
Melihat Nona Ling'Er jatuh terpental, membuat ketiga angggota Keluarga Qiao heran.
"Apa yang terjadi?" tanya mereka
Qiao Dahai membantu Nona Ling'Er untuk duduk.
"Ada apa ini? Kenapa terjadi masalah saat pengobatan berlangsung?" gumam Qiao Dahai.
"Uhuk ... Uhuk--"
Sementara itu Nona Ling'Er terbatuk-batuk, mungkin ia terluka dalam. Di sisi lain, Qinli sudah siuman. Ia pun memanggil Qiao Dahai.
"Tuan Qiao ...."
Qiao Dahai menoleh ke arah Tuan Qin sambil tersenyum.
"Tuan Qin, akhirnya kau sadar juga!"
"Maaf, telah membuat Tuan Qiao khawatir, aku mendengar ada yang memanggilku saat pingsan tadi ...."
"Barusan Nona Lin ini mencoba untuk menyembuhkanmu, tapi sekarang sepertinya dia ...."
Qiao Dahai berdiri berdampingan dengan Nona Ling'Er yang masih menunduk karena terluka, bahkan sudut bibirnya masih mengeluarkan da-rah.
"Dia juga bisa ketrampilan medis?" batin Qinli sambil memandang Nona Lin Ling'Er.
Nona Ling'Er membuka matanya perlahan dan menatap ke arah Qinli. Akan tetapi ia ketakutan saat menatap Qinli.
"Argh!"
"Jangan ... jangan mendekat!" teriaknya ketakutan.
Bahkan saat ini Nona Ling'Er memeluk kaki salah satu prajurit Keluarga Qiao. Sementara itu Qiao Dahai bersama prajurit lain sangat terkejut akan perubahan perilaku Nona Ling'Er.
"Eh, kenapa dengan Nona ini?"
__ADS_1
Qinli yang melihat hal itu juga sangat terkejut dengan perubahan sikap Nona Ling'Er. Saat ini ia bahkan memeluk salah satu lengan prajurit Keluarga Qiao sambil menatap Qinli dengan ketakutan.
"Kenapa dia seperti menjadi orang yang berbeda?" gumam Qinli.
"Kurasa Nona Lin kelelahan saat mengobatimu tadi."
"Nanti biarkan dia beristirahat dulu di rumahku, mungkin dia akan merasa jauh lebih baik."
"Terima kasih, Tuan Qiao."
"Sama-sama! Namun, Tuan Qin kau benar-benar pintar menyembunyikan kekuatanmu, ya. Tidak disangka masih muda sudah mencapai puncak alam setengah dewa."
Qinli yang kebingungan hanya melongo.
"Puncak alam setengah dewa?" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Apakah Tuan Qin sendiri tidak tahu sudah berada di level berapa?"
"Atau kekuatanmu sesungguhnya jauh lebih tinggi daripada ini?" tanya Tuan Qiao tidak percaya.
"Aku serius," ucap Tuan Qiao Dahai.
"Di tempat aku berasal, tidak ada yang namanya alam setengah dewa ... hanya dibagi sembilan level," ucap Qinli kemudian.
"Puncak alam setengah dewa? Tapi aku merasa tubuhku masih belum mencapai batas."
"Pantas saja. Di daratan kami pembagian level kekuatan yang sangat jelas."
Qiao Dahai mulai menjelaskan satu persatu maksudnya kepada Qinli.
"Setahuku, sangat sedikit kultivator yang mencapai puncak alam setengah dewa."
"Selain itu, kalau ingin sampai ke level awal alam setengah dewa, seseorang harus melalui berbagai kesulitan dan harus mempunyai keberuntungan bagus."
"Sungguh, sebuah kehormatan bagi kami bisa melayanimu, tuan Qin."
__ADS_1
"Tuan Qiao terlalu memujiku."
Tiba-tiba saja dari arah langit, terlihat sebuah lubang berwarna keemasan.
...WUNG...
"Perbatasan selanjutnya sudah mau dibuka, ayo jalan!"
Cahaya itu terlalu menyilaukan mata.
Di saat yang bersamaan, Kepala Keluarga Qiao Feng kembali ke Kediaman Qiao.
Tiga hari kemudian.
...KRAK...
Tiba-tiba saja pensil yang ia pakai untuk menulis patah.
"Kenapa belakangan ini aku merasa tidak tenang? Seperti akan ada sesuatu yang terjadi ...." gumamnya.
Sesaat kemudian ada salah seorang prajuritnya yang datang melapor.
"Lapor Kepala keluarga, saya menemukan ada kejanggalan belakangan ini ...." ucapnya sambil menunduk.
"Katakan!"
"Saya menemukan bahwa anggota Keluarga Gu yang berkeliaran sangat sedikit, seperti mengurung diri di rumah saat alam rahasia dibuka."
"Selain itu, dalam waktu dekat ini, alam rahasia akan segera ditutup dan saatnya para prajurit di alam rahasia keluar dari sana, tapi Keluarga Gu tidak ada pergerakan sama sekali, ini sangat mencurigakan."
"Sekarang, kumpulkan semua tetua dan prajurit kita, kita berangkat ke Kediaman Gu."
"Gu Tian, aku harap aku terlalu berpikir berlebihan!" ucap Kepala Keluarga Qiao.
Sementara itu di dalam keluarga Gu, para tetua sedang mengadakan rapat di sana. Rapat itu dipimpin oleh Gu Tian secara langsung. Sepertinya rapat itu sangatlah penting karena dilakukan dengan tertutup.
__ADS_1
"Kalau dihitung-hitung, seharusnya Xing'Er akan segera keluar dari Alam Rahasia," ucap Gu Tian sambil tersenyum menyeringai.