
Qinli heran dengan Nona Ling'Er kenapa ia bisa berada di tengah hutan di Gunung Feilong sendirian. Oleh karena itu ia pun menanyakannya.
"Kenapa kau kemari? Bukankah aku menyuruhmu ...." ucap Qinli heran.
Nona Ling'Er kemudian menjelaskan kenapa ia bisa berada di situ.
"Saat itu aku sedang bersembunyi, lalu setelah guru menghabisi gelombang spiritual aku merasakan energi spiritual yang tidak biasa di dalam gunung dan menduga adanya harta karun, kemudian ...."
Saat sedang asyik-asyiknya menjelaskan, Qinli meraih sesuatu yang menempel di kepalanya dan membawanya ke depan. Melihatnya dengan seksama barang apakah itu?
Ternyata yang dipegang Qinli adalah segitiga bermuda (****** *****) milik Nona Ling'Er yang berwarna merah muda. Tentu saja hal itu membuat Nona Ling'Er terkejut dan merasa malu karena lalai mengambilnya tadi.
Buru-buru Nona Ling'Er merebut segitiga muda tersebut dari Qinli dan segera memalingkan wajah karena malu.
"Oh ... begitu, ya ... baguslah kalau kau baik-baik saja ...." seru Qinli dengan wajah bahagia.
Setelah itu Qinli berpikiran jika energi spiritual yang dirasakan Nona Ling'Er berkaitan dengan energi milik Zitan.
"Energi spiritual tak biasa yang dikatakan Ling'Er kemungkinan ada kaitannya dengan murid Mo Yao dan yang lainnya, lebih baik aku pergi lihat
...." gumam Qinli.
Untuk mencairkan situasi yang keburu menegang dan canggung karena segitiga bermuda, Qinli berdehem.
"Ehem ... Ling"er, energi spiritual yang tak biasa itu sudah kau temukan, belum?" tanya Qinli perlahan.
__ADS_1
Wajah Nona Ling'Er masih malu-malu dan menunjukan kemana arah energi spiritual yang tak biasa itu pada Qinli.
"Di ... di sana, tidak jauh dari kita."
Mereka berdua akhirnya meneruskan perjalanan mereka dengan bantuan arahan dari Nona Ling'Er. Memang benar setelah mengikuti arah petunjuknya Qinli merasakan hal yang berbeda.
"Arahnya sudah benar, energi spiritual di sini semakin lama semakin padat!"ucap Qinli di dalam hati.
Saat keduanya sampai, mereka terpesona dengan keadaan di sekitarnya. Energi spiritual yang padat tersebut kemudian menggumpal membentuk seperti awan-awan kecil yang bercahaya dan terbang di udara.
"Wah! Energi spiritual di sini menyatu menjadi padat! Indah sekali!" ujar Nona Ling'Er dengan raut wajah berbinar takjub dan bahagia.
"Sebenarnya keanehan apa yang sedang terjadi di sini?" gumam Qinli yang masih membaca situasi di sekitarnya.
"Ayo, kita jalan lagi ke depan!" ajak Qinli.
"Wah! Guru, lihat! Lihatlah di tengah-tengah tempat terbuka itu!" ucap Nona Ling'Er sambil menunjuk ke tengah cahaya.
Ternyata benar, sesuai perkataan Ling'Er di hadapan mereka saat ini terdapat sebuah cahaya besar yang di sekelilingnya terdapat energi spiritual yang sudah padat seperti awan tadi. Seolah energi besar tersebut adalah pusat dari seluruh energi spiritual.
"Ketemu!" ucap Qinli setelahnya.
Sepertinya Qinli sudah dapat memprediksi apa yang sudah terjadi di tempat itu sebelumnya. Meskipun terlihat indah, tetapi banyak pohon-pohon yang rusak dan mengering di sekelilingnya.
"Pohon-pohon di sini sepertinya hancur total oleh serangan kuat dalam sekejap, apakah karena ini binatang-binatang spiritual melarikan diri?" gumam Qinli.
__ADS_1
Qinli memperhatikan daerah sekitarnya.
"Ngomong-ngomong, ketika baru sampai di tempat ini, aku masih bisa merasakan aura manusia, tapi kenapa aku tidak bisa merasakannya saat aku mendekat?"
Qinli mencoba mengarahkan tangannya ke arah langit.
"Energi yang menyebar tidak merata ini terasa familiar ...."
"Aaargh!" teriak Nona Ling'Er.
Sontak saja Qinli terkejut lalu segera menolongnya. Apalagi saat ini Nona Ling'Er seolah tertarik masuk ke dalam lubang yang muncul di tengah cahaya besar tersebut.
"Aaargh! Guru, tolong aku!" teriaknya sekali lagi.
Qinli menajamkan penglihatannya. Dalam sekejap ia sudah meraih dan menangkap salah satu lengan Nona Ling'Er.
"Jangan bergerak!"
...KRAK...
Energi tersebut sangatlah kuat hingga bisa menarik Qinli dan Nona Ling'Er masuk ke dalam dimensi ruang dan waktu.
"Kau baik-baik saja, 'kan?"
"A ... Aku baik-baik saja!"
__ADS_1