
Tiba-tiba saja cahaya berwarna sangat terang menyilaukan mata Qinli dalam melihat ke arah samping. terlihat dengan jelas kalau si Putih saat ini sedang bercengkrama dengan dewi yang berada di dalam tubuh istrinya, Qingyin.
"Ternyata kau adalah putri dari bintang langit penjagaku, rubah langit berekor sembilan," ucap Dewi itu.
Tiba-tiba saja ingatan Qinli kembali berputar ke masa lalu. Saat dimana pertama kali ia bertemu dengan Si Putih yang berwujud manusia.
"Pantas saja aku mempunyai kontrak dengan Si Putih. Ternyata karena ada aura dia yang melekat di tubuhku ...." ucap Qinli di dalam hati.
Setelah sekian lama bercengkerama dengan Si Putih, Sang Dewi membebaskan putih untuk memilih mana yang akan menjadi tuannya.
"Sudah bertahun-tahun kau dan keluargamu sudah menjalankan tugas dengan baik, kau bisa memilih apakah mau memperbarui kontrak atau memutuskan kontrak sebelumnya denganku ...." ucap Sang Dewi kepada Si Putih.
Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Qinli saat ini ia juga mengatakan hal yang sama kepada Si Putih. "Putih, pilihlah sesuai hatimu."
Si putih menoleh ke arah Sang Dewi yang tersenyum kepadanya. Lalu kembali menoleh w ke arah Qinli. Namun, sesaat kemudian karena ia lebih mengenal Qinli, ia pun memilih menghamburkan tubuhnya ke arah Qinli.
"Tuan~"
"Anak pintar~" ucap Qinli.
Sang Dewi tersenyum ke arah Qinli lalu memberikan pesan kepadanya. "Kau harus memperlakukannya dengan baik."
Sesaat kemudian Sang Dewi bisa merasakan ada aura besar yang dekat dengannya.
"Kenapa kekuatan spiritual tiba-tiba menjadi sangat kuat?"
Saat ia kembali menoleh ke arah Qinli ternyata tubuh Qinli dan Si Putih tersedot ke luar. Mengikuti arus kekuatan spiritual yang sangat besar tersebut.
"Arghhhh!"
"Apa yang terjadi dengan kekuatan spiritual di dalam tubuh ini?" gumam Sang Dewi menyadari ada yang tidak beres dengan tubuh Qingyin.
Di dalam dunia nyata tubuh Qingyin tiba-tiba terangkat dan melayang ke atas arah langit-langit kamar.
__ADS_1
"Kekuatan spiritual dalam tubuh Qingyin sangat kuat, apakah karena Pil Pembangkit roh?" ucap Qinli di dalam hatinya.
"Ling'Er, apa yang terjadi pada Qingyin ...."
"Sepertinya dia mau membuat terobosan," ucap Qinli sambil terus mengawasi tubuh istrinya yang melayang di angkasa dan dipenuhi dengan kekuatan spiritual yang sangat kuat.
"Tidak disangka pil pembangkit jiwa ini punya efek yang sangat luar biasa. Bahkan aku sendiri hampir tidak dapat menahan kekuatan ini."
"Qinli ...."
Ternyata Tetua Ke enam dan Kakek Badao datang ke ruangan tersebut dan melihat jika terjadi kekuatan spiritual yang sangat besar di dalam kamar Qingyin.
"Bocah, baru saja kembali sudah membuat keributan yang begitu besar!" ucap Kakek Badao dengan tercengang.
Kedua tertua di dalam perguruan tersebut tidak menyangka jika kekuatan Qinli li meningkat begitu tajam. Setelah beberapa saat kekuatan yang menyelimuti tubuh Qingyin berangsur menghilang.
"Sudah selesai?"
"Ternyata pil pembangkit jiwa memperkuat hubunganku dengan pemilik tubuh asli ini ...." ucap Qingyin sambil turun ke bawah.
"Ternyata dia ...."
"Memperkuat hubungan? Bukankah itu artinya dia bisa mengendalikan tubuh Qingyin kapan saja?"
"Tenang saja ini baik untuk pemilik tubuh asli, kelak dia tidak hanya bisa menggunakan kekuatanku, tapi juga dapat meningkatkan levelnya lebih mudah ...."
"Sepertinya kau yang bisa dengan mudahnya mengendalikan tubuh istriku, 'kan?"
"Untuk apa aku membohongimu? Terlebih lagi, pemilik tubuh asli tidak mungkin bisa kau selamatkan dalam setahun ini tanpa kekuatanku!"
"Kau pikir kau mampu melawan keluarga Lei yang ada di daratan itu?"
"Apa yang dia katakan memang benar, kalau ingin melawan keluarga besar, aku harus melakukan persiapan yang matang."
__ADS_1
"Aku ingatkan dirimu lagi ... bumi pernah menjadi daratan besar level sepuluh ... prajurit yang lahir di bumi adalah prajurit hebat ...."
"Sial ... kekuatan kesadaran pemilik tubuh asli ini sangat kuat," ucap Sang Dewi saat menyadari tubuh Qingyin mulai mengambil alih semuanya.
Sesaat kemudian tubuh Qingyin menjadi lemas, lalu ia hampir terjatuh. Beruntung Qinli dengan sigap menopang tubuh istrinya agar tidak terjatuh.
"Suamiku, apa yang terjadi?" tanya Qingyin.
"Tidak ada, hanya reaksi dari pil pembangkit jiwa terlalu besar."
Dari arah kejauhan kedua orang tua Qinli datang menghampiri putranya tersebut.
"Ling'Er, Qingyin baik-baik saja, 'kan?"
"Dia baik-baik saja jangan khawatir, ayah, ibu," ucap Qinli sambil menoleh.
"Namun, aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyiapkan satu hal ...."
Sesaat kemudian Qinli mulai mengumpulkan orang-orang terdekatnya. Mereka semua datang ke ruangan untuk membahas sesuatu hal yang sangat penting.
"Bos, kau ini sedang bermain cosplay?" tanya Tuan Muda Xu saat melihat Qinli masuk dengan pakaian dari beberapa abad yang lalu sama seperti seorang pendekar dan memakai rambut palsu yang panjang dan membawa pedang di bagian belakang.
Sementara itu Nona Muda Xu tampak melarang adiknya karena berbicara tidak sopan kepada Qinli.
"Jangan bercanda! Dokter Qin memanggil kita ke sini pasti ada hal penting," ucap Nona Muda Xu.
Lain halnya dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Nona Liu. Ia tampak santai menghadapi situasi kali ini, dan sama seperti biasanya ia akan menggoda Qinli dengan posenya yang menantang.
"Adik kecil, kakak sangat merindukanmu beberapa waktu ini, loh!" ucap Nona Liu pada Qinli yang baru saja datang.
Qinli yang sudah mengetahui jika sikap Nona Liu seperti itu, membiarkannya semua terjadi. Ia mengusap kepala sambil menutup matanya.
"Bukan begitu, sebenarnya beberapa waktu ini ....
__ADS_1