MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 32


__ADS_3

Mendengar Qinli yang baru saja mendeteksi kakak tertua Tuan Muda Xu, mereka semua tercengang. Tetapi respon lain ditunjukkan oleh kakak tertua Tuan Muda Xu.


"Hng, penyakit seumur hidup? Kelihatannya kau hanyalah penipu yang suka membual."


Qinli yang menyadari kalau kakak tertua Tuan Muda Xu tak percaya akan prediksinya barusan, sedikit terengang. Tapi ia kemudian bersikap biasa, karena sesungguhnya hal seperti ini sudah terlalu sering Qinli alami.


"Karena Kakak Xu tidak percaya, maka aku juga tidak bisa berkata-kata lagi."


Tetapi Tuan Muda Xu bersikeras agar kakaknya mempercayai prediksi dari Qinli barusan.


"Kakak, aku pernah melihat kemampuan dr. Qin, lebih baik kau membiarkan d.r Qin memeriksamu," ucap Tuan Muda Xu tak terima Qinli direndahkan.


"Diam, urus saja dirimu sendiri, kau tidak usah ikut campur urusanku," gertaknya pada mereka semua.


Ia kemudian teringat akan diagnosa dari Rumah Sakit tentang riwayat kesehatannya beberapa waktu yang lalu.


"Keluarga lain sedang mengincar Keluarga Xu, di saat seperti ini, mereka tidak boleh tau masalah kesehatanku, kalau tidak ...." ucapnya dalam hati.


Melihat situasi sedang tidak kondusif, Qinli berniat untuk segera pergi.


"Tuan Muda Xu, aku sudah bertemu dengan mereka, kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi," pamit Qinli.


Baru saja Qinli melangkah, panggilan dari Tuan Muda Xu menginterupsi Qinli untuk berhenti.


"Kak Qin ...."


"Ada apa? Apa ada hal lain, Tuan Muda Xu?"


"Kakakku itu memperlakukan semua orang seperti itu, kau jangan memasukkan ke hati ya," ucap Tuan Muda Xu tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, mungkin saja kakak besarmu mempunyai kesulitannya sendiri," ucap Qinli menoleh.


"Kak Qin sangat bermurah hati! Kau masih ada urusan ya hari ini, kita akan buat janji lain kali."


"Baik," ucap Qinli lalu berlalu dari tempat itu.


Tuan Mud Xu memandang aneh kepergian Qinli.


"Apa mungkin kakak besar punya penyakit yang enggan dia ungkapkan sehingga dia tidak bersedia untuk diobati?" batin Tuan Muda Xu.


Kali ini Qinli benar-benar meninggalkan mereka, lalu ia mencari keberadaan Tuan Muda Jiang.


"Tuan Muda Jiang sudah lama pergi, tidak mungkin terjadi sesuatu padanya, 'kan," batin Qinli.

__ADS_1


Tiba-tiba Qinli menoleh ke sebelah kiri. "Hm, tempat apa itu?" batinnya.


Dari rumah itu ia bisa melihat besarnya energi jahat yang terpancar dari rumah itu.


"Bisa-bisanya ada energi jahat yang begitu kuat!"


Qinli semakin mendekati bangunan itu.


"Tidak disangka ada rumah berhantu yang tersembunyi di dalam rumah besar Keluarga Jiang."


Qinli mengamati setiap jengkal dari rumah tersebut.


"Energi jahat hitam, Feng Shui-nya jelek, tiang gerbang dari pohon keras ...."


Kedua mata Qinli terbelalak ketika melihat ada orang tertidur di dalam kamar itu.


"Hm, ini!!!"


Qinli sengaja membuka gembok pintu rumah itu dengan jarum miliknya. Saat kakinya baru saja melangkahkan kaki satu jengkal, ia sudah bisa merasakan jika ada formasi jahat di sana.


"Gawat, ini adalah formasi roh jahat!"


Tiba-tiba dari sekelilingnya roh-roh jahat itu mulai bergantian mengeroyok tubuh Qinli. Beruntung ia selalu membawa jarum akupuntur miliknya.


Ia lalu menyerang energi dan roh jahat yang berada di sana. Dengan cepat ia bisa membasmi mereka. Tetapi baru saja ia beristirahat energi yang lainnya semakin gencar menyerangnya.


"Kenapa energi ini muncul terus-terusan."


Ia pun mengingat semua ilmu yang diajarkan oleh orang tua (gurunya dulu).


"Pria tua yang mengajariku pernah berkata, segala sesuatu memiliki hukum tertentu."


Lalu Qinli mulai mencoba beberapa teknik yang ia pelajari dulu.


"Untung saja, waktu itu aku pernah mempelajari beberapa cara menghancurkan formasi dari pria tua itu."


"Ketemu!"


Akhirnya Qinli menemukan titik kekuatan jahat dalam formasi itu. Dengan sekuat tenaga, Qinli berjuang agar ia bisa mengalahkan energi jahat itu. Ia pun menancapkan satu jarum tepat ke pusat energi jahat yang berbentuk kepala tengkorak.


"Aargggghhhhh ...."


Beruntung, energi jahat itu bisa dikalahkan Qinli seorang diri. Lalu ia pun mengusap keningnya karena kelelahan.

__ADS_1


"Orang yang membentuk formasi ini punya kemampuan yang hebat juga, untung saja aku sudah berlatih sebelum ke sini," ucap Qinli.


"Bagaimana bisa orang ini terjerat ke dalam formasi ganas yang begitu kuat."


Qinli memandangi orang tua yang sedang tertidur itu. Lalu Qinli memeriksa denyut nadi orang tua itu.


"Untung saja, aku menyadarinya dengan cepat."


Seperti biasa, Qinli lalu bertindak untuk menyembuhkan orang itu. Ia mengarahkan jarum itu tepat di tengah kening orang tua itu. Beberapa saat kemudian energi jahat mulai keluar dari tubuhnya dan ia siuman.


Orang tua itu menoleh ke arah Qinli.


"Ugh ..."


"Kau, kau siapa?" tanya kakek.


"Anda sudah bangun?" tanya Qinli dengan bahagia.


"Aku hanya seorang dokter yang menghadiri pesta ulang tahun," ucap Qinli sambil menolong tubuh kakek untuk sekedar duduk.


"Ternyata begitu, hampir saja aku mati di pesta ulang tahunku sendiri."


"Anda adalah Tuan Jiang? Bukankah hari ini pesta ulang tahunmu?" tanya Qinli penasaran.


"Heh, aku sudah pikun. Tidak disangka aku dicelakai oleh orang-orang yang kupercaya."


"Apa maksud Anda?"


"Kalau bukan karena putraku itu, aku juga tidak akan seperti ini."


"Ternyata begitu, Keluarga Jiang Limin mempercayakanku untuk mengobati penyakiy Anda ...."


Kakek sempat tercengang atas ucapan Qinli barusan.


"Tidak disangka Limin dan keluarganya tidak hanya tidak membenciku, tapi juga mencari cara untuk mengobati penyakitku ...."


"Tapi selain ingin mengobatiku, mereka seharusnya masih berharap untuk kembali lagi ke sini 'kan?"


"Benar, ternyata tidak ada yang bisa disembunyikan dari Anda," ucap Qinli sambil mengusap tengkuknya.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2