
"Tidak perlu buru-buru karena aku masih memerlukan mereka untuk mengambil sesuatu di Lembah Dewa Obat."
"Lembah Dewa Obat, apakah dalam legenda itu benar?" Tanya salah seorang prajurit yang berada di belakang kesatria tersebut.
Bukan hanya prajurit yang berada di belakang kesatria tersebut, melainkan orang yang di sampingnya pun mengatakan hal yang sama.
"Idiot!"
"Jangan bertanya tentang sesuatu hal yang tidak seharusnya kamu ketahui."
"Utus orang untuk pergi ke Lembah Dewa Obat! Aku ingin lihat bagaimana mereka mau beralasan apalagi setelah ini!"
"Baik!" ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada sembari membungkuk.
Sesaat kemudian ternyata kesatria armor tersebut justru mengorbankan anak buahnya yang terlalu ingin tahu tersebut. Ia mengambil jiwa spiritual miliknya dan digunakan untuk menambah kekuatannya secara pribadi.
Sementara prajurit yang satunya hanya menunduk tanpa mau berdebat lagi. Sepertinya ia sudah paham akan konsekuensi yang akan ditanggung jika terlalu ingin tahu.
Di sisi lain, Qinli sedang dalam perjalanan naisy bisa merasakan adanya ketidak beresan di bawah sana. 'Gelombang kekuatan spiritual yang sangat kuat. Sepertinya dekat dengan gua yang baru saja kita tinggalkan!' gumamnya.
__ADS_1
Beruntung Qingyin sangat paham akan gerak-gerik yang mencurigakan dari Qinli. Ia pun mendekati suaminya lalu sedikit mencondongkan tubuhnya.
"Ada apa, suamiku?"
Qinli menoleh sembari tersenyum, "Tidak apa-apa, mungkin karena kehabisan energi barusan."
Seketika wajah Qingyin yang semula tersenyum kini berubah menjadi merah padam. Bahkan di tangannya seperti memegang sebuah tongkat pemukul yang digerakkan secara berulang, "Apa katamu?"
Sontak saja Qinli segera mengubah mimik wajahnya agar sang istri tidak salah paham. Ditambah lagi Qingyin sedang sensitif sepertinya.
"Ah! Maksudku ... Skill Dewa Yin yang digunakan oleh Si Tua Bangka Lei itu mungkin ada hubungannya denganmu!"
"Skill Dewa Yin!"
"Apa guru yakin?" tanya Ling'Er penasaran.
"Ling'Er kenapa reaksimu seheboh ini? Apa kau tau Skill Dewa Yin ini?" tanya Qinli hati-hati.
"Tidak! Aku tidak tahu!"
__ADS_1
Mimik wajah Ling'Er sebenarnya sudah terlihat lain. Keringat dingin mengalir deras di keningnya. Akan tetapi ia tetap belum mau mengatakan kebenaran itu pada Qinli.
"Tapi aku tahu ada satu pasukan yang mungkin ada hubungannya dengan Skill Dewa Yin ini ...."
"Pasukan? Pasukan apa?"
"Kuil Dewa Yin! Itu adalah pasukan yang membuat Lembah Dewa Obat ketakutan sampai perlu mempertahankan hubungannya melalui pernikahan!"
Kuil Dewa Yin adalah sekte pertama yang diakui oleh semua pasukan di seluruh daratan, tetapi tidak ada yang tahu seberapa kuat sebenarnya Kuil Dewa Yin. Semua prajurit hanya tahu Kuil Dewa Yin adalah pasukan terkuat dan tidak tahu apa apa lagi selain itu ...
Ada beberapa pasukan yang pernah menguji kekuatan kuil dewa Yin, tettapi Kuil Dewa Yin dengan mudahnya membinasakan pasukan pasukan itu.
"Takutnya kekuatan tetua kuil Dewa Yin sudah melampaui alam dominasi," ujar Ling'er.
Kemudian Qinli pun memprediksi hal lain. "Melampau Alam Dominasi? Sumber kekuatan sudah hancur, seharusnya .... Dia tidak mungkin bisa mencapai Alam Setengah Dewa! Jangan-jangan ada cara lain untuk menembus Alam Dominasi."
Pedang milik Qinli pun segera memberitahukan prediksinya pada Qinli.
[Tidak, Tuan. Selain mengunakan kekuatan sumber daratan Huangdi untuk naik level, tidak ada cara lain lagi di dunia ini yang bisa mencapai Alam Setengah Dewa]
__ADS_1
Dalam segera Qinli bisa mengetahui caranya. Ia bahkan mengepalkan tangannya penuh semangat. "Ada! Aku sudah menemukan caranya."
"Sepertinya jika ingin naik level lagi, aku harus mengembalikan status bumi daratan tingkat 10!" ucap Qinli penuh semangat.