
🍃Keesokan harinya.
Para prajurit sudah datang dan berkumpul di area pertandingan. Hari ini acara akan dimulai. Dari pengeras suara yang terpasang, terdengar sambutan yang diberikan oleh panitia.
"Prajurit yang datang dari berbagai tempat! Selamat datang di kota Tianhai!"
"Yang pertama naik ke atas panggung adalah Kapten Xie Wen dari Tim Tuan Rumah Kota Tianhai!" ucap MC dari atas panggung.
"Kapten Qio Shen dari Tim Kota Tianjin!"
"Dan satu-satunya Kapten Wanita di Tim ini! Tang Yi dari Tim Kota Tianhai!"
"Terakhir adalah Qinli, Kapten dari Tim Shangjing!"
Dari bangku penonton terdengar kasak kusuk yang membicarakan Qinli. Karena ini merupakan pertandingan pertama Qinli sebagai prajurit, tentu saja ia belum di kenal oleh khayalak ramai. Jadi mereka sangat penasaran dengan sosok Qinli.
"Qinli? Siapa?"
"Tidak pernah mendengarnya."
"Ckck .... "
"Dengar-dengar dia adalah seorang dokter!"
"Dokter! Hahaha .... "
"Apakah Shangjing sudah putus asa sampai seperti itu?"
Lalu datanglah seorang wanita dengan membawa sesuatu yang akan dipergunakan untuk melihat tim siapa yang lawan siapa pada akhirnya.
"Kompetisi berbentuk tantangan satu VS satu, di tantangan pertama, ada empat kapten tim yang mengambil undian."
"Yang mengambil undian terpendek yang akan bertanding, kemudian anggota tim lainnya bergiliran untuk bertanding."
"Dan mari kita saksikan Kompetisi Prajurit Kota Tianhai dengan hadiah utama Bunga Teratai Emas."
__ADS_1
"Woaah .... "
Hampir semua hadirin terpukau dengan hadiah yang akan dibawa pulang oleh pemenang di kejuaraan kali ini. Lalu para kapten segera mengambil nomor yang sudah dibawa oleh salah seorang panitia.
Ke empat kapten telah membawa nomor masing-masing. Kapten Tang Yi mendapatkan nomor empat. Kapten Xie Wen mendapatkan nomor pertama. Kapten Qio Shen mendapatkan nomor ketiga, dan Qinli mendapatkan nomor kedua.
Setelah mengambil nomor urutan dan mengetahui kalau dirinya yang pertama bertanding, Kapten Wanita Tang Yi membuang nomor itu lalu naik ke atas panggung. Tak lama kemudian, ia pun disusul oleh Kapten Xie Wen yang melompat ke atas panggung.
"Kemarin aku sengaja mengalah padamu."
"Tapi hari ini, aku ingin lihat siapa yang bisa membantu!" ucapnya sambil menyeringai.
"Jangan kira kau bisa beruntung seperti kemarin!"
Tubuh Kapten Xie Wen sudah dikelilingi tenaga dalamnya yang berwarna hijau. Sedangkan Kapten Tang Yi sudah memasang kuda-kuda dan bersiap untuk bertarung.
"Meskipun sangat susah melawan Xie Wen, tetapi aku tidak akan kalah!" batin Kapten Wanita Tang Yi.
Kapten Xie Wen sudah bersiap dengan jurus kalajengking miliknya. Ia sudah bersiap merangkak di lantai. "Aku ingin lihat jurus apa yang akan kau keluarkan!"
"Kemarin Tang Yi mempermalukan Xie Wen, mungkin hari ini dia bisa bertahan."
"Aih, sangat disayangkan, gadis yang sangat cantik .... " ucap yang lain sambil membawa popcorn di salah satu tangannya.
...PLAK ... SYUH ......
Jurus yang dipakai Kapten Xie Wen sangat cepat sekali gerakannya.
"Cepat sekali!" batin Kapten Tang Yi.
Tendangan yang diberikan oleh Kapten Xie Wen sangat kuat dan sangat cepat hingga membuat Kapten Tang Yi terlempar ke udara dan terpelanting jauh. Belum sampai ia mendarat, Kapten Xie Wen sudah memberikan satu kali lagi pukulan ke arahnya hingga Kapten Tang Yi membentur lantai dengan sangat kerasnya.
...BAM!...
Tubuhnya menghantam lantai hingga terperosok ke dalam. Kapten Xu juga ikut mengomentari hal itu, sementara itu Qinli dengan enaknya meminum boba miliknya.
__ADS_1
"Tidak disangka setelah setahun tidak bertemu, Xie Wen menjadi semakin hebat!" ucap Kapten Xu.
"Dan lihatlah kalajengking yang samar-samar itu, kemungkinan dia sudah mencapai tahap kekuatan supranatural berubah wujud."
"Bukankah semua prajurit bisa mencapai kekuatan supranatural berubah wujud?" tanya Qinli.
"Tidak seperti itu, hanya prajurit diatas tingkat enam yang bisa mencapai tahap itu!"
"Jadi, mungkin tidak semudah itu kalau ingin tim kita menang!"
"Iya, kita lakukan saja yang terbaik!"
Di area panggung pertandingan, beberapa kali Kapten Tang Yi terjatuh dan kalah, bahkan ia belum sempat melawan satu kali pun. Karena dari tadi Kapten Xie Wen terus menerus menyerangnya tanpa memberi ampun.
"Mengaku kalahlah Tang Yi! Kalah terus seperti ini, kau tidak akan menang!"
"Heh, mengaku kalah!"
Memory beberapa tahun yang lalu membuat amarah di hati Kapten Tang Yi semakin membara.
Tang Yi kecil harus selalu mengalah pada Xi Wen kecil. Apalagi ayah mereka selalu mendiskriminasi dirinya karena Tang Yi adalah wanita. Jadi ia sama sekali tidak berharga di keluarganya.
"Dasar gadis hina, tidak ada kesadaran sedikit pun, segala sesuatu yang ada di rumah ini adalah milik kakakmu!" gertak sang ayah ketika Tang Yi ingin bermain boneka.
Tang Yi kecil tidak terima ketika boneka miliknya diambil oleh kakaknya Xie Wen. Tetapi ayahnya malah memarahinya. Tapi Tang Yi kecil tak terima begitu saja, ia pun balik menggertak ayahnya.
"Atas dasar apa! Aku mendapatkannya dengan kemampuan sendiri!"
Karena Tang Yi selalu memberontak ia pun diusir dari keluarganya sendiri.
"Enyahlah! Setelah keluar dari rumah ini, jangan harap kau bisa kembali!"
"Orang seperti dia masih ingin menjadi prajurit? Benar-benar lelucon!"
Sejak hari itu Tang Yi keluar dari rumahnya dan berlatih menjadi prajurit.
__ADS_1