MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 102


__ADS_3

Serangan dari Zhuge Yi ternyata mampu membuat Qinli kehilangan energi spiritualnya.


"Celaka! Energi spiritual dan energi iblis yang ada di dalam tubuhku saling melakukan perlawanan!" batin Qinli.


Tapi bagaiamana pun keadaannya, Qinli tetap berusaha agar ia bisa segera melumpuhkan Zhuge Yi. Meski kali ini Zhue Yi menggunakan cara licik seperti ini, ia pasti bisa melawannya.


Sesaat kemudian, Qinli menemukan sebuah ide.


"Aku punya ide!"


Lalu Qinli mulai mengarahkan telapak tangannya ke arah Zhuge Yi dan menggunakan cara terakhir.


"Energi kotormu ini aku kembalikan padamu!"


Dengan sikap polosnya, Zhuge Yi malah menelan semua energi yang baru saja Qinli berikan melalui mulutnya. Ia bahkan tak sadar jika hal tersebut akan melukai dirinya. Setelah semua energi terserap, ia malah tersenyum bahagia. Sambil mengelap sisa energi spiritual dari bibirnya, Zhuge Yi menyeringai.


"Apakah kau menyerah untuk melawanku? Tapi jujur, energi spiritualmu ini sangat lezat."


Tanpa ia sadari, sesaat kemudian, energi spiritual dari Qinli yang sudah bergabung dengan energi iblis dari Zhuge Yi mulai menyerang organ intim Zhuge Yi. Lebih tepatnya telah menyerang jantung Zhuge Yi. Jantungnya mengalami keretakan di dalam sana.


Ia pun merasakan kesakitan yang teramat sangat pada tubuhnya. Tangannya memegang dadanya sebelah kiri.


"A ... apa yang telah kau lakukan?" ucapnya terbata sambil menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Qinli tersenyum, lalu dengan tenangnya ia menjawab pertanyaan dari Zhuge Yi.


"Aku hanya mengembalikan energi iblismu itu yang sudah bercampur dengan sedikit energi spiritualku, sayangnya mereka tidak bisa cocok!"


Keringat dingin sudah mengucur deras dari kening Zhuge Yi. Sebuah hal yang menyatakan bahwa pemiliknya sedang menahan kesakitan yang teramat sangat atau lebih tepatnya detik-detik menuju kematiannya.


"Beraninya kau mempermainkanku!" ucapnya penuh kemarahan.


"Siapa suruh kau begitu tamak!" ucap Qinli sambil menyerang Zhuge Yi menggunakan pedang Zhanlu.


"Aarghhhhh!!!" teriak Zhuge Yi kesakitan.


Lalu dari bangku penonton, lelaki berkacamata itu mulai berbicara kembali.


Sementara para penonton juga terkejut dengan kemampuan Qinli barusan. Apalagi Zhuge Yi yang sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya dengan mudah dikalahkan oleh Qinli.


Dari tengah arena pertandingan Zhuge Yi berteriak kesakitan. Hingga beberapa saat kemudian, ia terjatuh di lantai.


Sedangkan Qinli meluapkan kemarahannya saat itu juga.


"Inilah akibatnya jika menyakiti istriku!" ucap Qinli.


Lalu dari bangku penonton seorang reporter berlari ke arah Zhuge Yi.

__ADS_1


"Tuan Zhuge, kau tidak apa-apa, 'kan?" ucap reporter itu terlihat khawatir.


"Tuan Zhuge ...." teriaknya sekali lagi.


"Sampah tetaplah sampah, salahkan kau yang punya nasib buruk," gumam reporter itu.


Reporter itu membantu Zhuge Yi untuk duduk lalu memaki Qinli.


"Qinli bajingan ini, beraninya dia melukai Anda seperti ini!" ucap reporter itu.


Sesaat kemudian, Zhuge Yi merasakan hal aneh menyerangnya, bola matanya sampai hampir keluar dari matanya. Mulutnya memuntahkan darah yang sangat banyak. Hingga beberapa saat kemudian, ia kembali tergeletak di lantai dan mati saat itu juga.


"Tuan Zhuge, Tuan Zhuge!" seru reporter itu panik.


Lalu ia pun menunjuk ke arah Qinli untuk meminta pertanggung-jawaban karena telah membunuh nyawa Zhuge Yi.


"Tuan Qin, kompetensi kali ini sudah kelewat batas, kenapa kau membunuhnya?" teriaknya seolah sedang menghakimi Qinli.


Qinli terdiam di tempatnya.


"Mati?"


"Serangan pedang yang aku keluarkan barusan tidak akan sampai merenggut nyawanya, terlebih lagi, dia adalah prajurit level master!" gumam Qinli.

__ADS_1


__ADS_2