
Ledakan super dahsyat terjadi di sana. Bahkan menimbulkan suara yang sangat menggelegar. Efek ledakan tersebut bahkan bisa dirasakan dari jarak yang lumayan jauh, tempat Tetua Keluarga Lei melayang.
"BOOM!"
"Puft!"
"Bocah tengik sialan, kau ingin mencoba menyeretku mati!" ucap Tetua Keluarga Lei marah.
Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena sesaat kemudian justru ia tertawa menyeringai.
"Tapi, aku sudah mendapatkan jiwa yang reinkarnasi ...."
Tetua Keluarga Lei memandang istri dari Qinli yang terbaring lemah. Niat hatinya ingin membangkitkan rasa amarah di dalam hati Qinli, namun semuanya sudah terlambat.
"Takutnya kau sudah tidak mempunyai kesempatan!" Qinli sudah berdiri di atas Tetua Keluarga Lei. Tubuhnya melayang tinggi dan hal itu sukses membuat kedua mata Tetua Keluarga Lei terbelalak karena terkejut.
"Te-ternyata kau masih hidup!" ucapnya terbata.
"Karena kau sangat menyukai jiwa orang lain, aku akan mengirimmu ke tempat yang bagus!" Tatapan Qinli tampak sangat serius dan apapun yang ia ucapkan akan diwujudkan dengan segera.
Qinli mulai mengayunkan pedang Shi Tian ke arah Tetua Keluarga Lei.
"TEBASAN MATAHARI GELAP MEMBAKAR LANGIT!"
Sabetan pedang Qinli nyatanya benar-benar mampu membuat Tetua Keluarga Lei terjatuh. Ia benar-benar merusak rencana besarnya.
"Sialan, aku berencana menggunakannya pada wanitanya, tapi mau tidak mau harus aku gunakan sekarang!"
"BOOM!"
Hanya dalam beberapa detik kemudian terjadi sebuah ledakan yang besar menghantam tubuh Tetua Keluarga Lei. Saat ini Qinli sudah berhasil memeluk tubuh istrinya, Qingyin.
"Zitan!" teriaknya terkejut.
Qinli meyakinkan istrinya agar tidak khawatir pada Zitan. "Tenang saja, mereka tidak akan berani berbuat apa-apa pada Zitan!"
__ADS_1
"Bagaimana pun target mereka sesungguhnya adalah jiwa yang berada di dalam tubuh Qingyin," ucap Qinli di dalam hatinya.
"Kau benar-benar meremehkanku ...." teriak Tetua Keluarga Lei dari kejauhan.
"Si Tua Bangka ini masih hidup!"
Terlihat sekali jika Tetua Keluarga Lei itu marah besar. Ia bahkan memaksa kekuatan tenaga dalam yang sesungguhnya keluar tidak pada waktunya. Aura berwarna ungu terlihat jelas di belakang tubuhnya tersebut. Hingga Qinli bisa membaca dengan jelas jika dia marah besar.
"Aku hampir saja berhasil, tapi kau memaksaku untuk mengeluarkan kekuatan ini terlebih dahulu!" pekiknya kesal.
Benar saja, tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi Tetua Keluarga Lei mengeluarkan jurus mematikannya.
"KERASUKAN DEWA YIN!"
Qinli dan Qingyin sampai terhempas beberapa meter akibat serangan mendadak yang diberikan Tetua Keluarga Lei tersebut.
"Levelnya masih Alam Dominasi, tetapi auranya sangat kuat!"
"Tapi, aku merasa ini sedikit familiar ...." gumam Qinli.
Qinli tidak akan membiarkan istrinya terluka lagi. Dengan cepat Qinli memeluk tubuh Qingyin dan melindunginya dengan kubah api milik Qinli. Akan tetapi serangannya ternyata mampu menembus dinding pelindung itu.
"Bagaimana bisa! Ruang di sekitar seharusnya dikacaukan oleh apiku ...."
"BANG!"
Dinding pelindung milik Qinli pecah dan membuat keduanya kembali terhempas.
"Tidak mungkin!"
"Hanya dengan satu tinju!"
"Bisa menghancurkan pertahananku!"
Qinli mencoba bangkit dengan dibantu pedang Shi Tian untuk berdiri. Namun, belum sepenuhnya Qinli terbangun, armor milik Tetua Keluarga Lei itu sudah berada tepat di atas kepalanya dan menyerang kembali tanpa ampun.
__ADS_1
Qinli memasang tameng untuk melindungi Qingyin. "Cepat sekali!"
"Oh, tenagamu kuat juga!" ujar Tetua Keluarga Lei menyeringai.
"BANG!"
Qinli menangkis serangan kali ini dengan pedang Shi Tian miliknya digabungkan dengan api melahap.
"Hmph! Ini lebih dari kekuatan!"
"Api melahap ini benar-benar merepotkan!"
"Cukup! Kesabaranku sudah hilang!" ucap Tetua Keluarga Lei penuh amarah.
Dari tempat berdirinya, Qinli menatap armor besar di hadapannya itu. "Si Tua Bangka, ini mulai marah!"
Tetua Keluarga Lei memulai serangan yang baru pada Qinli. Ia menggunakan cara hampir sama dengan teratai emas milik Qinli. Ia pun bersiaga.
"Kapan Si Tua Bangka ini menjiplak skillku?"
"Tidak! Ini bukan skillku!"
"JURUS TERATAI GELAP!" teriak Tetua Keluarga Lei dengan mengayunkan pedang miliknya.
Namun, sejauh apapun Tetua Keluarga Lei mengeluarkan jurus-jurus mematikannya, hal itu sama sekali tidak bisa menghabisinya.
"Sungguh serangga menyebalkan! Aku sudah menggunakan skill andalan Dewa Yin, tapi kau masih belum mati!" ucapnya kesal.
Qinli masih menunggu dan bersiaga pada apa yang akan dilakukan Tetua Keluarga Lei. "Tapi, kenapa jurusnya memiliki aura Metode Pikiran Tatanan Surga?"
"Ini sebuah kehormatan bagimu bisa melihat jurus ini sebelum kau mati!"
"Apa ada koneksi antara Jurus Dewa Yin dengan Metode Pikiran Tatanan Surga?"
"Cuma seekor binatang Alam Hidup dan Mati, tapi masih berani menghalangiku!" Tetua Keluarga Lei benar-benar marah besar.
__ADS_1
"KLANG!"