunyi?" ucap Tuan Muda Xu.


"Tuan Muda Xu berpikir terlalu berlebihan, bahkan jika ada orang yang ingin mencari masalah dengan Qingyin, seharusnya dia pertimbangkan dulu kekuatan Keluarga Jiang yang sekarang."


"Wah! Wanita ini benar-benar cantik!"


"Ibu Chu! Aku ingin membahas satu proyek denganmu! Hahaha!"


Tetapi ada satu wanita yang tidak menyukai kehadiran Qingyin di sana. Apalagi Qingyin merupakan orang baru di dalam bisnis, tentu akan ada orang yang meragukan kinerjanya.


Lalu wanita tersebut tiba-tiba mengacaukan pesta tersebut dengan berkata lantang di tengah-tengah para pengusaha.


"Jiangjun, kau ini benar-benar tolol! Kau mempromosikan orang baru dengan begitu terburu-buru, aku sebagai anggota pendiri perusahaan menentang keras hal ini!" ucapnya sambil menunjuk ke arah Qingyin.


Wanita itu ternyata bernama Jin Kesi, pemegang saham utama Grup Jiang.


Tetapi dengan sama lantangnya Jiangjun membela Qingyin.


"Ketika Ibu Chu menjabat sebagai presiden di perusahaan kosmetik Jiangcheng, laba bulanan mencapai ratusan juta, ini adalah sebuah pencapaian nomor satu di Jiangcheng!"


"Orang berbakat seperti ini, wajar kalau menjabat sebagai Presiden Perusahaan Cabang Grup! Penentanganmu tidak valid!"


Dengan mata setengah menatap tajam penuh kebencian ke arah Jiangjun wanita itu mengumpat pada Jiangjun.


"Jiangjun! Aku juga tidak ingin banyak omong kosong lagi denganmu, pergi mati saja!" umpatnya sangat kesal.


"Ck!"


Tiba-tiba dari arah para pengusaha tersebut ada lelaki yang menyerang Jiangjun. Lelaki itu melompat melewati beberapa pengusaha tadi dengan membawa sebuah pisau yang ia arahkan ke Jiangjun.


Jiangjun melihat ke atas arah lelaki yang bersiap menyerangnya.


"Aku tidak boleh dengan cepat mengekspos kekuatanku di hari sepenting hari ini," batin Jiangjun.


Beruntung Qinli dengan cepat menghalau lelaki itu. Dari arah belakang Qinli mulai menyerang lelaki itu dan memukul punggungnya hingga lelaki itu kalah.


Dalam sekejab mata, lelaki itu berhasil dikalahkan oleh Qinli.


"Beraninya menyerang orang-orangku di hadapanku!" gertak Qinli.


"Ti-tidak mungkin!" ucap lelaki yang sudah dilumpuhkan oleh Qinli.


"Apa kau tidak mau hidup lagi!" gertak Qinli sambil memegang tangannya.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2