
"Kembalikan adikku!" teriak Qingyin saat melihat adiknya di bawa para kesatria yang berasal dari Keluarga Lei.
Begitu pula dengan armor di hadapannya yang ikut menghalanginya untuk mengejar Zitan. Marah dengan kejadian barusan, Qingyin mengeluarkan jurus dewinya.
"TARIAN BUNGA MATI!"
Seketika armor di hadapannya membeku terkena jurus milik Qingyin. Hanya beberapa detik saja armor di hadapannya langsung hancur tidak bersisa. Namun, sesaat kemudian terdengar suara teriakan dari salah satu anggota prajurit utusan Keluarga Lei.
"Nona Qingyin tidak perlu buru-buru, karena setelah ritual dimulai kalian bisa bertemu lagi."
Tiba-tiba saja tubuh Qingyin kekuatannya tidak bisa keluar, karena ada seseorang yang mengunci pergerakan dari ilmu tenaga dalamnya. "Pembatas alam?"
Qinli tentu saja marah karena melihat istrinya hampir di culik oleh Ketua Keluarga Lei.
"Kekuatan spiritual di dalam tubuhku berkumpul sangat pelan. Sepertinya karena aku menghabiskan banyak kekuatan spiritual tadi," gumam Qinli.
Saat serangan Qinli hampir mengenai kepala Tetua Keluarga Lei, rupanya ia bisa menghilang dengan cepat dan saat ini berdiri di belakang Qinli.
"Orang itu sangat kuat, dia bisa dengan mudahnya mengelak seranganku, aku tidak boleh ceroboh lagi."
Tetua Keluarga Lei tersenyum menyeringai ke arah Qinli. "Menghadapi kalian, tidak perlu sampai turun tangan."
Hanya dalam waktu sesaat tiba-tiba armor yang telah diserang oleh Qingyin tadi, telah muncul kembali dalam jumlah yang cukup banyak. "Tapi, terima kasih atas serangan Tuan Qin sebleumnya. Wilayah ini mendapatkan banyak jiwa baru, ini sangat menghemat tenagaku."
"Sama-sama." Tiba-tiba saja Qinli juga mengeluarkan jurus terbarunya yaitu mengeluarkan api melahap yang dikeluarkan oleh sosok armor berbentuk naga hitam. Dengan cepat ia melahap seluruh armor yang dibentuk oleh ketua dari Keluarga Lei.
BOM ... BOM ... BOM
Kedua mata Tetua Keluarga Lei terbelalak menyadari hal itu. "Ini api melahap, Qinli memang orang yang sulit dihadapi. Kalau aku tidak membunuh anak ini, aku tidak akan mendapatkan jiwa Chu Qingyin ...."
"Hebat juga, tapi ...."
__ADS_1
Tetua Keluarga Lei menyadari jika Qingyin bersiap untuk menyerangnya. "Nona Qingyin sedikit tidak sabaran, ya!"
Tetua Keluarga Lei berbalik dan menyerang Qingyin dengan cepat, "Bulan purnama belum tiba, Nona Qingyin tidak perlu buru-buru menyerahkan nyawamu!"
BAM!
"Qingyin!" teriak Qinli khawatir dengan kondisi istrinya.
"Itu ... kekuatan atribut, Qingyin ... dia keluar lagi?"
"Tidak, Master Keluarga Lei yang menggunakan petir juga bisa memanggil iblis!"
"Dia bisa menggunakan kekuatan atribut Qingyin, berarti kekuatan atributnya yang sesungguhnya ...."
Setelah kekuatan Qingyin disegel oleh Tetua Keluarga Lei, kekuatan atributnya mulai melemah. "Kekuatanku ... mulai menghilang ...."
Sebuah rantai berwarna ungu milik Tetua Keluarga Lei menembus tubuh Qingyin, maka secara otomatis kekuatan atribut miliknya dirampas.
"Bagaimana rasanya menyaksikan kekuatan atribut istrimu dirampas?"
"TARIAN BUNGA MATI!"
"PUFT!"
Tiba-tiba saja, Qinli mulai merasakan serangan dari Tetua Keluarga Lei yang kekuatannya mirip dengan serangan Qingyin. "Serangan ini hampir mirip dengan kekuatan serangan Qingyin."
"Shi Tian!" Qinli melihat pedang miliknya tiba-tiba saja keluar.
"Ya," jawab pedang Shi Tian.
"Kelihatannya Tetua Qin masih belum menyadari keadaan Tetua Qin saat ini ...."
__ADS_1
"Gawat! Ternyata dia bisa menambah kekuatan merampas ke dalam serangan Qingyin," gumam Qinli terlihat sangat panik.
Tetua Keluarga Lei terlihat tertawa lebar saat ia bisa menyerap kekuatan armor milik orang-orang di sekitar Qinli.
"Meski aku tidak bisa merampas api melahapmu, tetapi kekuatanmu yang lain akan menjadi milikku."
"Sebagai kultivator alam hidup dan mati, kau mempunyai kekuatan spiritual yang sangat padat! Qinli, kau memang luar biasa!"
"Api melahap memang hebat, dalam sekejap bisa mematahkan kekuatan merampasku, tapi ...."
"Benih merampasku sudah mengakar kuat di dalam tubuhmu."
"Meski kau mematahkan kekuatan merampasku, tapi asalkan benihnya masih ada, kau tidak akan bisa terlepas dari kekuatan itu!"
"Kau menanam benih merampas di dalam tubuhku ... kalau begitu ...." gumam Qinli sambil memerhatikan dirinya.
Sejenak Qinli menyadari sesuatu. Sementara itu Tetua Keluarga Lei tertawa lebar karena melihat Qinli tidak berdaya.
"Oh, sudah tidak melawan lagi? Kalau kau meminta ampun sekarang, aku akan mengizinkanmu melihat ritual Pengorbanan Nona Qingyin!"
"Ini adalah sebuah kehormatan bagimu, karena bisa menyaksikan Kebangkitan Keluarga Lei!"
"Tubuhku seharusnya bisa menahan serangan ini!" ucap Qinli di dalam hatinya.
Qinli mulai menormalkan mimik wajahnya seolah tidak terjadi apapun. "Oh, ya?"
"Tapi aku tidak tertarik menyaksikannya!" Qinli tersenyum menyeringai.
Dalam sekejap Qinli mulai mengumpulkan kekuatan yang berada di dalam tubuhnya. Sebuah bola besar berbentuk matahari berada tepat di atas kepala Qinli. Niatnya, ia ingin segera melampiaskan kemarahannya dengan menyerang Tetua Keluarga Lei.
"Karena aku tidak tahu kau menanam benihnya dimana, maka aku akan membakar diriku sendiri!" ucap Qinli dengan tersenyum.
__ADS_1
Benar saja, sesaat kemudian Qinli sudah membakar tubuhnya sendiri.
Tentu saja hal itu membuat Tetua Keluarga Lei membelalakkan matanya karena terkejut dengan tindakan Qinli. "Bocah ini sudah gila!"