
"Apa kau tidak mau nyawamu lagi? Terlalu beresiko untuk mengkonsumsi pil ini sekarang ...." teriak Nona Bai Ruyun.
Namun, sepertinya apa yang telah di ucapkan oleh Nona Bai tidak dihiraukan oleh Qinli. Saat ini, Qinli sudah memulai kembali bersemedi dan membuat kubah pelindung di sekelilingnya.
WUNG ...
Seketika kubah emas sudah terbentuk.
"Jangan khawatir, aku sudah punya pengalaman."
Terpaksa Nona Bai Ruyun harus berjaga di luar kubah tersebut untuk tuannya lagi.
"Tuan, kalau nanti sudah tidak sanggup lagi, berhenti saja."
...KRAK!...
Seketika Nona Bai Ruyun dan Qinli menoleh ke arah sumber suara.
"Siapa itu?"
Tiba-tiba saja, seorang lelaki tua datang menghampiri. Lelaki itu bermarga Lei, Qinli bisa melihat dengan jelas plakat yang berada di sela-sela baju lelaki tua itu. Wajah lelaki tua itu tidak begitu terlihat dengan jelas karena ia memakai topi seperti tudung saji di kepalanya.
"Lei? Jangan-jangan dia dari Keluarga Lei?" gumam Qinli.
Sontak Qinli berdiri, ia menghentikan aktivitas semedinya.
"Apakah Anda anggota Keluarga Lei?" tanya Qinli menatap tajam lelaki tua itu.
"Benar, aku anggota Keluarga Lei!"
Qinli segera melepaskan serangannya ke arah lelaki tua tersebut.
...BOOM...
Akan tetapi, ternyata lelaki itu sama sekali tidak terluka. Hanya saja penutup kepalanya terlempar jauh darinya.
"Dia kuat sekali!"
Nona Bai Ruyun yang merasa Tuannya terancam ikut membantu Qinli. Ia melakukan sebuah serangan dari belakang dengan menggerakkan kakinya ke arah lelaki tua itu. Secepat kilat lelaki tua itu menghindari serangan Nona Bai Ruyun. Bahkan saat ini ia bisa menangkap kaki Nona Bai dengan tangan kanannya.
"Kalian tidak cukup kuat untuk melawan Keluarga Lei."
Lelaki tua itu tersenyum ke arah Qinli.
"Namun, aku datang kemari untuk memberikan hadiah untuk Tuan Qin."
"Hadiah apa?" tanya Qinli keheranan.
"Chu Zitan!"
Tentu saja Qinli tidak serta merta percaya dengan apa yang dia dengarkan barusan. Terlebih banyak orang jahat yang suka memanfaatkan situasi seperti ini.
"Menurutmu, dengan kekuatan yang aku punya, apa aku perlu berbohong kepadamu?" ucap lelaki tua itu.
"Sejak kapan orang ini muncul? Aku bahkan tidak dapat merasakan keberadaaannya tadi!"
__ADS_1
Seketika terlihat bola amarah di dalam mata lelaki tua itu. Giginya gemerutuk jika mengingat kekejaman Keluarga Lei kepadanya.
"Kalau bukan karena kerabat dekatku dikendalikan oleh Keluarga Lei ...." ucapnya penuh kilatan amarah.
"Bukankah kau anggota Keluarga Lei?"
Lelaki tua itu memegang plakat emas miliknya, lalu ia mulai menjelaskan apa yang telah dialaminya sampai ia sangat membeci Keluarga Lei.
"Namaku, Yang Wenhao, aku adalah Kepala Keluarga Bawahan Keluarga Lei, hanya karena seorang murid dari sekte kami menyinggung Keluarga Lei ...."
Lelaki tua itu tampak menjeda kalimatnya, lalu memperhatikan dengan seksama plakat miliknya.
"Jadi, hampir semua anggota sekteku dilenyapkan oleh Keluarga Lai, hanya tersisa kerabatku yang berada di genggaman Keluarga Lei dan dijadikan sebagai pegangan untuk menekanku!"
"Lalu, kenapa kau tidak turun tangan sendiri?" tanya Qinli penasaran.
Lelaki tua itu menunduk.
"Keluarga Lei sulit diprediksi. Beberapa tahun ini, aku diam-diam bersekongkol dengan musuh Keluarga Lei untuk melawan Keluarga Lei. Akan tetapi akhirnya mereka semua berakhir sepertiku."
"Aku dipaksa oleh Keluarga Lei untuk melakukan banyak hal jahat!"
"Kalau begitu, kau mengajakku untuk bekerja sama?" tanya Qinli menyimpulkan.
"Benar, dalam waktu yang sangat singkat, Tuan Qin sudah mencapai alam langit. Ini membuktikan Tuan Qin punya kemampuan yang luar biasa!"
"Aku bisa membantu meningkatkan kekuatan Tuan Qin dan bersedia menjadi anggota sektemu!"
"Tuan Qin hanya perlu berjanji untuk menyelamatkan kerabatku!"
"Tidak masalah. Namun, apakah Tuan telah melupakan sesuatu?" tanya Qinli dengan tersenyum sambil menutup mata.
Seketika lelaki tua itu terlihat kebingungan. Banyak tanda tanya yang beterbangan di kepalanya. Hingga beberapa detik kemudian, lelaki tua itu tersenyum lebar.
"Ha ha ha! Aku lupa soal Zitan!"
Setelah cukup lama berbicara panjang dan lebar, Qinli mulai mendapatkan sebuah kesimpulan.
"Setahun kemudian, ya ...."
"Benar, setahun kemudian, ketika bulan serigala, Keluarga Lei akan diam-diam menggunakan sihir mereka untuk menarik jiwa Nona Zitan."
"Tidak tahu apa yang menjadi istimewa dari Nona Zitan sampai membuat Keluarga Lei begitu memperhatikannya. Nona Zitan berwatak keras, dia tidak akan berada dalam bahaya untuk sementara waktu ini."
Saat Qinli mengobrol dengan Yang Wenhao, Bai Ruyun yang telah kembali dalam wujud Si Putih justru terlelap di bahu Qinli.
"Zzzzz ...."
Qinli mengeluarkan kekuatannya di tangan kiri.
"Berarti bukan sebuah kebetulan mereka menangkap Zitan."
"Kalau begitu, sebelum bulan bulan serigala Zitan akan aman ... Aku harus menjadi cukup kuat dalam beberapa waktu ini untuk melawan Keluarga Lei."
Merasa sudah cukup mendapatkan informasi dari Yang Wenhao, Qinli tidak lupa mengucapkan terima kasih kepadanya.
__ADS_1
"Terima kasih telah memberi tahuku, Tuan Yang! Tidak, seharusnya Tetua Yang selamat datang di Sekte Bumi!"
"Sama-sama, kalau ada apa-apa, silakan langsung memberitahuku."
"Hahaha ...."
"Kalau begitu, aku tidak sungkan lagi ...."
Qinli menggerakkan jemari tangannya. Cincin penyimpanan miliknya menyala sesaat kemudian.
Muncullah satu buah Pil Ninghua. Yang Wenhao begitu terkejut karena hal itu.
"Ternyata kau masih punya satu Pil Ninghua?"
"Biu ... Biu ... Biu ...."
Beberapa butir Pil Ninghua muncul dari cincin Qinli, hal itu semakin membuat Yang Wenhao terkagum dengan kemampuan dan kebaikan hatinya.
"Aku masih punya beberapa, apa kau mau?"
"Ini ... Tidak baik, bukan?"
Belum sempat Yang Wenhao berbicara lagi, Qinli sudah memberikan Pil Ninghua kepadanya.
"Terimalah!"
Yang Wenhao berhasil menangkapnya.
"Aku harap aku membuat pilihan yang tepat!"
"Tetua Yang, lakukanlah!" ucap Qinli kemudian.
"Baik!"
Tangan Tetua Yang menggenggam erat lalu diarahkannya kekuatannya ke tubuh Qinli. Energi kehijauan milik Tetua Yang kini mulai berkolaborasi dengan energi spiritual milik Qinli.
"Ini berbeda dengan domain Si Putih, tidak hanya bertambah kuat, tapi juga merasa seperti punya kekuatan ekstra, gravitasi ...." gumam Qinli dalam posisi bersemedi.
Qinli benar-benar melatih kekuatan dari Yang Wenhao dengan baik. Ia memfokuskan dirinya dan berkonsentrasi penuh agar kekuatannya benar-benar meningkat sesuai dengan keinginannya.
Sementara itu diluar kubah yang menjaga tubuh Qinli selama melatih kultivasinya ada Si Putih dan Yang Wenhao yang terus menjaganya.
Lama kelamaan tubuh Qinli tertutup oleh debu, es dan segala benda yang berada di alam lembah. Hingga lima belas hari kemudian.
...KRAK!...
Tubuh Qinli yang terselimuti es mulai retak dan pecah.
"Berhasil!" seru Yang Wenhao dengan tersenyum.
Sesaat kemudian retakan itu semakin besar dan meledak begitu saja.
...BRAK!...
Kini Qinli terlihat dipenuhi kekuatan maha dahsyat. Amor yang terpancar dari tubuh Qinli bercahaya kecemasan.
__ADS_1