
Sementara itu, di tempat lain banyak orang-orang yang bertepuk tangan ketika menyambut kedatangan ketiga utusan dari Keluarga Zhuge.
PROK, PROK, PROK ...
PROK, PROK, PROK ...
Tetapi Qinli juga sudah berhasil mengembalikan kekuatan energi spiritual miliknya. Berkat latihan double bersama istrinya Qingyin, kekuatannya kembali pulih dengan cepat.
"Berhasil!" teriak Qinli bahagia.
"Energiku sudah bertambah banyak. Karena anggota Keluarga Zhuge sudah datang ke Shangjing, maka aku akan coba gunakan kekuatan pengamatanku ini."
...PLAK ... WUSH .......
Qinli menangkupkan kedua tangannya, lalu kembali menyelesaikan latihannya. Sementara itu, Qingyin masih melayang di atas Qinli.
...SWOOSH!...
Energi spritual milik Qinli memancar ke daerah sekitar kediamannya hingga ke seluruh negeri. Bahkan orang-orang yang melihat pancaran energi milik Qinli menjadi bertanya-tanya karenanya.
"Gila! A ... apa ini?" ucap mereka saat melihat langit ada sebuah energi berwarna ungu yang lewat di atas mereka.
Energi itu terus mengalir dan menyebar sampai memasuki sebuah hotel yang bernama Hotel Papapa. Kebetulan di dalam hotel tersebut ada dua seorang kesatria yang menginap di sana.
Sayang, mereka sedang ***-*** di dalam kamar hotel tersebut.
"Ah! Sayangku, kau sungguh ganas! A ... aku sudah tidak bisa lagi!"
"Hehehe! Untungnya Ketua Zhuge mengutus kita berdua untuk memberikan surat undangan ini pada Qinli! Hehehe ..."
"Namun, Ketua Zhuge sangat berlebihan, hanya seorang prajurit biasa, untuk apa secara khusus menjebaknya. Aih! Apa ini?"
Tiba-tiba energi milik Qinli mulai memasuki kamar mereka. Salah seorang prajurit tersebut menyadari hal itu.
"Energi tekanan yang sangat kuat!" ucap lelaki yang berada di atas.
"Ini! Jangan-jangan ada seorang master yang menggunakan energi spiritual untuk memata-matai kita? Kalau begitu bukankah kita barusan ...." ucap lelaki yang berada di bawahnya.
"Aneh! Ada yang tidak beres dengan energi spiritual ini!" ucap laki-laki yang berada di atas dengan nada geram.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dengan sangat keras dari arah luar.
TOK ... TOK ... TOK ....
"Siapa?"
TOK ... TOK ... TOK ....
Lalu laki-laki yang berada di atas tadi segera membuka pintu kamarnya. Tak disangka, di hadapannya kini sudah berdiri Qinli yang tersenyum ke arah mereka.
"Kalian telah merusak surat undangan yang akan diberikan padaku, ini tidak baik, bukan?" ucap Qinli sambil tersenyum.
"Kau Qinli!" ucap mereka berdua panik.
Secepat kilat Qinli segera menyerang kedua prajurit tadi hingga keduanya muntah darah saat itu juga.
BAM ... BAM ... SYUH ....
Setelah menyerang mereka, Qinli mengambil undangan miliknya yang sudah sobek di salah satu sudutnya.
"Ce ... cepat sekali!" ucap lelaki berkepala plontos yang membuka pintu untuk Qinli.
"Ingin menjebakku, ya? Aku jadi penasaran bagaimana mereka akan menjebakku," ucap Qinli sambil memegang undangan itu.
"Lokasi rapat umum Prajurit Keluarga Zhuge telah dipasang pembatas pelindung yang sangat kuat, harus punya surat undangan khusus dari mereka baru bisa masuk."
Tiba-tiba dari arah belakang, lelaki berkacamata itu mendekati Qinli.
"Surat undanganmu ini sudah tidak bisa dipakai," ucapnya sambil tersenyum ke arah Qinli.
Sedangkan dalam benak Qinli ia menerka apa sebenarnya tujuan lelaki itu, kenapa setiap saat muncul di dekatnya.
"Orang ini teman atau musuh? Dia selalu tahu dimana aku berada seperti ada di dalam genggamannya ...." batin Qinli.
"Jika kau ingin dibunuh, aku bisa memberikan surat undanganku untukmu," ucapnya sambil memberikan undangan itu pada Qinli.
"Aku tidak akan mati semudah itu, terima kasih!" ucap Qinli saat menerima undangan itu.
"Keluarga Tersembunyi tidak sesederhana seperti yang kau pikirkan."
__ADS_1
"Begitu salah satu anggota keluarga mengeluarkan perintah untuk membunuhmu, keluarga lainnya juga akan ikut mengejar dan membunuhmu."
"Keluarga Tersembunyi ... sebenarnya berapa banyak orang yang terlibat di balik ini ....'
Ponsel milik Qinli tiba-tiba berbunyi. Lalu Qinli pun mulai mengangkatnya.
"Bos, aku sekarang sedang bersiap-siap pergi ke rapat umum Keluarga Zhuge, kau ada dimana?
"Aku sedang mengurus sedikit masalah di luar, nanti kita langsung ketemu di sana saja," ucap Qinli.
.
.
"Keluarga Zhuge juga termasuk pasukan hebat di antara Keluarga Tersembunyi, rapat umum prajurit kali ini juga secara khusus mengundang kami para keluarga kecil. Sungguh orang yang baik!"
"Benar! Kalau keluarga lain, tidak mungkin mengundang kami!"
"Tidak tahu berapa banyak keluarga kecil yang akan mendapat manfaat dari rapat umum kali ini, sungguh suatu berkah dari langit!"
"Ada berbagai macam orang di rapat umum kali ini, bahkan keluarga kecil yang tidak terkenal pun juga datang," seru seorang lelaki beranting-anting hati menatap remeh ke arah Qinli dan Jiangjun.
"Bos, situasi rapat umum pahlawan kali ini jauh melebihi rapat besar Keluarga Wei saat itu," ucap Jiangjun sambil melihat ke sekitarnya.
"Setelah Keluarga Zhuge mengambil alih Keluarga Wei, mereka pasti menyadari bahwa Keluarga Wei
sama sekali tidak mempunyai koneksi yang berguna, jadi baru bisa meminjam bendera Keluarga Wei untuk mengundang orang berbakat," jawab Qinli.
Sesaat kemudian Qinli bisa menyimpulkan sesuatu.
"Dunia ini tiba-tiba dimasuki sejumlah prajurit yang efektivitas tempurnya sepuluh kali lebih tinggi dari orang biasa, dan dalam sekejab menghancurkan keseimbangan dan ketertiban yang dipertahankan oleh beberapa orang."
"Kemunculan Keluarga Zhuge membuat beberapa keluarga kecil menjadi resah, takutnya dunia bela diri tidak akan bisa stabil dari sekarang."
"Satu-satunya cara adalah dengan mengusir Keluarga Tersembunyi pergi!" batin Qinli.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...