
Tidak perlu menunggu waktu lama lagi, kini Qinli langsung melakukan serangannya.
...SEGEL KAISAR TERATAI HIJAU...
Tentu saja utusan dari Keluarga Lei tidak siap dan langsung tersegel bahkan muntah darah.
"Apa?"
"Argh!"
Tubuhnya terpental sejauh beberapa meter hingga menimbulkan sebuah ledakan.
...BOOM...
"Aku ... tidak menyangka ... kau ... masih punya ... banyak kekuatan ... yang tersisa."
Tubuhnya benar-benar terluka parah, tetapi tidak dengan Qinli. Ia pun mendekati utusan dari Keluarga Lei itu.
"Sekarang kita bicarakan mengenai Zitan," ucap Qinli.
Akan tetapi rupanya utusan dari Keluarga Lei begitu licik, selagi Qinli lengah maka ia mempergunakan kesempatan itu untuk menyerangnya secara diam-diam.
"Heh ... oke, tapi kau mungkin tidak punyak kesempatan untuk mendengarnya!"
Terlihat di sekeliling tubuh utusan dari Keluarga Lei dikelilingi oleh sebuah cahaya berwarna merah muda.
"Apakah ini ... adalah jiwa dari ... waria tadi?" gumam Qinli.
Tubuh utusan dari Keluarga Lei melayang ke atas, seolah ia tidak terluka sama sekali.
"Terima kasih karena telah membunuh si waria ini. Kalau tidak, serangan tadi pasti akan membuatku terbunuh."
"Awalnya aku sangat senang dan ingin kau mati dengan cepat ~ tapi, sekarang kau telah membuatku kesal!"
"Ini armor jiwa? Tidak, takutnya itu adalah jurus sihir kelihatannya ...."
Memang benar saat itu terlihat di belakang tubuh utusan dari Keluarga Lei terdapat armor yang sangat besar dan terlihat kuat. Mungkin itu sebuah ilusi yang diciptakan olehnya agar Qinli takut akan hal itu.
Sejenak, kekuatan yang berada di dalam tubuh Qinli berbincang-bincang dengan Qinli tentang bagaimana cara menghadapi utusan dari Keluarga Lei.
"Master, aku telah menggunakan seluruh kekuatan sumber mata air hidup dan mati. Jika ingin menggunakanku untuk melawan musuh, setidaknya membutuhkan kekuatan Puncak Alam Dominasi, tapi sekarang Master ...."
"Tidak ada cara lain lagi, hanya bisa berjuang melawannya!"
"Baiklah!"
"Kamu masih punya nyali untuk melawanku, ya! Kalau kau memohon kepadaku, Mungkin aku akan membiarkanmu mati dengan cepat, tanpa rasa sakit!"
"Sekarang, bersiaplah dengan baik."
__ADS_1
Dengan cepat Qinli menggunakan pedang master miliknya untuk membuat benteng pertahanan diri agar bisa bertahan dari serangan utusan Keluarga Lei.
"Tidak mungkin! Dia masih bisa menahan seranganku!"
Qinli mulai menggerakkan pedang master miliknya. Namun, hal itu diragukan oleh utusan dari Keluarga Lei yang memandang rendah kekuatan Qinli.
"Apa kau masih punya kekuatan untuk menggunakan senjata yang begitu hebat? Mati saja kau!"
Armor ungu yang melawan Qinli rupanya bisa ditangkis dan dikalahkan oleh pedang master yang dimiliki olehnya. Bahkan tubuhnya terbelah dan hal itu membuat utusan dari Keluarga Lei panik.
"Bagaimana mungkin! Bagaimana bisa dia mempunyai kekuatan yang begitu hebat?"
"Ruang dibekukan olehnya. Aku tidak dapat bergerak!"
"Pedang pembunuh Abadi ... hancurkan ... langit ...."
Sabetan pedang yang digunakan oleh Qinli benar-benar membuat utusan dari Keluarga Lei tersebut terbelalak.
"Tidak! Bagaimana bisa?"
Terlihat sebuah ledakan di langit yang memperlihatkan jika utusan dari Keluarga Lei rupanya terkena sabetan pedang dari Qinli. Sementara itu Qinli merasa kelelahan karena telah menggunakan seluruh kekuatannya.
Nafasnya terdengar tidak beraturan. Bahkan ia bertumpu pada pedang master miliknya.
HOSH ... HOSH ....
"Padahal aku telah menggunakan banyak kekuatanku, tapi kenapa aku hanya merasa kelelahan?"
"Karena aku telah menggunakan kekuatan sumber yang telah kupulihkan selama bertahun-tahun ini untuk membantu master. Sekarang aku akan tertidur lelap ...."
Qinli yang khawatir segera bertanya kepada pedang tersebut.
"Aku harus bagaimana membantumu memulihkan kekuatanmu?"
"Hanya kekuatan sumber barang berharga level 10 ... yang dapat ... memulihkan kekuatanku."
"Barang berharga level 10 ... kelihatannya aku harus kembali lagi ke daratan cermin ...."
Pedang master miliknya itu akhirnya berubah kembali menjadi wujud aslinya yaitu menjadi sebuah sapu lidi. Lalu sesaat kemudian sapu tersebut menghilang dari hadapan Qinli.
Setelah pertarungan itu berakhir ini Qingyin memapah Qinli untuk membawanya pergi ke Sekte Bumi untuk mengobati luka-luka yang dialami oleh suaminya.
"Ayo, kita pulang dulu untuk istirahat beberapa hari, setelah itu, baru ke daratan cermin!" ucap Qinli pada istrinya.
"Kenapa terburu-buru sekali? Beberapa waktu ini kau sudah bekerja keras, lebih baik beristirahat lebih lama."
"Sekarang kita sudah cukup kuat untuk melawan Keluarga Lei, dan pergi menyelamatkan Zitan."
"Untuk berjaga-jaga aku harus memulihkan kekuatan pedang Shi Tian ...."
__ADS_1
"Terima kasih atas semua yang kau lakukan untukku dan Zitan."
"Bagaimana kalau ... memberiku hadiah sepulang nanti."
"Kau ... menginginkan hadiah apa?" tanya Qingyin dengan wajah merona.
"Coba tebak ...."
"Menyebalkan sudah seperti ini masih bisa genit!" ucap Qingyin sambil mengikuti luka di dada Qinli.
Tentu saja mendapat perlakuan tersebut Qinli merasa kesakitan, karena sesungguhnya ia hanya menginginkan kultivasi.
"Maksudku kultivasi ... aduh!" pekik Qinli.
Setelah menyikut suaminya, tentu saja Qingyin tidak tega dan kembali memapahnya. Qinli pun melanjutkan ucapannya dengan wajah serius. Meski begitu Qingyin masih meragukan ucapan dari suaminya.
"Sekalian kita pelajari lebih jauh mengenai karakteristik menyatunya kekuatan spiritual dan kekuatan atribut kita!"
"Hmph! Bohong!"
Sesampainya di rumah kedua pasangan suami istri itu benar-benar melakukan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan mereka. pada saat itu Qingyin memakai pakaian yang sangat seksi di depan suaminya. Hal itu membuat Qinli yang berada sebagai suami dan laki-laki normal menelan salivanya berkali-kali.
"Aku tidak menyangka Qingyin berpakaian seperti ini demi kultivasi, aku tidak boleh mengecewakannya."
Pada saat itu posisi Qinli memang berada di hadapan Qinli. Mereka saling menempelkan telapak tangannya untuk mengalirkan kekuatan spiritual masing-masing.
"Dingin sekali ... Apa karena terpengaruh oleh kekuatan atribut Qingyin? Tapi aku merasakan kultivasiku meningkat."
"Tubuhku terasa sangat panas!" ucap Qingyin di dalam hati.
"Sangat hangat."
"Sangat sejuk."
Tubuh keduanya diliputi oleh teratai emas saat itu. Keduanya pun terlarut dalam suasana yang tercipta malam itu. Tubuh Qinli semakin merapat pada istrinya.
"Qingyin ...."
"Suamiku ...."
Pasangan suami istri itu akhirnya saling berciuman. Menumpahkan rasa saling membutuhkan antara suami istri. Namun, Sang Dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin merasa dipermainkan oleh Qinli dan mengumpatnya di dalam sana.
"Bocah tengik sialan! Pemilik tubuh asli tadinya sangat lemah, tetapi sekarang ...."
"Jauh lebih kuat dari sebelumnya! Apa karena koneksi dengan pemilik tubuh asli semakin dalam ...." ucap Sang Dewi sambil menahan segala gejolak yang bersarang di tubuhnya karena perbuatan pemilik tubuh asli bersama suaminya.
"Lain kali ... Kalau aku bertemu denganmu, aku akan ... memberimu pelajaran!"
Jika Sang Dewi merasa tersiksa di dalam tubuh Qingyin, hal itu tidak terjadi kepada Qingyin dan suaminya. Mereka justru merasa lebih bertenaga setelah melakukan kultivasi ganda. Bahkan saat ini keduanya sudah memakai pakaiannya kembali.
__ADS_1
"Cedera kita pulih dengan cepat. Kultivasi kita juga meningkat, kelihatannya kelak kita harus lebih banyak berlatih," ucap Qinli sambil merapikan pakaiannya.
"Apa kau tidak takut aku akan membekukanmu?" goda Qingyin pada suaminya.