MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 156


__ADS_3

Dengan cepat Qingyin dan Chu Zitan membawa tubuh Qinli masuk ke dalam kolam obat. Tubuhnya di rendam ke sana dalam posisi duduk bersila. Sementara itu, Qingyin menunggunya di luar kolam bersama Chu Zitan dan Nona Mo Yao.


"Dia hanya pingsan sementara karena energi spiritualnya terkuras banyak, dan tidak akan terjadi apa-apa padanya."


"Berendam di kolam obat ini, seharusnya akan cepat memulihkan energinya."


Sontak Nona Mo Yao dan Chu Zitan menoleh ke arah Qingyin.


"Seharusnya kau mengatakannya dari tadi!" ucap mereka serempak.


"Kenapa?" tanya Qingyin kebingungan.


Ternyata, tanpa Qingyin duga, kedua gadis itu langsung berhambur masuk ke dalam kolam tersebut dengan maksud segera memulihkan kondisinya.


"Kak, aku duluan, ya! Aku pergi berendam dulu!" ucap Chu Zitan senang.


Tidak lama kemudian, Nona Mo Yao juga ikut masuk ke dalam kolam yang sama.


BLUP!


Qingyin melihat kedua gadis itu dengan bahagia dan tersenyum. "Dasar!"


Chu Zitan yang baru sebentar saja berendam sudah bisa merasakan efek dari berendam di kolam obat.


"Berendam di kolam ini seperti mendapatkan energi yang banyak dan tidak ada habisnya. Sungguh ajaib."


Mata dan hati Chu Zitan bahagia sekali. Ia benar-benar merasakan sehat dari sebelumnya. Sedangkan Nona Mo Yao juga sama bahagianya dengan Zitan.


"Kolam ini benar-benar tidak terduga!" ucapnya senang.


Ternyata di sisi lain, Qingyin juga berendam di dalam kolam yang sama. Ia sudah menanggalkan jaket yang ia pakai.


"Kalau bukan karena wanita yang berada di dalam tubuhku ini memberi tahuku ...."


Chu Zitan yang melihat kakaknya juga ikut masuk ke kolam segera mendekatinya dan menanyakan sesuatu hal yang berkaitan dengan Qingyin.


"Kak, kau sangat aneh. Kadang kala kau bisa berubah menjadi orang lain," ucap Chu Zitan mencoba jujur.


Qingyin tidak mau menutupi identitasnya lagi kali ini. Ia beranggapan jika Chu Zitan perlu mengetahui hal ini.


"Sebenarnya, ada dua jiwa di dalam tubuhku. Yang satu adalah aku, dan yang satunya lagi adalah pemilik tempat relix kuno ini," ucapnya dengan tenang.


"Pantas saja kau sangat tahu banyak tentang tempat ini," ucap Chu Zitan menimpali.


Tiba-tiba obrolan mereka terusik karena adanya gelembung-tebing air di permukaan kolam. Di tambah lagi dengan suara desis makhluk dari dalam kolam.


Ternyata itu suara dari naga air yang menghuni kolam tersebut. Sepertinya ia kelaparan dan mengetahui ada sebuah energi spiritual yang sangat besar di permukaan kolam. Tentu saja hal tersebut membuatnya terpancing dan menunjukkan diri ke atas.

__ADS_1


"Gawat! Ada bahaya!" ucap ketiga wanita itu secara bersamaan.


"Suamiku!" teriak Qingyin menyadari jika Qinli dalam bahaya.


Namun, kedatangannya terlambat disadari, hingga berakibat Qinli sudah berada di bawah naga tersebut. Seekor naga berwarna biru laut kini menampakkan kepalanya dan sebagian tubuhnya ke permukaan.


...GROAR!...


Ketiga gadis tersebut terkejut bukan main, karena ukuran naga tersebut sangat besar.


"Gila, apa yang kukatakan tadi benar-benar terjadi!" ucap Nona Mo Yao dengan terperangah.


"Kakak ipar masih di sana!" teriak Chu Zitan.


Saat Qingyin hendak meraih tubuh Qinli, naga tersebut sudah lebih dulu menelan Qinli hidup-hidup.


"Suamiku!" teriaknya sekali lagi.


...NYAM!...


...GLUK!...


Setelah berhasil menelan Qinli, naga tersebut memandang remeh ke arah mereka bertiga. Tanpa rasa takut ataupun tunduk pada dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin, naga itu malah mengibaskan ekornya hingga membuat air kolam menjadi beriak.


"Sial, beraninya kau membuat kekacauan di hadapanku? Aku akan mencungkil eliksirmu dan mengorek tulangmu!" gertak Qingyin penuh kilatan amarah.


"Seharusnya kau membantu sejak awal!" ucap Nona Mo Yao sambil berpangku tangan.


Lalu ketiga wanita tersebut segera menyusul naga yang berusaha melarikan dirinya. Rupanya naga tersebut mengajak ketiga wanita tadi memasuki area kolam yang semakin dalam.


"Tidak disangka arus bawahnya sangat kuat!" ucap Nona Mo Yao melihat situasi sekitarnya.


Naga tersebut menyadari jika ketiga wanita tadi terus mengejarnya.


"Hng! Dasar manusia bodoh!"


Sekali lagi naga tersebut mengibaskan ekornya hingga membuat air beriak kembali. Namun, karena situasi dan lokasi mereka tidak mendukung untuk mempertahankan diri, ketiganya masuk ke dalam arus air yang berputar tersebut.


Gelombang air yang dihasilkan, membuat ketiga wanita itu terombang-ambing dan terhempas ke daratan kembali.


...ARGH!...


"Dasar lemah, masih saja harus aku yang menyelamatkan kalian!" ucap Qingyin menyalurkan tenaga dalamnya ke arah Chu Zitan dan Nona Mo Yao.


...UHUK!...


Sesaat kemudian, Qingyin memikirkan kondisi suaminya yang mungkin sudah sedikit membaik di sana.

__ADS_1


"Meski binatang itu akan berubah menjadi naga dan kultivasinya setara dengan kera raksasa api ...."


"Tapi dengan kultivasi yang dimiliki Qinli, seharusnya untuk sementara ini dia akan baik-baik saja."


Naga berwarna biru tersebut ternyata kelelahan dan kembali masuk ke dalam sarangnya. Sebuah gua besar yang berada di dasar kolam. Saat ini ia sedang meringkuk di sana.


Sementara itu, Qinli sudah siuman. Meskipun ia tidak tau di mana ia berada saat ini.


"Kenapa ada bau yang sangat menyengat!" gumamnya.


Setelah berhasil membuka mata, Qinli mulai berdiri. Ia melihat ke daerah sekelilingnya.


"Tempat apa ini? Di mana Qingyin dan yang lainnya?"


Dengan mengunakan kekuatan tenaga dalam miliknya, Qinli mulai melayangkan sebuah pukulan ke arah atas, kanan dan kiri. Tentu saja hal itu membuat naga tersebut bangun dan membuka matanya kembali.


...GROAR! ...


...**BUGH!...


...BUGH**!...


Perut naga tersebut sudah sangat terlihat benjol ke kanan dan ke kiri. Betapa sakitnya saat ini, apalagi Qinli menyerang secara beruntun tidak berhenti.


...GROAR!...


Mendengar suara itu, Qinli jadi menebak-nebak sesuatu.


"Aku berada di perut siapa?"


...GLUK!...


...GLUK!...


Seketika bau busuk menyeruak kembali menusuk hidung Qinli.


"Bau sekali!"


Qinli sampai harus menutup hidungnya sekali lagi. Tiba-tiba saja perut naga tersebut mengeluarkan letupan cairan bau.


...DUAR!...


Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya?


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2